- Penyedia server global Shockbyte mengadopsi prosesor AMD EPYC dan Ryzen untuk meningkatkan performa infrastruktur pusat data mereka.
- Peralihan teknologi ini berhasil meningkatkan kinerja server gaming, mengurangi konsumsi daya 30 persen, serta mempercepat efisiensi operasional.
- Peningkatan efisiensi tersebut mendukung ekspansi bisnis Shockbyte secara signifikan ke pasar Amerika Serikat yang terus berkembang.
Suara.com - Ketika jutaan gamer menuntut pengalaman bermain tanpa lag, perusahaan penyedia infrastruktur dituntut menghadirkan server yang lebih cepat, hemat energi, dan mudah diskalakan agar mampu mengimbangi lonjakan pemain di seluruh dunia.
Penyedia server game global Shockbyte mengadopsi prosesor AMD EPYC dan AMD Ryzen untuk memperkuat infrastruktur pusat datanya.
Langkah ini diklaim berhasil meningkatkan performa server gaming, mengurangi konsumsi daya hingga 30 persen, sekaligus mempercepat ekspansi perusahaan ke pasar Amerika Serikat.
Shockbyte, yang dikenal sebagai salah satu penyedia server terbesar untuk Minecraft, kini juga melayani lebih dari 65 judul game populer serta menghadirkan layanan cloud melalui unit bisnis Shockbyte for Game Studios.
CEO dan Founder Shockbyte, Mitch Smith, mengatakan perusahaan didirikan pada 2013 untuk menjawab tingginya permintaan server Minecraft yang terus meningkat.
"Saat itu terdapat permintaan yang sangat besar terhadap server Minecraft," ujar Mitch Smith dalam keterangan resminya, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, seiring berkembangnya industri game, Shockbyte tidak lagi hanya melayani Minecraft, tetapi juga menjadi mitra resmi dedicated server untuk game survival Rust besutan Facepunch Studios serta bekerja sama dengan Discord.
"Saat ini kami memiliki bisnis konsumen yang mendukung sekitar 65 game yang berfokus pada server milik pemain. Selain itu, kami juga memiliki lini bisnis B2B, yaitu Shockbyte for Game Studios sebagai penyedia infrastruktur cloud," katanya.
AMD EPYC Tingkatkan Performa Server Gaming
Pertumbuhan bisnis tersebut menghadirkan tantangan baru. Lonjakan pemain pada masa peluncuran game mengharuskan Shockbyte menyediakan kapasitas server dalam jumlah besar sebelum akhirnya melakukan konsolidasi ketika jumlah pemain mulai menurun.
Karena itu, perusahaan mulai membangun infrastruktur data center sendiri dan beralih menggunakan platform berbasis AMD.
Director of IT Shockbyte, Liam Charles, mengatakan keputusan menggunakan prosesor AMD dilakukan setelah perusahaan melakukan berbagai pengujian performa.
"Beralih ke AMD EPYC Server Processor merupakan keputusan yang sangat mudah," kata Charles.
Ia menjelaskan, sebelum migrasi dilakukan, Shockbyte menguji kemampuan single-thread dan multi-thread dari berbagai platform prosesor.
Hasilnya, skor benchmark single-thread meningkat dari sekitar 2.750 menjadi sekitar 4.200 poin atau melonjak sekitar 53 persen.