- Mama Khas Banjar di Banjarmasin sukses melakukan eskalasi bisnis kuliner menggunakan teknologi finansial dan kecerdasan buatan.
- Pemilik usaha Firli Norachim memanfaatkan GrabModal serta QRIS OVO untuk mengatasi masalah permodalan dan efisiensi pembayaran.
- Transformasi digital tersebut berdampak pada peningkatan pengolahan bahan baku hingga dua ton per bulan dan memperluas pasar.
Melalui optimalisasi katalog digital di GrabMart dan pemanfaatan data perilaku konsumen, transaksi harian Mama Khas Banjar melonjak hingga dua kali lipat.

“Sebagai pelaku UMKM, kita harus berani berinovasi. Kami masuk ke GrabMart, menambah katalog, dan mengikuti promo. Ternyata pelanggan suka karena bisa memesan lewat aplikasi dan barang langsung diantar,” jelas Firli mengenai strategi adaptasi teknologinya.
Dampak dari keberanian melakukan inovasi teknologi ini sangat nyata. Bisnis yang bermula dari modal Rp5 juta hasil tabungan emas ini kini mampu mengolah 1 hingga 2 ton ikan asin per bulan, mengoperasikan dua outlet resmi, dan mempekerjakan 17 karyawan.
Mama Khas Banjar menjadi bukti hidup bahwa digitalisasi bukan sekadar "pindah ke aplikasi", melainkan sebuah transformasi ekosistem mulai dari akses pasar, sistem pembayaran digital, hingga pendanaan yang terawasi OJK.
Hingga saat ini, lebih dari 445.000 mitra UMKM di seluruh Indonesia telah menyerap pendanaan senilai Rp6 triliun melalui GrabModal, menandakan bahwa revolusi fintech tengah menjadi tulang punggung baru bagi ketahanan ekonomi daerah.