- Skor keamanan siber Indonesia 2025 menurut NCSI turun signifikan menjadi 47,50, menempatkan di peringkat 84 dunia.
- Pakar siber menyarankan laporan NCSI dijadikan bahan refleksi, namun tidak boleh diterima sepenuhnya karena metodologi dipertanyakan.
- Perbandingan dengan negara ASEAN dinilai kurang komprehensif sebab Thailand dan Vietnam tidak termasuk dalam penilaian NCSI.
Menurutnya, membandingkan Indonesia dengan negara seperti Singapura atau Malaysia juga tidak bisa dilakukan secara sederhana.
![Ilustrasi keamanan siber. [Pexels]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/21/55563-ilustrasi-keamanan-siber.jpg)
“Jumlah pengguna, kondisi geografis, hingga tantangan demografis Indonesia jauh lebih besar dibandingkan negara ASEAN lainnya,” katanya.
Alfons mencontohkan sektor perbankan digital Indonesia yang dinilainya justru relatif matang menghadapi ancaman siber.
“Pengamanan mobile banking di Indonesia itu keras. Kalau bank besar Indonesia buka cabang di ASEAN, mereka akan lebih mudah beradaptasi dibandingkan bank luar masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut terbentuk karena ekosistem digital Indonesia menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
“Malingnya lebih banyak dan penegakan hukumnya lebih lemah. Secara tidak langsung, sektor swasta digital Indonesia jadi lebih matang dan siap menghadapi ancaman dari luar,” jelasnya.
Meski demikian, Alfons menegaskan bahwa rentetan kebocoran data yang terus terjadi tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.
“Itu yang harus kita jujur akui,” pungkasnya.
Baca Juga: Waspada! Penipuan Baru Manfaatkan Fitur Team Invitation OpenAI, Data Pribadi Terancam Dicuri