- Pameran teknologi Computex 2026 di Taipei berakhir pada 5 Juni dengan fokus utama pengembangan era baru AI Fisik.
- Acara tersebut mempertemukan 111.312 pengunjung dari 152 negara untuk memamerkan inovasi robotika serta teknologi kecerdasan buatan global.
- Pemimpin industri dan lebih dari 500 startup membahas implementasi AI guna mentransformasi sektor manufaktur serta ekonomi masa depan.
Suara.com - Perusahaan-perusahaan teknologi kini berlomba mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang mendorong lahirnya era baru yang dikenal sebagai AI Fisik (Physical AI), sebuah teknologi yang diprediksi akan mengubah sektor manufaktur, kesehatan, logistik hingga transportasi dalam beberapa tahun ke depan.
Tren tersebut menjadi sorotan utama dalam Computex 2026 yang resmi berakhir di Taipei, Taiwan, pada 5 Juni 2026.
Mengusung tema "AI Together", salah satu pameran teknologi terbesar dunia ini sukses mempertemukan pelaku industri, startup, investor, dan pemimpin teknologi global untuk memamerkan berbagai inovasi terbaru berbasis kecerdasan buatan.
Sebanyak 111.312 pembeli dan pengunjung dari 152 negara dan wilayah hadir sepanjang penyelenggaraan acara.
Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Singapura, Vietnam, India, Thailand, dan Malaysia menjadi negara dengan jumlah delegasi terbesar yang berpartisipasi.
Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan posisi Computex sebagai salah satu platform global terpenting dalam pengembangan ekosistem AI, kolaborasi industri teknologi, serta penciptaan peluang bisnis lintas negara.
AI Fisik Jadi Babak Baru Revolusi Industri
Perkembangan AI kini bergerak melampaui chatbot dan analisis data menuju penerapan langsung di dunia nyata melalui robot cerdas dan sistem otomatis.
Berdasarkan laporan Strategy&, bagian dari PwC, pasar AI Fisik diperkirakan mencapai nilai sekitar 430 miliar euro pada 2030 dan akan memasuki fase adopsi komersial berskala besar dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
Menjawab tren tersebut, Computex 2026 menghadirkan Zona Robotika AI untuk pertama kalinya di TWTC Hall 1.
Area khusus ini menampilkan berbagai inovasi robotika, teknologi AI terintegrasi, hingga solusi otomasi industri yang memperlihatkan bagaimana AI siap diterapkan secara nyata dalam berbagai sektor bisnis.
Selain itu, penyelenggara juga memperkenalkan E-paper Pavilion dan TechXperience yang menghadirkan lebih dari 180 peserta pameran, memperluas cakupan inovasi yang dipamerkan tahun ini.
Qualcomm, Intel hingga NXP Bahas Masa Depan AI
Ajang Computex Keynote kembali menjadi magnet utama dengan menghadirkan sejumlah tokoh paling berpengaruh di industri teknologi dunia.
Presiden dan CEO Qualcomm, Cristiano R. Amon, membuka rangkaian pidato utama yang kemudian dilanjutkan oleh Chairman dan CEO Marvell Matt Murphy, CEO Intel Lip-Bu Tan, serta Presiden dan CEO NXP Rafael Sotomayor.