6 Nama Presiden Indonesia Ada di Epstein Files: Ada yang Dicibir, Begini Konteksnya

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:17 WIB
6 Nama Presiden Indonesia Ada di Epstein Files: Ada yang Dicibir, Begini Konteksnya
Potret Jeffrey Epstein. (US Department of Justice)
baca 10 detik
  • Epstein Files, kompilasi email Jeffrey Epstein, memuat diskusi intelijen mengenai sejumlah Presiden Indonesia.
  • Presiden Sukarno dibahas terkait gerakan Non-Blok serta upaya penggulingan oleh pemerintahan Eisenhower AS.
  • Suharto disebut sebagai "bagman" kepentingan bisnis AS yang didukung dalam invasi Timor Timur 1975.
Presiden Soeharto (Wikipedia)
Presiden Soeharto (Wikipedia)

Presiden RI yang kedua ini disebut-sebut dalam enam file. Kebanyakan file tersebut merupakan bahan analisis sejarah oleh circle-nya Epstein, yang mirisnya juga disertai pernyataan bernada nyinyir.

Pada file Epstein dengan kode EFTA00853147, yang menggunakan dokumen kajian sejarah yang ditulis oleh Andy Piascik tahun 2015 sebagai lampiran, presiden yang kerap disebut Pak Harto ini dianggap sebagai "bagman" Amerika Serikat.

"Near the end of his time in office, Kissinger and his new boss Gerald Ford pre-approved the Indonesian dictator Suharto's invasion of East Timor in 1975, an illegal act of aggression again carried out with weapons made in and furnished by the US. Suharto had a long history as a bagman for US business interests; he ascended to power in a 1965 coup, also with decisive support and weapons from Washington, and undertook a year-long reign of terror in which security forces and the army killed more than a million people (Amnesty International, which rarely has much to say about the crimes of US imperialism, put the number at 1.5 million)."

Atau jika diterjemahkan, maka sebagai berikut:

"Menjelang akhir masa jabatannya, Kissinger dan bos barunya, Gerald Ford, menyetujui invasi diktator Indonesia Suharto ke Timor Timur pada tahun 1975, sebuah tindakan agresi ilegal yang sekali lagi dilakukan dengan senjata buatan dan dipasok oleh AS. Suharto memiliki sejarah panjang sebagai "kurir" kepentingan bisnis AS; ia naik ke tampuk kekuasaan dalam kudeta tahun 1965, juga dengan dukungan dan senjata yang menentukan dari Washington, dan melakukan pemerintahan teror selama setahun di mana pasukan keamanan dan tentara membunuh lebih dari satu juta orang (Amnesty International, yang jarang berkomentar banyak tentang kejahatan imperialisme AS, menyebutkan angka tersebut sebesar 1,5 juta)."

3. Megawati Soekarnoputri

 Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026). [Foto: Tim Media PDIP]
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. [Foto: Tim Media PDIP]

Nama Presiden RI kelima, Megawati, disebut sekali di Epstein Files. Konteksnya adalah, pada 2014, dokumen berkode EFTA01466463 tersebut berisi analisis peluang Joko Widodo untuk maju sebagai presiden. Namun, PDI-P, partai penyokong Jokowi, dianggap "pro kiri" sehingga bikin investor (dalam konteks ini adalah investor dari pihak barat) menjadi ragu.

"There is also risk that he (Jokowi) will be under pressure to implement policies to appease the PDI-P party when in power, which is headed by former President Sukarno's daughter, Megawati, and has nationalist and leftist tendencies, which could worry some investors."

Begini terjemahannya:

baca juga

"Ada juga risiko bahwa dia (Jokowi) akan berada di bawah tekanan untuk menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk menyenangkan partai PDI-P ketika berkuasa, yang dipimpin oleh putri mantan Presiden Sukarno, Megawati, dan memiliki kecenderungan nasionalis dan kiri, yang dapat membuat beberapa investor khawatir."

4. Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). [Dok. Antara]
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). [Dok. Antara]

Presiden yang kerap disapa SBY ini dua kali disebut dalam file tersebut. Rupanya, SBY agak bikin gerah barat karena kebijakan nasionalisasi sumber daya alam.

File tersebut berisi kajian yang mengkritik UU Minerba 2009.

"INDONESIA: For all his success in bringing stability to a nation that 15 years ago seemed destined for failed statehood, President Susilo Bambang Yudhoyono looks like a spent force. His team needs to act forcefully to erase a current-account deficit that's turning off investors and has pushed the rupiah down 14 percent this year. Yudhoyono should be intensifying his anti-corruption drive, accelerating infrastructure-project plans, and restraining the nationalistic vibe that now permeates the resource sector. Most important, he needs to institutionalize the reforms that reduced poverty ahead of next year's election, which term limits preclude him from contesting," menurut file EFTA01952004.

Begini terjemahannya:

"INDONESIA: Terlepas dari semua keberhasilannya dalam membawa stabilitas ke negara yang 15 tahun lalu tampaknya ditakdirkan untuk menjadi negara gagal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlihat seperti kekuatan yang telah habis. Timnya perlu bertindak tegas untuk menghapus defisit neraca transaksi berjalan yang membuat investor enggan berinvestasi dan telah mendorong rupiah turun 14 persen tahun ini. Yudhoyono harus mengintensifkan upaya anti-korupsi, mempercepat rencana proyek infrastruktur, dan menahan suasana nasionalisme yang kini meresap di sektor sumber daya. Yang terpenting, ia perlu melembagakan reformasi yang telah mengurangi kemiskinan menjelang pemilihan tahun depan, di mana batasan masa jabatan mencegahnya untuk ikut serta."

Selain itu, posisi SBY dalam sengketa Laut China Selatan juga turut jadi bahan analisis oleh circle-nya Epstein.

