Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook

Cesar Uji Tawakal, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB
Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook
Nadiem Divonis Berapa Tahun? Begini Kronologi Sederhana Kasus Viral Chromebook. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Jaksa menuntut Nadiem Makarim 18 tahun penjara atas kasus korupsi Chromebook.

  • Total kerugian negara dalam proyek Chromebook ini mencapai Rp2,1 Triliun.

  • Nadiem Makarim membantah tuduhan suap dan menyebut kenaikan harta efek IPO.

Perangkat yang dipilih adalah Chromebook, laptop berbasis sistem operasi Chrome OS milik Google.

Namun, menurut jaksa, langkah ini dianggap bermasalah sejak awal. Jaksa menuduh Nadiem dan timnya melakukan pre-determined alias sudah menetapkan Chromebook sebagai pemenang tanpa mengecek kebutuhan riil di lapangan.

Padahal Chromebook butuh internet stabil untuk dipakai secara maksimal. Sedangkan sekolah di daerah 3T, banyak daerah susah memperoleh sinyal.

Jaksa menyimpulkan bahwa laptop yang dibeli dengan uang negara akhirnya tidak bisa dipakai secara maksimal atau "gagal manfaat".

Menurut jaksa, Nadiem tak melakukan penelitian mendalam atas kebutuhan Chromebook.

Jaksa menilai bahwa Nadiem menerima banyak uang dari induk Gojek di mana sebagian investasi berasal dari Google.

Alirannya adalah investor > Gojek > keputusan membeli produk Google. Tuduhan tersebut dibantah oleh Nadiem.

2. Hitungan Kerugian Negara Triliunan

Daya tarik utama kasus adalah dugaan angka kerugian negara yang fantastis.

baca juga

Awalnya, jaksa menyebut total kerugian mencapai Rp2,1 triliun. Angka ini dipecah menjadi dua bagian besar:

  • Rp1,5 triliun: Dianggap sebagai harga Chromebook yang kemahalan dari harga seharusnya di pasar.
  • Rp621 miliar: Pembelian Chrome Device Management (CDM), sistem untuk mengelola laptop secara massal, yang menurut jaksa tidak diperlukan.

Seiring berjalannya sidang, kerugian negara pada dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019–2022 disebut mencapai Rp5,26 triliun.

Itu merupakan dugaan total mark-up dan kerugian aktivasi program. Nadiem membela diri dengan data yang berlawanan.

Baginya, memilih Chrome OS justru menghemat anggaran negara hingga Rp1,2 triliun jika dibandingkan dengan membeli lisensi Windows.

Terkait tuduhan "gagal manfaat", Nadiem membalas dengan data audit resmi BPKP 2023/2024.

"86 persen murid pakai Chromebook untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer dan 97 persen unit Chromebook diterima dan aktif," bunyi pembelaan Nadiem.

Nadiem juga melempar sindiran logis soal sistem CDM: jika CDM dianggap kerugian karena tidak berguna, padahal data penggunaan laptop yang dipakai jaksa berasal dari sistem CDM tersebut, maka ada kontradiksi dalam logika jaksa.

3. Teka-Teki Aliran Dana Google, Gojek, dan Konflik Kepentingan

Jaksa menduga Nadiem menerima Rp809 miliar dari PT AKAB (induk Gojek). Jaksa mencoba menghubungkan titik-titik (dot-connecting): Google berinvestasi besar di Gojek (sekitar USD 786 juta), lalu Nadiem sebagai Mendikbud membuat kebijakan membeli produk Google (Chromebook).

Nadiem membantah keras narasi ini dan menyebutnya sebagai "framing jahat".

Ia menjelaskan bahwa omzet Google dari proyek Chromebook ini hanya sekitar Rp621 miliar.

Logikanya, tidak mungkin ia menerima "suap" Rp809 miliar dari sebuah proyek yang omzet vendornya (Google) bahkan lebih kecil dari nilai suap tersebut.

"Ini tidak ada hubungannya dengan Google, tidak ada hubungannya dengan Chromebook," tegas Nadiem.

Bagi Nadiem, investasi Google ke Gojek adalah murni urusan korporasi antar-perusahaan teknologi besar, bukan imbal balik dari kebijakan menteri.

4. Klarifikasi Harta Rp4,87 Triliun: Efek IPO GoTo, Bukan Cash Korupsi

Nadiem Makarim (tengah) memeluk pengemudi Gojek seusai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Antara)
Nadiem Makarim (tengah) memeluk pengemudi Gojek seusai mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Antara)

Salah satu poin pemberat dalam tuntutan jaksa adalah lonjakan harta kekayaan Nadiem yang mencapai Rp4,87 triliun selama menjabat sebagai menteri.

Jaksa menilai kenaikan ini tidak wajar dan tidak seimbang dengan gaji menteri.

Namun, Nadiem memberikan penjelasan teknis yang sangat akrab di telinga para pemain saham dan pelaku startup.

Angka triliunan tersebut adalah refleksi dari nilai saham saat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2022.

"Itu cuma nilai IPO. Jadi, dari situ diambil, oke sekarang harus dibayar balik. Apa logikanya?" kata Nadiem.

Ia menekankan bahwa harta tersebut adalah kekayaan "di atas kertas" (valuasi), bukan uang tunai di rekening.

Apalagi, ada regulasi OJK yang mengunci (lock-up) saham miliknya sehingga tidak bisa dijual begitu saja.

Mengaitkan valuasi saham perusahaan teknologi dengan aliran dana korupsi proyek laptop dianggap Nadiem sebagai lompatan logika yang keliru.

5. Sorotan Mahfud MD

Kasus ini menarik perhatian banyak pakar hukum, termasuk mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud melihat ada kejanggalan dan kesan "pesanan" dalam kasus ini. Ia berpendapat bahwa sengketa kebijakan seharusnya diselesaikan lewat APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah), bukan langsung dibawa ke ranah pidana.

"Si Nadiem juga kan dia kan pembuat kebijakan yang tidak tahu urusan uang, artinya urusan anggaran kan ada PPK. Nadiem enggak ikut di situ," kata Mahfud MD.

Mantan Menkopolhukam ini juga menyayangkan jika pola penegakan hukum seperti itu terus dilakukan, bisa membuat generasi muda profesional dan ahli teknologi dari luar negeri enggan pulang ke Indonesia atau masuk ke pemerintahan.

Mereka takut bahwa kebijakan inovatif yang mereka buat suatu saat akan dikriminalisasi jika tidak sejalan dengan kepentingan pihak tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Dukungan Driver Ojol, Momen Nadiem Makarim Menangis di Pengadilan Jadi Sorotan

Banjir Dukungan Driver Ojol, Momen Nadiem Makarim Menangis di Pengadilan Jadi Sorotan

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dibalik Tuntutan Rp5,6 T Nadiem Makarim: Saat Inovasi Digital Berujung di Kursi Pesakitan

Dibalik Tuntutan Rp5,6 T Nadiem Makarim: Saat Inovasi Digital Berujung di Kursi Pesakitan

Your Say | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:05 WIB

Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Berapa Harta Nadiem Makarim?

Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Berapa Harta Nadiem Makarim?

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:41 WIB

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

×