- Monitor studio Neumann digunakan secara konsisten oleh insinyur audio ternama untuk produksi immersive audio pemenang Grammy.
- Para profesional audio memuji monitor Neumann karena akurasi, kejujuran suara, dan stabilitasnya pada volume tinggi.
- Kepercayaan pada Neumann terbukti dalam proyek besar seperti God of War: Ragnarök dan album pemenang Grammy Alicia Keys.
Suara.com - Industri audio global kini semakin mengarah ke teknologi immersive audio, dan di balik kesuksesan banyak karya pemenang Grammy, ada satu perangkat yang konsisten digunakan, yakni monitor studio dari Neumann.
Mulai dari musisi kelas dunia seperti Alicia Keys hingga proyek game besar seperti God of War: Ragnarök, para insinyur audio ternama mengandalkan teknologi ini untuk menghasilkan kualitas suara terbaik.
Nama-nama besar seperti George Massenburg, Michael Romanowski, Eric Schilling, hingga produser Herbert Waltl diketahui menggunakan monitor seri KH dari Neumann dalam proses produksi mereka.
Standar Baru Audio Immersive
Dalam dunia produksi audio modern, akurasi suara menjadi faktor krusial. Hal ini juga diakui oleh Eric Schilling yang menggunakan sistem Neumann di studio mediaHYPERIUM, California.
“Semua yang kami kerjakan dalam beberapa tahun terakhir melalui proses mixing menggunakan speaker Neumann. Suaranya sangat akurat dan tidak pernah mengecewakan saat diputar di luar studio,” ujar Schilling dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan, kualitas suara tetap stabil bahkan pada volume tinggi.
“Suaranya tidak pecah saat diputar keras, musikalitasnya tetap terjaga. Ini sangat jarang terjadi,” katanya.
Studio mediaHYPERIUM sendiri menjadi pusat produksi berbagai proyek besar, termasuk remix katalog Alicia Keys hingga scoring epik God of War: Ragnarök.
Kunci Sukses: Suara Natural dan Konsisten
Selain Schilling, Michael Romanowski juga mengandalkan monitor Neumann dalam proses mastering audio immersive.
“Saya suka karena suaranya natural dan akurat. Tidak berlebihan, tidak tajam. Ini jujur dan itu yang dibutuhkan dalam audio immersive,” jelas Romanowski.
Menurutnya, banyak monitor lain terdengar terlalu keras atau melelahkan telinga, sementara Neumann tetap halus dan nyaman digunakan dalam waktu lama.
Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Emosi
Bagi George Massenburg, audio immersive bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana menyampaikan emosi kepada pendengar.
“Anda butuh transparansi untuk menyentuh hati pendengar. Monitoring harus terasa musikal, bukan sekadar analitis,” ujarnya.
![Eric Schilling (kiri) dan Herbert Waltl (kanan) di mediaHYPERIUM. [Neumann]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/26/43550-eric-schilling-kiri-dan-herbert-waltl-kanan-di-mediahyperium.jpg)
“Monitor Neumann membantu kami membangun cerita dalam tiga dimensi,” tambahnya.
Pendekatan ini terlihat dalam berbagai proyek besar, termasuk album pemenang Grammy seperti The Diary of Alicia Keys dan Divine Tides.
Dipercaya di Berbagai Proyek Besar
Teknologi ini juga digunakan dalam produksi album Divine Tides hingga soundtrack skala besar dengan ratusan trek audio.
Herbert Waltl mengungkapkan fleksibilitas sistem ini menjadi keunggulan utama.
“Tidak peduli apakah itu kuartet string atau orkestrasi besar—sistem ini mampu menangani semuanya dengan sangat baik,” katanya.
Ia bahkan menyebut banyak musisi dan komposer yang terkesan saat mencoba studio tersebut.
“Mereka sering mengatakan ini salah satu ruang audio immersive terbaik yang pernah mereka dengar,” ungkap Waltl.
Fondasi Kesuksesan di Grammy
Kolaborasi antara para insinyur dan produser ini telah menghasilkan banyak penghargaan, termasuk di kategori Best Immersive Audio Album dalam beberapa tahun terakhir, kategori yang juga pernah dimenangkan oleh nama besar seperti Beyoncé, Paul McCartney, hingga The Beatles.
Konsistensi kualitas suara di berbagai sistem menjadi faktor kunci keberhasilan tersebut.
“Kami bisa mempercayai apa yang kami dengar. Bahkan saat berpindah studio, karakter suara tetap terjaga,” kata Massenburg.