- Indosat Ooredoo Hutchison mencatat rekor pendapatan Rp15,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026 berkat strategi implementasi kecerdasan buatan.
- Pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan trafik data sebesar 25,1 persen serta kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna seluler.
- Perusahaan memperkuat ekosistem digital melalui peluncuran Sahabat-AI, perluasan jaringan 5G, serta pengembangan infrastruktur komputasi awan yang inovatif.
Di sisi inovasi, Indosat meluncurkan aplikasi Sahabat-AI, sebuah large language model (LLM) yang dikembangkan secara lokal untuk memahami konteks bahasa Indonesia dengan lebih baik.
![Vikram Sinha (CEO & President Director Indosat Ooredoo Hutchison), Meutya Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia), Nezar Patria (Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia), dan Patrick Walujo (Direktur Utama GoTo Group) pada peluncuran Sahabat-AI dengan kapasitas 70 miliar parameter (02/06/2025) di Jakarta. [Dok Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/04/40240-sahabat-ai.jpg)
Aplikasi ini kini tersedia di App Store dan Play Store, membuka akses AI yang lebih luas bagi masyarakat.
Platform ini dirancang dengan pendekatan multi-model dan multi-modal, sehingga mampu menurunkan hambatan adopsi AI di Indonesia dan memberikan solusi yang lebih relevan bagi pengguna individu maupun organisasi.
Indosat juga memperkuat infrastruktur melalui platform NeoCloud, yang menyediakan komputasi berkinerja tinggi untuk kebutuhan AI.
Selain itu, pembentukan FiberCo menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan fiber nasional sebagai tulang punggung konektivitas digital.
Fokus Masa Depan: AI, Jaringan, dan Pengalaman Pelanggan
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Indosat menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem digital end-to-end, mulai dari infrastruktur hingga aplikasi berbasis AI.
Ke depan, Indosat akan terus fokus pada peningkatan engagement pelanggan, ekspansi jaringan, serta inovasi berbasis data dan AI.