- Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup 2026, Telkomsel mempertegas komitmen bisnis berkelanjutan melalui strategi pilar Jaga Cita, Data, dan Bumi.
- Telkomsel memperluas jangkauan layanan digital ke pelosok desa serta memperkuat tata kelola keamanan data pelanggan sesuai standar internasional.
- Perusahaan mengurangi emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan pada 361 BTS dan melakukan pengelolaan limbah elektronik secara berkelanjutan.
Suara.com - Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, perusahaan teknologi dan telekomunikasi dituntut tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Tantangan ini menjadi semakin penting seiring percepatan transformasi digital yang membutuhkan infrastruktur besar namun tetap harus memperhatikan aspek keberlanjutan.
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan dampak yang bermakna melalui penerapan bisnis berkelanjutan.
Perusahaan telekomunikasi tersebut menempatkan sustainability sebagai bagian dari strategi utama dalam menghadirkan layanan digital sekaligus memberdayakan generasi masa depan.
Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz F.M. Hendropriyono, menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
"Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan," ujar Diaz di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah Telkomsel yang dinilai konsisten menjalankan berbagai program keberlanjutan meski tidak beroperasi di sektor industri ekstraktif.
"Saya mengapresiasi Telkomsel yang, meskipun tidak berada di sektor ekstraktif, tetap menunjukkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan. Perusahaan yang menjaga keberlanjutan akan semakin dipercaya dan memiliki nilai lebih di mata masyarakat, terutama bagi generasi masa depan," lanjutnya.
Telkomsel Fokus pada Tiga Pilar Keberlanjutan
Dalam menjalankan strategi bisnis berkelanjutan, Telkomsel mengusung tiga pilar utama yang dikenal sebagai Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelestarian lingkungan.
"Telkomsel meyakini bahwa perusahaan tidak mungkin maju sendirian tanpa lingkungan dan masyarakat di sekitarnya ikut berkembang. Sebesar apa pun pertumbuhan yang kita capai, semuanya akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat ikut menurun," kata Nugroho.
Menurutnya, perusahaan akan terus menghadirkan inovasi agar manfaat keberlanjutan dapat dirasakan lebih luas.
"Kami telah dan akan terus berinovasi dan berkembang agar kontribusi keberlanjutan Telkomsel semakin terasa, baik dari sisi jangkauan maupun kualitas dampaknya," ujarnya.
Layani Lebih dari 166 Juta Pelanggan dan Rambah Desa Blank Spot