Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Cesar Uji Tawakal, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB
Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam
Ilustrasi hutan. (Pixabay/ Mila Del Monte)
baca 10 detik
  • KAGAMA HSE menggelar seminar nasional terkait pemulihan lingkungan serta penanggulangan bencana.

  • Aturan mewajibkan perusahaan menanam minimal 40 persen jenis pohon lokal.

  • Pohon lokal seperti Ulin dan Eboni efektif pulihkan ekosistem tambang.

Suara.com - Apabila tak ditangani dengan baik, lahan bekas tambang dapat menimbulkan kerugian lingkungan yang serius. Terdapat beragam jenis pohon tertentu yang ternyata dapat memulihkan lahan bekas tambang sehingga berdampak positif ke lingkungan.

Topik pemulihan lingkungan serta penanggulangan bencana dibahas oleh akademisi melalui seminar khusus.

Sebagai informasi, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Health, Safety, and Environment (HSE) menggelar seminar nasional yang berlangsung dua hari, yaitu 4 hingga 5 Juni 2026 di Auditorium Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM.

Seminar KAGAMA HSE kali ini mengusung tema "Bridging Science, Policy, and Industry: Integrated Disaster Preparedness and Climate Resilience for Industrial Sectors" untuk memeriahkan Hari Lingkungan Hidup 2026.

Tiga perwakilan dari pemerintah, akademisi, dan praktisi industri memaparkan presentasi serta diskusi ketahanan iklim, kesiapsiagaan, serta mitigasi bencana dalam sains dan terapan.

Salah satu pembicara yang dihadirkan adalah Dr. Ir. Irdika Mansur, M.For. Sc.

Seminar Kagama HSE 2026. (ist)
Seminar Kagama HSE 2026. (ist)

Ia merupakan dosen senior di Departemen Silvikultur-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan & Pusat Studi Reklamasi Tambang LRI LPI, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut penjelasan Irdika Mansur, terdapat peraturan pemerintah yang mengikat terkait pemulihan bekas tambang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.60 Tahun 2009, perusahaan tambang diwajibkan menanam minimal 40 persen jenis pohon lokal atau tanaman serbaguna (MPTS) berdaur (berumur) panjang.

baca juga

Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa lahan yang sebelumnya terbuka dapat kembali memiliki ekosistem yang stabil dan berfungsi secara ekologis seperti sedia kala.

Beberapa jenis pohon lokal berumur panjang telah sukses ditanam di area reklamasi, di antaranya adalah pohon Ulin, Eboni, Meranti, Merbau, dan Kapur.

Contoh pemulihan hutan bekas tambang. (Webinar KAGAMA HSE 2026, Dr Irdika Mansur)
Contoh pemulihan hutan bekas tambang. (Webinar KAGAMA HSE 2026, Dr Irdika Mansur)

Pohon-pohon ini dipilih karena nilai konservasinya yang tinggi meskipun memiliki masa tumbuh yang sangat lama; sebagai contoh, pohon Ulin diperkirakan baru bisa dipanen setelah 100 tahun, sementara Eboni membutuhkan waktu sekitar 50 tahun.

Penanaman spesies ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam menyelamatkan kekayaan nabati asli Indonesia yang pertumbuhannya melampaui usia satu generasi manusia.

Beberapa jenis pohon penghasil hutan bukan kayu yang dapat ditanam mencakup Damar, Gaharu, Kenanga, dan Kayu Putih.

Irdika Mansur menjelaskan, satwa liar juga akan kembali setelah ekosistem berangsur pulih.

"Kemudian satwa liar akan kembali rata-rata setelah umur tanaman reklamasi 10 tahun ke atas karena nanti semak belukarnya itu akan kembali. Kalau di sekitarnya itu memang hutannya masih baik maka satwa tadi akan kembali. Nah ini contohnya bapak-ibu sekalian jadi awalnya memang kalau baru reklamasi ya tidak menarik begini ya hanya sengon gitu. Tapi nanti setelah itu akan ditanami dengan jenis-jenis lokalnya ada Kapur, ada Ulin, dan sebagainya," kata Irdika Mansur pada Seminar Nasional Kagama HSE 2026, Kamis (4/6/2026).

Ia mengunggah contoh lahan bekas tambang yang sudah berhasil ditanami beberapa jenis pohon tertentu (gambar tersemat pada bodi artikel).

Kamera tersembunyi memperlihatkan hewan-hewan yang kembali ke lahan yang telah dipulihkan.

Untuk sepenuhnya pulih, prosesnya membutuhkan waktu lama dari 10 hingga puluhan tahun.

Contoh pemulihan hutan bekas tambang. (Webinar KAGAMA HSE 2026, Dr Irdika Mansur, PT Indominco Mandiri, Heru)
Contoh pemulihan hutan bekas tambang. (Webinar KAGAMA HSE 2026, Dr Irdika Mansur, PT Indominco Mandiri, Heru)

Selain pemulihan hutan, terdapat berbagai model reklamasi inovatif lain seperti pembangunan kawasan perumahan, pariwisata, serta pemanfaatan kolam bekas tambang (void) untuk perikanan dan energi terbarukan.

Integrasi sektor pertanian dan peternakan melalui sistem silvopastura serta agroforestry kakao juga menjadi solusi produktif untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi investasi yang berkelanjutan.

Perusahaan tambang diharapkan menaati peraturan serta mengoptimalkan pemulihan lahan agar bekas industri manusia tak menjadi bencana bagi ekosistem sekitar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:33 WIB

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB

Diduga Tewas Saat Curi Mangga, Keluarga Pelaku Serang Rumah Pemilik Pohon di Bontang

Diduga Tewas Saat Curi Mangga, Keluarga Pelaku Serang Rumah Pemilik Pohon di Bontang

Entertainment | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:07 WIB

Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember

Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember

Your Say | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:30 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×