- Google berkolaborasi dengan Komdigi mempercepat adopsi AI startup Indonesia melalui program jangka panjang 2025–2029.
- Program ini telah membina 63 startup sejak 2025, memberikan akses infrastruktur Google Cloud serta pendampingan teknis intensif.
- Startup penerima manfaat telah menciptakan inovasi AI nyata, seperti di sektor edukasi, pertanian, dan layanan kesehatan.
Ia menyebut, di Indonesia sudah banyak founder yang memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, membantu petani mengambil keputusan, hingga mengoptimalkan operasional bisnis.
Inovasi Nyata: Dari Edtech, Agritech hingga Healthtech
Beberapa startup peserta program ini telah melahirkan solusi AI yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Analitica: Tutor AI Multimodal dengan Gemini
Startup edtech Analitica mengembangkan Interactive Cognitive Assistant (ICA) menjadi ekosistem pembelajaran generatif dan multimodal.
Dengan integrasi teknologi seperti Gemini, Gemini TTS, dan Nano Banana Pro di atas Firebase, ICA kini mampu mmenghasilkan podcast pembelajaran instan, membuat video penjelasan singkat untuk hampir semua topik dan mengubah pertanyaan siswa menjadi konten audio dan visual yang dipersonalisasi.
Pendekatan ini memungkinkan pengalaman belajar yang adaptif sesuai preferensi masing-masing siswa, sekaligus memperluas akses terhadap pembelajaran berbasis AI.
DayaTani: Asisten Pertanian AI di WhatsApp
Di sektor agritech, DayaTani menghadirkan “Pak Dayat”, asisten pertanian berbasis LLM yang terintegrasi langsung dengan WhatsApp.
Model ini sengaja dipilih karena WhatsApp telah menjadi platform komunikasi sehari-hari petani, sehingga hambatan adopsi teknologi bisa ditekan, terutama di wilayah dengan literasi digital terbatas.
Melalui generative AI, petani dapat mengirim pesan suara terkait kondisi tanaman, gejala penyakit, input pertanian, dan pola cuaca.
![Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. [Google Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/25/15902-menteri-komunikasi-dan-digital-ri-meutya-hafid.jpg)
Sistem menyimpan memori kontekstual jangka panjang dan memberikan rekomendasi spesifik berdasarkan jenis tanaman, fase pertumbuhan, riwayat lahan, dan praktik agronomi setempat.
Hasilnya, risiko kesalahan akibat rekomendasi generik dapat ditekan dan produktivitas meningkat.
Nexmedis: Otomatisasi Laporan Medical Check-Up dengan AI
Di bidang kesehatan, Nexmedis mengembangkan MCU AI untuk mengotomatisasi pembuatan laporan medical check-up.