5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

Cesar Uji Tawakal

Rabu, 01 April 2026 | 15:35 WIB
5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?
Ilustrasi Pink Moon. (Gemini AI)

Suara.com - Tak lama lagi, para pecinta astronomi akan dimanjakan oleh fenomena alam yang terjadi setiap bulan April sebagai penanda awal musim semi.

Sebagian orang sudah mempersiapkan diri, menyiapkan alat canggih sedemikian rupa dan menunggu fenomena bulan purnama tersebut tiba tidak lama lagi.

Keindahan bulan purnama ini ternyata tetap bisa dinikmati dengan mata telanjang pada malam hari dengan syarat kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

Fenomena langit ini jangan sampai terlewatkan, hanya terjadi satu kali dalam setahun, dimana Bulan dan Matahari hampir segaris.

Kabar mengenai kemunculan Pink Moon terdengar hingga seantero negeri, termasuk Indonesia, terdengar unik hingga bikin penasaran banyak orang.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, kenapa bisa terjadi dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya di Indonesia? Daripada penasaran, berikut fakta unik Pink Moon.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan singkatnya.

5 Fakta Unik Pink Moon

1. Tradisi Masyarakat Asli Amerika Utara

baca juga

Pink Moon merupakan sebutan untuk purnama April yang berasal dari tradisi masyarakat asli Amerika Utara yang kemudian dipopulerkan melalui Almanak Petani atau Farmer’s Almanac.

Nama Pink Moon diambil dari mekarnya bunga liar berwarna pink bernama Phlok Subulata yang tumbuh pada awal musim semi di belahan Bumi bagian utara.

Kemunculan bunga ini bertepatan dengan fase bulan purnama di bulan April, maka lahirnya sebutan ‘”Pink Moon”.

2. Fase Awal Musim Semi

Secara astronomi, Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang terjadi setiap bulan April dalam penanggalan tradisional.

Namun, istilah Pink Moon kerap menimbulkan kesalahpahaman, karena banyak yang mengira bulan akan tampak berwarna merah muda.

Faktanya, bulan tetap terlihat seperti purnama pada umumnya, berwarna putih terang atau sedikit kekuningan, tergantung kondisi atmosfer.

3. Waktu Terbaik untuk Melihat Pink Moon

Secara astronomis, Pink Moon 2026 akan mencapai puncak fase pada 1 April 2026, waktu Amerika Serikat bagian timur atau EDT.

Di Indonesia, masyarakat bisa menikamti fenomena tersebut pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Pada momen tersebut, bulan tepat bersebrangan dengan matahari sehingga cahaya permukaan terpancar jelas ke bumi.

4. Arahkan Pandangan ke Bagian Timur

Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran dan ingin menyaksikan fenomena Pink Moon, disarankan mencari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur dan pastikan cuaca cerah.

Bulan akan tampak lebih besar dari biasanya saat mendekati horizon. Fenomena ini dikenal sebagai ilusi bulan, yaitu semacam efek visual yang membuat otak manusia menganggap ukuran bulan lebih besar dibanding saat berada tinggi di langit.

5. Waktu Maghrib Hingga Matahari Terbit

Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Thomas Djamaluddin menyebutkan fenomena Pink Moon dapat disaksikan pada Rabu Malam, 1 April 2026.

Thomas menjelaskan bulan purnama dapat diamati mulai maghrib sampai menjelas matahari terbit. Fenomena ini dapat dilihat secara langsung atau dengan bantuan alat seperti kamera maupun teleskop.

“Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera,” ujarnya dikutip Suara.com.

Sedikit informasi tambahan, meskipun fenomena pink moon dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia dengan mata telanjang.

Tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan dalam mengamati fenomena ini. Hanya saja, warnanya bukan pink, sama dengan pernama umumnya, berwarna puith kekuningan.

Istilah pink moon hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media.

"Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," ucap Thomas.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 12:33 WIB

Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon Hingga Parade Planet

Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon Hingga Parade Planet

Lifestyle | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:10 WIB

Apakah Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Bisa Dilihat di Indonesia? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Apakah Gerhana Matahari Cincin 17 Februari Bisa Dilihat di Indonesia? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Tekno | Senin, 16 Februari 2026 | 14:48 WIB

Astronom Temukan Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS, Tapi Bukan dari Alien

Astronom Temukan Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS, Tapi Bukan dari Alien

Tekno | Kamis, 13 November 2025 | 07:50 WIB

Link Live Streaming Supermoon 5 November 2025: Amati 'Fenomena Bulan Besar' Lebih Dekat

Link Live Streaming Supermoon 5 November 2025: Amati 'Fenomena Bulan Besar' Lebih Dekat

Tekno | Rabu, 05 November 2025 | 15:04 WIB

Terkini

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:14 WIB

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×