- Cadence dan Samsung Foundry menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan teknologi semikonduktor 2 nanometer serta desain 3D-IC yang mutakhir.
- Kolaborasi ini bertujuan mempercepat produksi chip AI generasi baru yang lebih bertenaga dan efisien bagi kebutuhan industri global.
- Inovasi desain chip ini akan mendukung pengembangan infrastruktur pusat data, robotika, kendaraan otonom, hingga perangkat pintar masa depan.
"Pelanggan semakin tertarik pada teknologi 2nm generasi kedua Samsung Foundry untuk desain AI terdepan yang harus sejalan dengan permintaan yang meledak di seluruh infrastruktur AI dan aplikasi AI fisik yang sedang berkembang," kata Jongshin Shin.
![Logo Samsung. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/01/17/o_1b6l9nlms1s6823p1ipuml610pa.jpg)
Menurutnya, kemitraan dengan Cadence memungkinkan hadirnya platform semikonduktor dan 3D-IC yang lebih matang dengan dukungan memori canggih, IP antarmuka berkecepatan tinggi, serta alur kerja yang telah dioptimalkan khusus untuk AI.
"Kemitraan kami yang diperluas dengan Cadence menghadirkan platform semikonduktor dan 3D-IC yang tangguh dengan Memori canggih, IP Antarmuka, dan alur kerja yang dioptimalkan untuk AI guna menghasilkan kinerja, efisiensi, dan inovasi yang unggul," jelasnya.
NVIDIA Ikut Dukung Pengembangan Infrastruktur AI
Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari NVIDIA melalui integrasi teknologi NVLink-C2C dan akselerasi GPU CUDA-X yang menjadi fondasi berbagai sistem AI modern.
Teknologi tersebut memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi antar-chip sehingga meningkatkan performa komputasi AI dalam skala besar.
Vice President dan General Manager Computing Engineering NVIDIA, Timothy Costa, mengatakan desain chip AI masa depan membutuhkan platform yang mampu mengimbangi kompleksitas arsitektur modern.
"Seiring dengan meningkatnya beban kerja AI dan arsitektur sistem yang semakin menuntut, ekosistem semikonduktor bergantung pada alat dan platform yang dapat mengimbangi kompleksitas simulasi dan desain pada node canggih," ujarnya.
"Dengan memanfaatkan alur desain yang dipercepat GPU dari Cadence pada platform 2nm generasi kedua Samsung Foundry, kami mengoptimalkan kinerja dan penyediaan arsitektur AI generasi berikutnya serta interkoneksi bandwidth tinggi," tambah Costa.
Robot, Drone, hingga Kendaraan Otonom Bakal Ikut Merasakan Dampaknya
Dampak dari pengembangan teknologi 2nm ini tidak hanya akan dirasakan oleh pusat data AI, tetapi juga berbagai perangkat edge AI yang berkembang pesat.
![Ilustrasi data center. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/18/77947-ilustrasi-data-center.jpg)
Salah satu perusahaan yang memanfaatkan teknologi tersebut adalah Ambarella, yang saat ini tengah mengembangkan platform AI edge generasi berikutnya berbasis proses 2nm untuk robotika, drone, mesin otonom, serta berbagai sistem sensor pintar.
Chief Operating Officer Ambarella, Chan Lee, menilai kolaborasi antara Cadence dan Samsung Foundry sangat penting untuk mempercepat inovasi AI berdaya rendah.
"Strategi AI tepi Ambarella berfokus pada penyediaan kinerja per watt terdepan di industri, akselerasi AI yang skalabel, dan pemrosesan multi-sensor yang tangguh pada node proses paling canggih," kata Chan Lee.
Menurutnya, dukungan IP, alat desain, serta platform yang telah siap untuk proses signoff memungkinkan pengembangan chip AI dilakukan dengan lebih cepat dan minim risiko.
Era AI Fisik dan Data Center Generasi Baru
Kemitraan Cadence dan Samsung Foundry menjadi salah satu langkah penting dalam membangun fondasi teknologi AI global.
Melalui teknologi 2nm generasi kedua dan desain 3D-IC, industri semikonduktor kini bergerak menuju era baru yang memungkinkan pengembangan chip dengan performa lebih tinggi, konsumsi daya lebih rendah, serta kemampuan integrasi yang jauh lebih kompleks.
Bagi industri teknologi, dampaknya akan terasa luas, mulai dari meningkatnya kemampuan pusat data AI, percepatan inovasi robotika dan kendaraan otonom, hingga lahirnya perangkat pintar yang lebih cerdas dan efisien dalam beberapa tahun mendatang