- Fosil Tyrannosaurus Rex bernama Gus dilelang di Sotheby's New York.
- Dinosaurus tersebut diberi nama Gus sesuai penemu aslinya, Gus Licking.
- Harga lelang fosil prasejarah ini dimulai dari 19 juta dolar.
Suara.com - Fosil Tyrannosaurus Rex bernama Gus resmi dipamerkan di balai lelang Sotheby's New York sebelum sesi penawaran komersial dimulai.
Spesimen dinosaurus langka ini diprediksi menjadi salah satu kerangka prasejarah termahal dan paling lengkap yang pernah dijual kepada publik.
Gus merupakan kerangka predator purba raksasa dengan panjang 11,6 meter dan tinggi tubuh mencapai 3,8 meter.
Spesimen menakjubkan ini diperkirakan hidup di kawasan Amerika Utara pada periode Maastrichtian, tepatnya sekitar 72 hingga 66 juta tahun yang lalu.
Asal Usul Penamaan Gus
Penamaan spesimen purba ini diambil dari nama mendiang Gary "Gus" Licking, seorang peternak sapi asal South Dakota, Amerika Serikat.
Ia sebelumnya sudah menaruh curiga bahwa pecahan tulang dan gigi kecil di lahan seluas 6.500 hektar miliknya adalah bagian dari sesuatu yang besar.
Kecurigaan tersebut terbukti benar ketika tanah di bawah peternakan Harding County miliknya menyembunyikan kerangka prasejarah yang luar biasa.
Melansir dari Gizmodo, temuan di lahan peternakan ini menghasilkan salah satu kerangka predator raksasa terbesar yang pernah ditemukan oleh manusia.
![Fosil Tyrannosaurus Rex Gus. [Matthew Sherman / Sotheby’s]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/13/81612-fosil-tyrannosaurus-rex-gus.jpg)
Proses Restorasi Kerangka
Proses penggalian dan rekonstruksi kerangka tersebut dilakukan secara intensif oleh tim ahli paleontologi komersial dari Theropoda Expeditions.
Tim ini menghabiskan waktu hampir lima tahun penuh untuk meneliti, menggali, dan menyatukan kembali 183 tulang dengan tingkat kelengkapan mencapai 63 persen.
Presiden Theropoda, Thomas Heitkamp, menyatakan bahwa proses perakitan kembali tulang-belulang tersebut sangat melelahkan sekaligus memberikan kepuasan tersendiri.
"Ini benar-benar terasa seperti menyelesaikan teka-teki tersulit di dunia, hanya saja kita harus menemukan semua kepingannya terlebih dahulu," ungkap Heitkamp.
Ia juga menambahkan betapa menakjubkannya proses pemulihan kerangka tersebut setelah terpendam selama jutaan tahun di kedalaman tanah. "Semua tulang yang terpisah selama 67 juta tahun itu kini dapat kita satukan kembali, hampir seperti keajaiban," pungkasnya.