- Kemenkop dan PEBS FEB UI menyelenggarakan Hackathon Digital Cooperatives 2026 untuk mendorong modernisasi operasional koperasi di Indonesia.
- Kompetisi ini menghasilkan tiga solusi digital terbaik yang dirancang untuk memperkuat tata kelola serta layanan koperasi nasional.
- Pemerintah akan mendampingi pengembangan solusi pemenang agar dapat diimplementasikan secara nyata guna menciptakan ekosistem koperasi yang berkelanjutan.
Suara.com - Transformasi digital menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi koperasi di Indonesia. Di tengah tuntutan peningkatan tata kelola, efisiensi operasional, hingga layanan berbasis teknologi, dibutuhkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan koperasi secara nyata.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi bersama PEBS FEB Universitas Indonesia menggelar Hackathon Digital Cooperatives 2026, sebuah kompetisi inovasi nasional yang melahirkan berbagai solusi digital untuk mempercepat modernisasi koperasi.
Mengusung tema "Membangun Masa Depan Koperasi melalui Inovasi Digital", kompetisi ini berhasil menarik ratusan tim yang terdiri dari mahasiswa, startup, profesional, hingga talenta digital dari berbagai daerah di Indonesia.
Setelah melewati proses seleksi, pendampingan intensif, dan penjurian oleh para ahli lintas sektor, terpilih tiga solusi terbaik yang dinilai memiliki potensi implementasi tinggi bagi ekosistem koperasi nasional.
Adapun para pemenang Hackathon Digital Cooperatives 2026 adalah Tim Daulat dengan solusi Pramana AI sebagai Juara 1, Tim JJJ Labs dengan Simulasi Koperasi sebagai Juara 2, serta Tim Koperasi Link (Koplink) melalui Platform Orkestrasi untuk Optimalisasi Rantai Pasok Lokal bagi SPPG sebagai Juara 3.
Ketiga solusi tersebut dinilai mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi koperasi, mulai dari digitalisasi operasional, penguatan tata kelola, peningkatan pelayanan kepada anggota, optimalisasi potensi ekonomi lokal, hingga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan koperasi berbasis teknologi.
![Hackathon Digital Cooperatives 2026. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/16/95752-hackathon-digital-cooperatives-2026.jpg)
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan bahwa inovasi digital memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi koperasi di Indonesia.
"Hackathon ini membuktikan bahwa transformasi koperasi dapat dipercepat melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan talenta digital. Kami berharap solusi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dikembangkan menjadi implementasi nyata bagi koperasi di seluruh Indonesia," ujar Henra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Henra, penyelenggaraan hackathon tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan inovator dengan para pakar industri.
Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan mengenai transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), pengembangan produk, penyusunan model bisnis, hingga strategi investasi agar solusi yang dikembangkan siap diterapkan.
Kementerian Koperasi menegaskan akan terus mendampingi pengembangan solusi-solusi terbaik hasil hackathon melalui berbagai kemitraan strategis dan peluang implementasi di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ekosistem koperasi digital yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Henra juga mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan program digitalisasi koperasi pada penyelenggaraan berikutnya.
"Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan program jilid berikutnya atau memperoleh informasi lebih lanjut, detail kompetisi dapat diakses melalui situs resmi Hackathon Digital Cooperatives maupun akun Instagram resmi," pungkasnya.