Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia

Dythia Novianty

Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:06 WIB
Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia
Ilustrasi internet. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mengandalkan satelit Low Earth Orbit untuk mengatasi kesenjangan akses internet di wilayah geografis yang sulit dijangkau.
  • Teknologi satelit LEO menjadi solusi strategis saat jaringan terestrial terputus akibat bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
  • Indonesia Connectivity Forum 2026 mendorong perluasan konektivitas digital untuk meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Suara.com - Kesenjangan akses internet masih menjadi tantangan besar dalam transformasi digital Indonesia.

Pemerintah mulai mengandalkan teknologi satelit generasi baru sebagai solusi untuk mempercepat pemerataan konektivitas nasional.

Salah satu teknologi yang dinilai paling menjanjikan adalah satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), termasuk Low Earth Orbit (LEO), yang mampu menghadirkan akses internet ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau BTS maupun jaringan serat optik.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, kawasan pegunungan, hingga daerah terpencil membutuhkan pendekatan berbeda dalam pembangunan infrastruktur digital.

"Teknologi satelit Non-Geostationary Orbit, khususnya satelit Low Earth Orbit menawarkan solusi dengan manfaat yang sesuai dengan yang kita inginkan, terutama pada tiga dimensi utama yang sangat penting yaitu secara mendasar, secara strategis, dan juga praktis," ujar Nezar dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).

Tidak Semua Wilayah Bisa Dibangun BTS

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan membangun Base Transceiver Station (BTS) 4G di tiga desa di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada 2022. (Antara)
Ilustrasi Base Transceiver Station (BTS). (Antara)

Menurut Nezar, pembangunan Base Transceiver Station (BTS) tidak selalu menjadi solusi yang efektif untuk seluruh wilayah Indonesia.

Faktor topografi dan biaya investasi sering kali menjadi kendala utama dalam memperluas jangkauan jaringan telekomunikasi.

Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan berbagai teknologi alternatif, termasuk satelit LEO, untuk menutup kesenjangan digital yang masih terjadi.

baca juga

"Tidak semua tempat bisa dibangun BTS karena topografinya tidak memungkinkan untuk dibangun BTS. Jadi coba diterobos dengan cara lain, misalnya pakai kabel serat optik, atau LEO saya kira menjadi salah satu solusi," jelasnya.

Teknologi satelit orbit rendah tersebut dinilai mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum layak secara komersial bagi operator telekomunikasi, sekaligus mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

Jadi Andalan Saat Bencana Melanda

Selain mendukung pemerataan internet, satelit LEO juga dinilai memiliki peran strategis dalam situasi darurat dan bencana alam.

Ketika jaringan komunikasi terestrial mengalami gangguan atau terputus akibat bencana, konektivitas berbasis satelit dapat menjadi jalur komunikasi utama untuk mendukung koordinasi penanganan darurat.

"Saya kira LEO sangat spesifik dan krusial perannya. Hal itu terbukti saat bencana kemarin bagaimana ketika komunikasi terputus di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar. Konektivitas yang memungkinkan di daerah-daerah itu hanya dengan LEO," ungkap Nezar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan

Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:39 WIB

Internet Indonesia Terancam Mahal? Operator Keluhkan Lonjakan Biaya Relokasi Jaringan

Internet Indonesia Terancam Mahal? Operator Keluhkan Lonjakan Biaya Relokasi Jaringan

Tekno | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:05 WIB

Perlindungan Anak di Era Digital: PP TUNAS Mulai Disosialisasikan

Perlindungan Anak di Era Digital: PP TUNAS Mulai Disosialisasikan

Tekno | Kamis, 30 April 2026 | 12:53 WIB

Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia

Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 15:22 WIB

Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital

Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital

Tekno | Rabu, 29 April 2026 | 14:27 WIB

YouTube Blokir Akun Berusia Kurang dari 16 Tahun, Begini Penjelasan Aturan Komdigi

YouTube Blokir Akun Berusia Kurang dari 16 Tahun, Begini Penjelasan Aturan Komdigi

Tekno | Kamis, 23 April 2026 | 18:27 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×