- Google mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan Gemini pada 2025 untuk meningkatkan keamanan dan akurasi deteksi iklan berbahaya secara signifikan.
- Sistem berbasis Gemini berhasil memblokir miliaran iklan melanggar kebijakan serta menangguhkan jutaan akun pengiklan penipuan secara proaktif.
- Teknologi baru tersebut mampu menekan tingkat kesalahan penangguhan pengiklan hingga 80 persen sekaligus melindungi ekosistem iklan digital global.
Suara.com - Google terus memperkuat sistem keamanan iklannya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan terbaru, Gemini. Sepanjang 2025, teknologi ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan deteksi iklan berbahaya secara signifikan.
Tim keamanan Google mengungkapkan bahwa sistem berbasis Gemini kini mampu menghentikan lebih dari 99% iklan yang melanggar kebijakan bahkan sebelum ditayangkan ke pengguna.
“Tim keamanan kami bekerja sepanjang waktu untuk menghentikan pelaku kejahatan yang menggunakan iklan berbahaya dengan teknik yang semakin canggih,” tulis pernyataan resmi Google dari situs resminya, Senin (20/4/2026).
“Alat berbasis Gemini secara drastis meningkatkan kemampuan kami untuk mendeteksi dan menghentikan iklan buruk,” tambahnya.
AI Gemini Tingkatkan Akurasi Deteksi Iklan
Dengan dukungan AI canggih, sistem Google kini menganalisis ratusan miliar sinyal, mulai dari usia akun, pola perilaku, hingga aktivitas kampanye.
Pendekatan ini memungkinkan deteksi ancaman dilakukan lebih cepat dan akurat dibanding sistem lama yang hanya berbasis kata kunci.
“Model terbaru kami lebih memahami maksud (intent), sehingga dapat mengenali konten berbahaya bahkan ketika dirancang untuk menghindari deteksi,” jelas Google.

Berkat pendekatan proaktif ini, sepanjang 2025 Google mencatat lebih dari 8,3 miliar iklan diblokir atau dihapus, 24,9 juta akun pengiklan ditangguhkan, dan 602 juta iklan dan 4 juta akun terkait penipuan berhasil dihentikan.
Di Indonesia, Google juga mengambil langkah besar dengan menghapus sekitar 191,9 juta iklan serta menangguhkan 385 ribu akun pengiklan.
Perang Melawan Penipuan Berbasis AI
Google mengakui bahwa pelaku kejahatan kini semakin canggih dengan memanfaatkan AI generatif untuk membuat iklan penipuan dalam skala besar. Namun, Gemini mampu merespons ancaman ini secara real-time.
“Gemini membantu kami mendeteksi dan memblokir iklan menipu secara langsung saat diajukan,” ungkap Google.
Bahkan, sebagian besar iklan jenis Responsive Search Ads kini sudah bisa ditinjau secara instan sebelum tayang, sehingga konten berbahaya dapat dicegah sejak awal.
Selain meningkatkan keamanan, teknologi Gemini juga membantu mengurangi kesalahan dalam pemblokiran akun. Google menyebut tingkat kesalahan penangguhan pengiklan berhasil ditekan hingga 80 persen.