Bukan Hiu, Inilah Daftar Hewan Paling Mematikan Bagi Manusia di Dunia

Agung Pratnyawan

Selasa, 12 Mei 2026 | 12:50 WIB
Bukan Hiu, Inilah Daftar Hewan Paling Mematikan Bagi Manusia di Dunia
Ilustrasi nyamuk. [Gemini AI]
baca 10 detik
  • Nyamuk membunuh satu juta orang pertahun lewat penularan penyakit.
  • Manusia merupakan ancaman mematikan kedua bagi sesama spesiesnya sendiri.
  • Predator besar seperti hiu justru menyebabkan kematian paling sedikit.

Suara.com - Pernahkah Anda merasa waswas saat berenang di laut karena bayang-bayang serangan hiu? Atau mungkin merasa terancam saat mendengar berita tentang serangan harimau di pemukiman? Secara naluriah, manusia cenderung takut pada predator besar dengan taring tajam dan cakar mematikan.

Namun, data statistik menunjukkan bahwa ketakutan kita sering kali salah sasaran. Bukan hiu atau harimau yang menyebabkan banyak kematian bagi manusia.

Berdasarkan riset mendalam dari Visual Capitalist yang mengolah data dari Our World in Data, daftar hewan paling mematikan bagi manusia ternyata didominasi oleh makhluk-makhluk yang sering kita anggap remeh.

Kejutan terbesarnya? Predator puncak yang kita takuti di film-film Hollywood justru berada di urutan terbawah dalam hal jumlah korban jiwa per tahun.

Musuh Kecil dengan Dampak Raksasa

Jika Anda mengira hiu adalah ancaman terbesar, Anda perlu melihat angka ini: hiu rata-rata hanya menyebabkan sekitar lima kematian manusia per tahun secara global.

Bandingkan dengan nyamuk, makhluk kecil yang mungkin sedang terbang di sekitar Anda saat ini. Nyamuk bertanggung jawab atas lebih dari satu juta kematian setiap tahunnya.

Nyamuk tidak membunuh melalui serangan fisik, melainkan melalui transmisi penyakit mematikan seperti Malaria, Demam Berdarah, Zika, hingga demam kuning.

Kepadatan penduduk di daerah tropis dan perubahan iklim membuat jangkauan nyamuk semakin luas, menjadikannya ancaman nomor satu bagi kelangsungan hidup manusia di kategori hewan.

baca juga
Ilustrasi nyamuk (Pixabay)
Ilustrasi nyamuk (Pixabay)

Manusia dan Konflik Antar-Spesies

Di posisi kedua dalam daftar ini, kita akan menemukan fakta yang pahit: Manusia. Melalui tindakan kriminal, konflik bersenjata, dan perang, manusia membunuh sesamanya dalam jumlah yang mencapai angka ratusan ribu per tahun.

Ini menempatkan kita sebagai ancaman terbesar kedua bagi diri kita sendiri, jauh melampaui predator mana pun di darat maupun laut.

Selain manusia, sahabat terbaik kita, anjing, juga masuk dalam daftar papan atas. Namun, penyebabnya bukan karena sifat agresif anjing secara alami, melainkan karena penularan virus Rabies.

Di banyak negara berkembang, akses terhadap vaksin rabies masih terbatas, sehingga gigitan anjing liar sering kali berujung pada kematian yang tragis.

Bahaya Tersembunyi di Air Tawar

Satu lagi kejutan dalam data ini adalah keberadaan siput air tawar. Mengapa makhluk selambat itu bisa mematikan? Jawabannya adalah Skistosomiasis, sebuah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang dibawa oleh siput ini.

Parasit tersebut dapat masuk ke pori-pori kulit manusia saat bersentuhan dengan air yang terkontaminasi, menyerang organ dalam, dan menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya.

Memahami data ini sangat penting bagi kita, terutama bagi generasi muda yang gemar melakukan perjalanan atau traveling ke berbagai belahan dunia.

Kita perlu menyadari bahwa perlindungan terhadap gigitan serangga atau memastikan keamanan air minum jauh lebih krusial daripada mengkhawatirkan serangan hewan buas di alam liar.

Ilustrasi siput air atau keong (Freepik/starokozhko-oleg)
Ilustrasi siput air atau keong (Freepik/starokozhko-oleg)

Daftar Hewan Paling Mematikan Bagi Manusia (Estimasi Per Tahun)

Berikut adalah data peringkat hewan berdasarkan jumlah korban jiwa manusia yang ditimbulkannya setiap tahun, dirangkum dari Our World in Data:

  1. Nyamuk: 1.000.000 kematian (Malaria, Dengue, dll)
  2. Manusia: 431.000 kematian (Pembunuhan/Perang)
  3. Ular: 100.000 kematian (Bisa/Racun)
  4. Anjing: 35.000 kematian (Rabies)
  5. Siput Air Tawar: 20.000 kematian (Skistosomiasis)
  6. Lalat Tsetse: 10.000 kematian (Penyakit Tidur)
  7. Serangga Pembunuh (Assassin Bugs): 10.000 kematian (Penyakit Chagas)
  8. Kalajengking: 3.300 kematian
  9. Buaya: 1.000 kematian
  10. Gajah: 500 kematian
  11. Singa: 100 kematian
  12. Hiu: 5 kematian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO

Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 18:41 WIB

Penemuan Canggih Ilmuwan China: Ubah Karbondioksida Jadi BBM Mirip Bensin

Penemuan Canggih Ilmuwan China: Ubah Karbondioksida Jadi BBM Mirip Bensin

Tekno | Jum'at, 03 April 2026 | 18:05 WIB

Ilmuwan Temukan Rahasia Menambang Harta Karun Meteorit Menggunakan Jamur

Ilmuwan Temukan Rahasia Menambang Harta Karun Meteorit Menggunakan Jamur

Tekno | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:53 WIB

Terkini

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Kata-kata Justin Hubner Yakinkan Ole Romeny Mudik ke Liga Belanda Bersama Fortuna Sittard

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:07 WIB

Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Gary Neville Kritik Taktik dan Komentar Tuchel soal 'DNA Inggris' Usai Tersingkir dari Piala Dunia

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB

MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

MBG Berpotensi Lebih Menguntungkan Tengkulak daripada Petani

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:06 WIB

5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026

5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung

Kerap Jadi Sorotan, Ini Tugas dan Fungsi Jampidsus Serta 7 Jaksa Agung Muda di Kejagung

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:57 WIB

Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung

Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:53 WIB

Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi

Tren Curhat ke AI Meningkat, Pakar Ingatkan Jangan Bagikan Data Pribadi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:51 WIB

Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia

Lindungi Publik dari Praktik Abal-abal, BNSP Sahkan Lembaga Sertifikasi Sulam Pertama di Indonesia

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:48 WIB

Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah

Adhyaksa FC Mulai Latihan Jelang Super League, Siap Ganti Nama dengan Identitas Kalimantan Tengah

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:46 WIB

×