- TheoTown, game simulasi kota yang dirilis 2015, viral kembali awal 2026 terutama karena popularitas di kalangan gamer Indonesia.
- Dikembangkan oleh Lobby Divinus, game ini menawarkan pembangunan kota mendalam dengan spesifikasi ringan, tersedia di berbagai platform.
- Gamer Indonesia kini memanfaatkan TheoTown sebagai medium kritik sosial dan satire kebijakan publik melalui simulasi pembangunan kota.
Permainan simulasi ini sekarang menjadi sarana satire dan kritik sosial yang unik.
Meski berbasis grafis pixel art ringan, kedalaman mekaniknya memungkinkan pemain mereplikasi isu kebijakan publik yang nyata, seperti kenaikan pajak hingga tata kota yang timpang.
Berkat dukungan plugin aset lokal (seperti Gedung DPR, angkot, hingga minimarket) pemain menggunakan game sebagai "laboratorium digital" untuk menyindir realitas politik dan sosial di media sosial melalui simulasi protes warga maupun kegagalan infrastruktur.
Salah satu postingan menampilkan player membuat simulasi kota yang macet parah atau daerah kumuh berdampingan dengan gedung mewah. Itu sebagai sindiran terhadap ketimpangan sosial.
Game TheoTown menuai beragam komentar dari netizen.
"Contoh melihat rakyat dalam bentuk angka bukan manusia," tulis @Un**eP*ci.
"Gue adalah gambaran pemerintah Indonesia ketika main TheoTown, ada masalah, gusur, apa itu memperbaiki infrastruktur," sindir @su**sk.
"Worst scenario: jangan-jangan mayoritas playernya emang pejabat," ungkap @Laz**mpero***66.
Baca Juga: Game GTA 6 Belum Sepenuhnya Selesai, Siap Hadirkan Peta Lebih Besar