- Square Enix resmi menjadi penerbit game terbaik 2025 versi Metacritic.
- Kemenangan ini diraih melalui konsistensi kualitas sembilan judul game rilisan.
- Capcom menempati posisi ketiga sementara Sega turun ke peringkat tujuh.
Suara.com - Situs agregator atau pengumpul ulasan ternama, Metacritic, memberikan daftar penerbit game terbaik periode 2025. Square Enix menjadi pemuncak, sementara Capcom turut peringkat ke posisi ketiga.
Sebagai informasi, tiga besar publisher game terbaik dengan poin tertinggi versi Metacritic mencakup Square Enix, Gamirror Games, dan Capcom.
Sega yang menempati peringkat pertama pada periode 2024 turun jauh ke posisi ketujuh.
Berbalik 180 derajat, Square Enix meroket ke peringkat pertama dari posisi keenam pada 2024 lalu.
Deretan penerbit game yang mengalami peningkatan pesat pada 2025 adalah Square Enix, Gamirror Games, Microsoft, Take-Two, dan Electronic Arts.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Square Enix berhasil menduduki peringkat pertama, menggeser nama-nama besar seperti Sega, Capcom, dan Microsoft.

Keberhasilan ini bukan diraih lewat satu judul blockbuster baru, melainkan melalui strategi cerdas yang berfokus pada kualitas serta konsistensi.
Mengutip VGC, kunci kemenangan Square Enix terletak pada sembilan game yang mereka rilis sepanjang tahun 2025, di mana semuanya mendapatkan ulasan positif.
Dengan Metascore rata-rata mencapai 84, penerbit Final Fantasy ini menunjukkan bahwa resep sukses mereka adalah menghidupkan kembali judul-judul klasik favorit penggemar.
Pucuk pimpinan dipegang oleh Final Fantasy VII Rebirth versi PC dengan Metascore 90.
Itu diikuti oleh rilis yang sangat dinantikan seperti Final Fantasy Tactics – The Ivalice Chronicles (88) dan Dragon Quest I & II HD-2D Remake (88).
Metacritic sendiri menyoroti konsistensi luar biasa dari Square Enix.
“Berbagai judul Final Fantasy dan Dragon Quest mendapat nilai tinggi untuk penerbit tahun lalu (dan juga pada awal tahun 2026), sementara bahkan rilisan ‘terburuk’ mereka di tahun 2025, SaGa Frontier 2 Remastered, mendapat persetujuan dari para kritikus,” tulis Metacritic dalam laporannya.
Ini membuktikan bahwa sistem poin mereka, yang juga memperhitungkan persentase game dengan ulasan buruk, sangat menghargai penerbit yang tidak pernah merilis produk gagal.

Kesuksesan tersebut terasa lebih manis mengingat pemenang tahun lalu, Sega, harus turun ke posisi ketujuh.