Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake

Dythia Novianty

Selasa, 17 Maret 2026 | 08:14 WIB
Penipuan Digital Ramadan 2026 Meningkat, Waspadai Phishing, APK Palsu, dan Deepfake
Ilustrasi Deepfake. [Envato]
baca 10 detik
  • PT ITSEC Asia Tbk mengingatkan peningkatan kewaspadaan terhadap penipuan digital saat Ramadan hingga Idulfitri 2026.
  • Modus penipuan meliputi donasi palsu, promo fiktif, dan pemanfaatan AI untuk membuat serangan lebih meyakinkan.
  • Meskipun serangan siber menurun, sektor pemerintah menjadi target terbanyak insiden keamanan digital pada periode tersebut.

Suara.com - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengingatkan masyarakat dan organisasi di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026.

Aktivitas digital yang meningkat pada periode ini dinilai membuka peluang lebih besar bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya.

Ramadan dikenal sebagai salah satu periode dengan trafik digital tertinggi di Indonesia. Lonjakan transaksi online, belanja digital, donasi, hingga komunikasi melalui berbagai platform sering dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melakukan penipuan dan rekayasa sosial.

Meski demikian, data pemantauan tim Threat Intelligence ITSEC menunjukkan bahwa secara umum jumlah serangan siber pada Ramadan 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Maret 2025 tercatat 45 kasus defacement, 77 kebocoran data, dan dua kasus ransomware. Sementara pada Maret 2026 jumlah tersebut menurun menjadi 23 kasus defacement, 65 kebocoran data, serta satu kasus ransomware.

Tren serangan Distributed Denial of Service (DDoS) juga menunjukkan penurunan. Berdasarkan pemantauan platform Horizon Scout, tercatat sekitar 30.600 percobaan serangan DDoS pada Maret 2025. Angka ini turun menjadi sekitar 17.900 percobaan pada Maret 2026.

Namun demikian, ITSEC menilai pelaku kejahatan siber kini semakin memanfaatkan momentum Ramadan untuk melakukan penipuan digital yang menargetkan masyarakat luas.

President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas digital selama Ramadan membuat kesadaran keamanan siber menjadi semakin penting.

“Ramadan adalah momen kebersamaan bagi masyarakat Indonesia. Namun pada saat yang sama para pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan meningkatnya aktivitas digital pada periode ini. Karena itu kesadaran keamanan digital menjadi sangat penting bagi masyarakat dan organisasi,” ujar Patrick.

baca juga

Ia menambahkan, penguatan ketahanan siber nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor industri hingga masyarakat.

“ITSEC berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia melalui pemantauan ancaman siber, penguatan kapasitas keamanan digital, serta edukasi keamanan siber bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).

Modus Penipuan Ramadan Semakin Beragam

Tim Threat Intelligence ITSEC menemukan sejumlah pola penipuan yang kerap muncul selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Beberapa modus yang paling sering digunakan antara lain donasi amal palsu, promo Ramadan atau diskon Lebaran fiktif, undian hadiah palsu, hingga penipuan belanja online.

Selain itu, penjahat siber juga memanfaatkan pesan palsu terkait pencairan tunjangan hari raya (THR). Modus lain yang juga marak adalah penyebaran file APK berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi kurir pengiriman paket, serta tawaran kerja paruh waktu dengan iming-iming komisi tinggi.

Salah satu kasus yang teridentifikasi adalah akun media sosial palsu yang menawarkan undian berhadiah mobil, emas, hingga perjalanan umrah dengan mengatasnamakan lembaga tertentu. Setelah ditelusuri, akun tersebut terbukti merupakan bagian dari skema penipuan.

Serangan Makin Canggih dengan Bantuan AI

Ilustrasi keamanan siber ITSEC
Ilustrasi keamanan siber ITSEC

ITSEC juga mencatat bahwa pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat serangan mereka terlihat lebih meyakinkan.

Dengan teknologi ini, pelaku dapat membuat pesan phishing dengan bahasa yang sangat natural sehingga tampak seperti komunikasi resmi dari bank atau institusi pemerintah. Selain itu, mereka juga mampu membuat situs web palsu yang sangat mirip dengan layanan asli.

Bahkan, beberapa serangan kini memanfaatkan teknologi voice cloning dan deepfake untuk meniru identitas seseorang, sehingga semakin sulit bagi masyarakat untuk membedakan komunikasi asli dan palsu.

Sektor Pemerintah Jadi Target Terbanyak

Dalam periode pemantauan antara 18 Februari hingga 13 Maret 2026, sektor pemerintah tercatat sebagai target serangan terbanyak dengan total 56 insiden. Mayoritas kasus berkaitan dengan kebocoran data dan defacement situs.

Selain pemerintah, sejumlah sektor lain yang juga mengalami insiden keamanan siber meliputi pendidikan, layanan keuangan, logistik, perdagangan, hingga organisasi sosial.

Tips Aman dari Penipuan Digital

Untuk membantu masyarakat menghindari risiko penipuan selama Ramadan dan Idulfitri, ITSEC memberikan beberapa rekomendasi keamanan digital:

  1. Selalu memverifikasi tautan, nomor rekening, atau QRIS sebelum melakukan transaksi atau donasi
  2. Menghindari mengunduh file APK dari pesan WhatsApp, SMS, atau email yang tidak dikenal
  3. Mengaktifkan two factor authentication (2FA) pada akun penting seperti email dan mobile banking
  4. Memeriksa nama penerima sebelum menyelesaikan pembayaran QRIS
  5. Menggunakan solusi perlindungan keamanan digital untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan melindungi perangkat

Menurut Patrick, keamanan digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau organisasi, tetapi juga seluruh masyarakat sebagai pengguna teknologi.

“Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah perlindungan yang tepat, kita dapat bersama-sama menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paspor hingga Kartu Identitas Dijual Mulai Rp250 Ribuan di Dark Web

Paspor hingga Kartu Identitas Dijual Mulai Rp250 Ribuan di Dark Web

Tekno | Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:39 WIB

Ancaman Siber Naik Level, ITSEC dan ADIGSI Bentuk Gerakan Nasional

Ancaman Siber Naik Level, ITSEC dan ADIGSI Bentuk Gerakan Nasional

Tekno | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:18 WIB

Waspada! Serangan Phishing Lewat Kode QR Meledak hingga 5 Kali Lipat di Paruh Kedua 2025

Waspada! Serangan Phishing Lewat Kode QR Meledak hingga 5 Kali Lipat di Paruh Kedua 2025

Tekno | Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:03 WIB

Grok Resmi Diblokir Sementara di Indonesia, Komdigi Soroti Ancaman Deepfake Seksual

Grok Resmi Diblokir Sementara di Indonesia, Komdigi Soroti Ancaman Deepfake Seksual

Tekno | Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:11 WIB

Apa Itu Deepfake? Teknologi AI yang Bikin Para Artis dan Warga X Ramai Kirim Pesan ke Grok

Apa Itu Deepfake? Teknologi AI yang Bikin Para Artis dan Warga X Ramai Kirim Pesan ke Grok

Tekno | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:43 WIB

Anak Usaha ITSEC - Mitra Kemenhan, Beri Pelatihan Siber dan AI Bernilai Rp1 Triliun

Anak Usaha ITSEC - Mitra Kemenhan, Beri Pelatihan Siber dan AI Bernilai Rp1 Triliun

Tekno | Selasa, 30 Desember 2025 | 09:07 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×