- Sharp Indonesia mengintegrasikan prinsip ESG melalui pengembangan teknologi produk ramah lingkungan dan penggunaan material daur ulang secara bertahap.
- Perusahaan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan sistem pengelolaan limbah elektronik yang lebih bertanggung jawab.
- Sharp Indonesia mengadakan kegiatan lari "Run for the Future" untuk menggalang aksi penanaman 600 pohon di kawasan Bogor.
Suara.com - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan limbah elektronik yang terus bertambah, Sharp Indonesia memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui pengembangan produk ramah lingkungan, inisiatif pengelolaan sampah elektronik, hingga aksi penghijauan yang melibatkan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh, mulai dari pengembangan produk, proses manufaktur, hingga kegiatan pemasaran.
Presiden Direktur Sharp Indonesia, Shinji Teraoka, mengungkapkan bahwa hampir seluruh lini produk Sharp saat ini telah mengadopsi teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Salah satunya adalah penggunaan refrigeran R600 pada produk lemari es yang memiliki dampak lebih rendah terhadap lingkungan dibandingkan generasi sebelumnya.
"Hampir semua produk kami sudah mengarah ke konsep ramah lingkungan," ucapnya.
National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, Andry Adi Utomo, menjelaskan, untuk lemari es misalnya, sudah menggunakan R600 yang dampaknya terhadap lingkungan jauh lebih kecil.
"Mulai 2025 kami akan mengganti secara bertahap seluruh produk ke teknologi yang lebih ramah lingkungan," ujarnya di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Tidak hanya itu, Sharp juga memperluas penggunaan material daur ulang pada berbagai produknya, mulai dari mesin cuci, pendingin ruangan (AC), hingga kabinet televisi.
"Kami tidak hanya menggunakan material baru, tetapi juga memperbanyak penggunaan komponen hasil daur ulang pada berbagai produk. Ini menjadi bagian dari upaya kami mengurangi jejak lingkungan," katanya.
Selain fokus pada produk, Sharp Indonesia juga tengah mengembangkan solusi pengelolaan sampah elektronik atau e-waste yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Menurut Andry, sebagian besar limbah elektronik rumah tangga masih belum dikelola secara terorganisasi dan sesuai standar lingkungan.
"Sampah elektronik masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Selama ini pembuangan sampah elektronik di Indonesia belum terorganisasi dengan baik. Karena itu kami sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih bertanggung jawab," bebernya.
Ia menjelaskan, Sharp sebenarnya telah bekerja sama dengan sejumlah penampung limbah elektronik. Namun sebagian di antaranya belum memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang diharapkan perusahaan.
"Kami ingin memastikan limbah elektronik diproses dengan benar. Pemda DKI telah bekerja sama dengan pengelola limbah yang kredibel dan mampu memilah berbagai jenis material, mulai dari plastik hingga logam. Meski proses birokrasi cukup panjang, kami tidak menyerah untuk terus melakukan pendekatan," terang Andry.
Run for the Future – 6.0K Fun Run
Komitmen keberlanjutan tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan acara "Run for the Future – 6.0K Fun Run" yang digelar di kawasan SPARK Senayan, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
![Sharp Run for The Future 2026 di Jakarta, Minggu (21/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/23/29197-sharp-run-for-the-future-2026.jpg)
Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 56 tahun perjalanan Sharp Indonesia sekaligus langkah menuju tonggak Road to 60 Years.
Mengusung tema "Every Step Matters", kegiatan tersebut berhasil menarik 600 peserta yang berlari sejauh enam kilometer melintasi kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman.
Setiap peserta yang mengikuti acara ini secara langsung berkontribusi pada program penanaman 600 pohon di kawasan Suaka Elang, Bogor, bekerja sama dengan Hutan Itu Indonesia.
Shinji Teraoka menegaskan bahwa perayaan ulang tahun perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
"Melalui Run for the Future, kami ingin menunjukkan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menghasilkan dampak besar dan berkelanjutan," ujarnya.
Penanaman 600 pohon yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026 mendatang diharapkan dapat mendukung rehabilitasi ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas udara.
Sebagaimana diketahui, satu pohon dewasa mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dua hingga empat orang setiap hari.
Andry menilai, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas sederhana dapat memberikan manfaat luas bagi lingkungan.
"Kami ingin perayaan ulang tahun Sharp menjadi gerakan yang menginspirasi. Hari ini 600 orang berlari bersama dan pada saat yang sama berkontribusi menghadirkan 600 pohon baru bagi bumi. Ini membuktikan bahwa aktivitas sederhana seperti berlari dapat menciptakan dampak yang jauh lebih besar," kata Andry.
Menurutnya, semangat "Every Step Matters" diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memulai perubahan dari langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui gaya hidup sehat maupun kepedulian terhadap lingkungan.
![Sharp Run for The Future 2026 di Jakarta, Minggu (21/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/23/70467-sharp-run-for-the-future-2026.jpg)
Melalui pengembangan produk yang semakin ramah lingkungan upaya membangun sistem pengelolaan sampah elektronik yang berkelanjutan, serta aksi penghijauan melalui Run for the Future, Sharp Indonesia menegaskan bahwa transformasi industri elektronik tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga pada penciptaan dampak positif bagi bumi dan generasi mendatang.