Blue Moon Akan Muncul pada 31 Mei 2026, Apa Itu dan Mengapa Disebut Langka?

Nur Khotimah, Dita Alvinasari

Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:01 WIB
Blue Moon Akan Muncul pada 31 Mei 2026, Apa Itu dan Mengapa Disebut Langka?
Ilustrasi Blue Moon (Unsplash/Macau Photo Agency)
baca 10 detik
  • Blue Moon akan menghiasi langit pada 31 Mei 2026.
  • Meski namanya Blue Moon, bulan purnama ini tidak akan berwarna biru.
  • Fenomena langka ini terjadi karena ada dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender.

Suara.com - Langit malam pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang akan menyuguhkan salah satu fenomena astronomi yang cukup jarang terjadi, yaitu Blue Moon.

Meski namanya mengandung kata "blue" atau biru, bulan purnama ini tidak akan berubah warna menjadi biru seperti yang banyak dibayangkan.

Fenomena langit inimenarik perhatian karena kemunculannya yang tidak terjadi setiap bulan, hanya muncul dalam kondisi tertentu sehingga sering dikaitkan dengan sesuatu yang langka.

Blue Moon pun menjadi momen menarik untuk diamati. Pasalnya, fenomena ini bisa disaksikan tanpa teleskop atau peralatan khusus selama kondisi cuaca mendukung.

Lantas, apa sebenarnya Blue Moon dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya?

Posisi Blue Moon 22 Agustus 2021. [NASA]
Ilustrasi posisi Blue Moon (NASA)

Apa Itu Blue Moon?

Menyadur dari NASA, Blue Moon bukanlah bulan purnama yang berwarna biru. Secara visual, Blue Moon tampak sama seperti bulan purnama biasa yang muncul setiap bulan.

Istilah Blue Moon digunakan untuk menyebut bulan purnama "tambahan" yang muncul dalam kondisi tertentu. Saat ini terdapat dua definisi yang dikenal luas dalam dunia astronomi.

Menurut laman astronomi Time and Date, definisi pertama adalah seasonal Blue Moon, yaitu bulan purnama ketiga dalam satu musim astronomi yang memiliki empat kali bulan purnama.

Sementara definisi kedua yang lebih populer adalah monthly Blue Moon, yakni bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama.

baca juga

Blue Moon Akan Terjadi pada 31 Mei 2026

Menyadur dari Time and Date, fenomena Blue Moon berikutnya akan terjadi pada 31 Mei 2026 dan termasuk kategori monthly Blue Moon.

Peristiwa ini terjadi karena bulan purnama pertama sudah muncul pada awal Mei 2026.

Dengan jarak rata-rata sekitar 29,5 hari antarbulan purnama, maka satu bulan kalender tersebut kembali memiliki purnama kedua di penghujung bulan.

Time and Date mencatat puncak fase purnama Blue Moon terjadi pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.

Lantaran perbedaan zona waktu, tanggal pengamatan dapat sedikit berbeda di beberapa wilayah dunia.

Di Indonesia, bulan purnama diperkirakan mulai terlihat setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat dan akan tampak terang sepanjang malam jika cuaca cerah.

Mengapa Disebut Blue Moon?

Asal-usul istilah Blue Moon masih menjadi bahan diskusi di kalangan sejarawan dan astronomi.

Sebagian ahli berpendapat istilah tersebut muncul setelah letusan gunung berapi besar pada masa lalu. Abu dan partikel di atmosfer diduga membuat bulan tampak kebiruan sehingga melahirkan istilah Blue Moon.

Ada pula teori yang menyebut istilah tersebut sudah digunakan lebih dari 400 tahun lalu sebagai ungkapan untuk sesuatu yang sangat langka atau bahkan mustahil terjadi.

Seiring waktu, frasa "once in a blue moon" menjadi ungkapan populer dalam bahasa Inggris yang menggambarkan kejadian yang jarang terjadi.

Seberapa Langka Fenomena Blue Moon?

Blue Moon memang tergolong peristiwa yang tidak sering muncul. Menurut NASA, baik monthly Blue Moon maupun seasonal Blue Moon rata-rata hanya terjadi sekitar sekali setiap dua hingga tiga tahun.

Data dari Time and Date menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 1550 hingga 2650 terdapat 456 monthly Blue Moon dan 408 seasonal Blue Moon.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa fenomena ini memang relatif jarang dibandingkan bulan purnama biasa.

Oleh sebab itu, kemunculan Blue Moon selalu menarik perhatian para pengamat langit di berbagai negara.

Apakah Blue Moon Benar-Benar Berwarna Biru?

Jawabannya adalah tidak.

Dalam kondisi normal, Blue Moon akan terlihat sama seperti bulan purnama lainnya. Warna bulan tetap tampak putih keperakan atau kekuningan tergantung kondisi atmosfer dan posisi pengamatan.

Menyadur dari NASA dan Time and Date, bulan yang benar-benar terlihat biru sangat jarang terjadi. Fenomena tersebut biasanya dipengaruhi oleh kondisi atmosfer tertentu, seperti adanya asap kebakaran hutan, abu vulkanik, atau partikel khusus di udara yang memengaruhi cara cahaya tersebar.

Jadi, meskipun disebut Blue Moon, masyarakat tidak perlu berharap melihat bulan berwarna biru pada 31 Mei 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jam Berapa Flower Moon di Indonesia? Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Jam Berapa Flower Moon di Indonesia? Ini Waktu Terbaik Melihatnya

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:05 WIB

Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia

Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 21:40 WIB

5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

5 Fakta Pink Moon: Kenapa Bisa Terjadi dan Waktu Terbaik Untuk Melihatnya di Indonesia?

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 15:35 WIB

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Fenomena Pink Moon April 2026 Bisa Dilihat di Indonesia? Catat Waktu dan Cara Menyaksikannya

Tekno | Senin, 30 Maret 2026 | 12:33 WIB

Terkini

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:45 WIB

6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya

6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

×