- Laporan Garmin Indonesia mencatat kenaikan signifikan aktivitas lari dan bersepeda selama periode Januari hingga Mei tahun 2026.
- Data Garmin Connect menunjukkan lonjakan 46 persen pada aktivitas lari serta 30 persen pada kegiatan bersepeda di Indonesia.
- Pelari dan pesepeda Indonesia kini lebih terstruktur dalam berlatih dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau performa fisik secara menyeluruh.
Suara.com - Di tengah kesibukan dan mobilitas yang semakin tinggi, teknologi kini memainkan peran penting dalam membantu pengguna memantau performa, mengukur kemajuan latihan, hingga menjaga motivasi untuk tetap aktif setiap hari.
Laporan terbaru Garmin Indonesia menunjukkan bahwa tren olahraga berbasis data semakin berkembang.
Melalui data global yang dihimpun dari platform Garmin Connect, aktivitas lari dan bersepeda tercatat mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun terakhir, termasuk di Indonesia.
Garmin mengungkapkan bahwa olahraga lari masih menjadi aktivitas kebugaran favorit masyarakat.
Secara global, jumlah aktivitas indoor running meningkat hampir 13 persen dibandingkan periode sebelumnya, sementara outdoor running tumbuh sekitar 3 persen.
Di Indonesia, lonjakan aktivitas olahraga terlihat lebih signifikan. Data Garmin Connect mencatat lebih dari 5,1 juta aktivitas lari dilakukan pengguna sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 3,5 juta aktivitas.
Tidak hanya lari jalanan, tren trail running juga mengalami pertumbuhan pesat.
Garmin mencatat sekitar 58 ribu aktivitas trail running dilakukan pengguna Indonesia selama lima bulan pertama 2026, melonjak sekitar 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 33 ribu aktivitas.
Sementara itu, aktivitas bersepeda luar ruangan juga menunjukkan pertumbuhan positif.
Garmin Connect merekam sekitar 359 ribu aktivitas outdoor cycling di Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 atau meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 276 ribu aktivitas.
Pelari Indonesia Makin Konsisten dan Terukur
Data Garmin menunjukkan bahwa pelari saat ini tidak lagi hanya mengejar jarak tempuh atau kecepatan, tetapi mulai menerapkan pola latihan yang lebih terstruktur dan berbasis data.
Secara global, rata-rata pelari menempuh jarak sekitar 7,76 kilometer dalam setiap sesi lari. Kelompok usia 50 hingga 59 tahun bahkan menjadi salah satu yang paling konsisten dengan rata-rata jarak mencapai 8,2 kilometer per aktivitas.
Sementara itu, pengguna Garmin di Indonesia mencatat rata-rata jarak tempuh sekitar 6,8 kilometer dengan durasi latihan rata-rata 45,5 menit setiap sesi. Kecepatan rata-rata pelari Indonesia berada di angka 6 menit 44 detik per kilometer.
Menariknya, Garmin menemukan bahwa Agustus menjadi bulan dengan total jarak lari tertinggi secara global, sedangkan hari Sabtu menjadi waktu favorit para pelari untuk menempuh jarak terjauh.
![Garmin Connect. [Garmin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/22692-garmin-connect.jpg)
Program Half Marathon Training Plan melalui Garmin Coach juga menjadi salah satu program latihan yang paling banyak digunakan pengguna.
"Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya hidup, termasuk di Indonesia. Pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan," ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, dalam keterangan resminya, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, melalui ekosistem Garmin, pengguna dapat melihat perkembangan performa secara lebih menyeluruh, mulai dari pace, jarak, VO2 Max, kualitas tidur, hingga kesiapan tubuh untuk berlatih.
Bersepeda Jadi Latihan Endurance yang Semakin Diminati
Selain lari, olahraga bersepeda juga terus berkembang menjadi aktivitas latihan endurance yang serius. Secara global, pengguna Garmin rata-rata menempuh jarak sekitar 46 kilometer dalam satu kali perjalanan dengan durasi latihan mencapai 115 menit.
Di Indonesia, rata-rata jarak tempuh pesepeda mencapai 44,7 kilometer dengan durasi latihan sekitar 105,6 menit per aktivitas. Untuk aktivitas outdoor cycling, rata-rata durasi bahkan mencapai 108,6 menit setiap sesi.
Garmin juga mencatat rata-rata VO2 Max pesepeda Indonesia berada di angka 48,6 dengan Functional Threshold Power (FTP) sekitar 213 watt, menunjukkan bahwa banyak pengguna memanfaatkan bersepeda sebagai bagian dari program peningkatan performa fisik yang terukur.
Temuan ini memperlihatkan bahwa bersepeda tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang didukung pemantauan data dan teknologi.
Teknologi Jadi Kunci Gaya Hidup Sehat Modern
Untuk mendukung kebutuhan pelari dan pesepeda, Garmin menghadirkan berbagai perangkat wearable dan ekosistem olahraga yang mampu memantau kesehatan serta performa pengguna secara real-time.
![Garmin Connect. [Garmin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/34532-garmin-connect.jpg)
Lini smartwatch seperti Forerunner, fnix, dan Venu memungkinkan pengguna memonitor detak jantung, kualitas tidur, VO2 Max, training status, hingga waktu pemulihan tubuh.
Sementara bagi pesepeda, Garmin menyediakan perangkat Edge GPS Cycling Computer, Rally Power Meter, Varia Smart Lights, hingga Tacx Smart Trainer untuk mendukung latihan yang lebih terukur sepanjang tahun.