"Heightened US military involvement in the South China Sea is driven by somewhat different dynamics. Much of the impetus for an expanded and sustained US presence comes from Australia, which has embarked on a major military build-up in the face of China's decision to upgrade a key base of the South Sea Fleet on Hainan Island and deploy nuclear submarines in southern waters. Vietnam and the Philippines — along with Japan in the East China Sea — have engaged in a succession of clashes with Chinese vessels, prompting their governments to pursue closer ties to Washington. Even Indonesia's President Susilo Bambang Yudhoyono responded to the news that US Marines were going to be stationed in Australia by remarking that he was `reassured that the US is committed to maintaining peace' in this corner of the world," menurut EFTA00932500.

Berikut adalah terjemahannya:

"Meningkatnya keterlibatan militer AS di Laut China Selatan didorong oleh dinamika yang agak berbeda. Sebagian besar dorongan untuk perluasan dan keberlanjutan kehadiran AS berasal dari Australia, yang telah memulai pembangunan militer besar-besaran dalam menghadapi keputusan China untuk meningkatkan pangkalan utama Armada Laut Selatan di Pulau Hainan dan mengerahkan kapal selam nuklir di perairan selatan. Vietnam dan Filipina — bersama dengan Jepang di Laut China Timur — telah terlibat dalam serangkaian bentrokan dengan kapal-kapal China, yang mendorong pemerintah mereka untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Washington. Bahkan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi berita bahwa Marinir AS akan ditempatkan di Australia dengan menyatakan bahwa ia 'yakin bahwa AS berkomitmen untuk menjaga perdamaian' di sudut dunia ini."

5. Joko Widodo

Jokowi saat ditemui awak media di Solo, Senin (27/10/2025). [Suara.com/Ari Welianto]
Jokowi saat ditemui awak media di Solo, Senin (27/10/2025). [Suara.com/Ari Welianto]

Nama Presiden Jokowi disebut 9 kali dalam Epstein Files. Isinya pun beragam. Namun yang jelas, kiprahnya mulai diamati intel barat saat ia menjadi Gubernur DKI. Kala itu, Joko Widodo diprediksi berpeluang untuk ikut Pilpres 2014.

"The favourite to win, and has been for some time, is Joko "Jokowi" Widodo, the very popular incumbent Governor of Jakarta. Although he is not currently affiliated with any party, and cannot run for president until he is, local press reports suggest that it is only a matter of time until he is named as the PDI-P's official candidate. The PDI-P is the main opposition party to the incumbent Democratic Party, meaning the (very likely) election of Jokowi will lead to a political regime change," menurut EFTA01466463.

"Calon favorit untuk menang, dan sudah sejak lama, adalah Joko "Jokowi" Widodo, Gubernur Jakarta petahana yang sangat populer. Meskipun saat ini ia tidak berafiliasi dengan partai mana pun, dan tidak dapat mencalonkan diri sebagai presiden sampai ia bergabung dengan partai tersebut, laporan pers lokal menunjukkan bahwa hanya masalah waktu sampai ia diangkat sebagai kandidat resmi PDI-P. PDI-P adalah partai oposisi utama terhadap Partai Demokrat yang berkuasa, yang berarti terpilihnya Jokowi (yang sangat mungkin terjadi) akan menyebabkan perubahan rezim politik."

6. Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik pada pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj]
Presiden Prabowo Subianto memimpin pembacaan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat yang dilantik pada pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj]

Presiden RI terkini cuma disebut sekali, itupun dalam konteks saat ia masih belum jadi presiden. Dokumen tersebut menyuplik sekilas momen Pilpres 2014, saat Prabowo ingin menggungat hasil pemilu ke MK.

"...an important political event was the presidential elections in Indonesia. This week, the Election Commission declared Widodo the winner with a good margin. Although presidential candidate Prabowo will likely contest these results, our strategists dismiss any constitutional intervention (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath et al., Jul 13). We remain positive on the prospects of improved governance and structural reforms which should give a cyclical lift to Indonesian equities once the government is formed (see Indonesia, Sin Beng Ong, Jul 22)," menurut dokumen EFTA01978403, yang jika diterjemahkan sebagai berikut:

"...peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih yang baik. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menentang hasil ini, para ahli strategi kami menolak adanya intervensi konstitusional (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath et al., 13 Jul). Kami tetap positif mengenai prospek perbaikan tata kelola dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklis bagi saham-saham Indonesia setelah pemerintahan terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Jul)."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Ribuan Dokumen Skandal Epstein Files Ditarik Kembali? Simak Fakta Terbarunya

Kenapa Ribuan Dokumen Skandal Epstein Files Ditarik Kembali? Simak Fakta Terbarunya

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:00 WIB

Dulunya Guru, Apa yang Bikin Jeffrey Epstein Kaya Raya?

Dulunya Guru, Apa yang Bikin Jeffrey Epstein Kaya Raya?

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:37 WIB

Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya

Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:38 WIB

7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files

7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:39 WIB

Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?

Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:13 WIB

Terkini

7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat

7 HP 5G Murah Terbaik Juni 2026: Usung Chipset Kencang, Libas Game Berat

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 20:20 WIB

77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football

77 Kode Redeem FF Max Terbaru 21 Juni 2026: Klaim Evo Woodpecker dan Gloo Wall Football

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:36 WIB

5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan

5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:01 WIB

Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'

Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:35 WIB

Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar

Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:57 WIB

Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh

Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:59 WIB

Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?

Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:55 WIB

Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat

Era Digital Banjiri Keinginan, Pengamat Ingatkan Pentingnya Mengelola Hasrat

Tekno | Minggu, 21 Juni 2026 | 06:15 WIB

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:50 WIB

Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru

Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:23 WIB