- MAXStream TV dan iQIYI meluncurkan original series berjudul Bunga di Tepi Jurang pada 31 Juli 2026.
- Kolaborasi strategis ini memanfaatkan jaringan Telkomsel agar konten dapat dinikmati pengguna secara optimal tanpa gangguan.
- Serial yang dibintangi Claresta Taufan dan Anjasmara ini dapat diakses secara simultan melalui aplikasi mobile, Smart TV, dan web.
Suara.com - Kesenjangan antara ketersediaan konten lokal yang berkualitas dengan infrastruktur streaming yang mumpuni sering kali menjadi penghalang bagi kreator domestik untuk bersaing di panggung global.
Menjawab tantangan tersebut, MAXStream TV dan iQIYI melakukan langkah strategis dengan mengintegrasikan kekuatan distribusi dan teknologi platform melalui peluncuran original series terbaru, "Bunga di Tepi Jurang".
Kolaborasi ini menandai babak baru dalam inovasi Indonesian storytelling, di mana kekuatan naratif lokal didukung oleh arsitektur ekosistem digital yang masif untuk menjangkau pemirsa secara lebih personal dan efisien.
Sinergi Infrastruktur: Menghapus Sekat Distribusi
Fokus utama dari kerja sama ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan bagaimana teknologi streaming dapat mengoptimalkan pengalaman pengguna.
Melalui pemanfaatan jaringan Telkomsel yang andal, MAXStream TV memastikan bahwa konten berat seperti serial drama dapat dinikmati tanpa buffering, bahkan pada perangkat seluler di wilayah dengan tantangan sinyal sekalipun.
VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, menekankan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi layanan digital yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
"Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan, termasuk akses ke konten berkualitas yang dapat dinikmati dengan mudah melalui ekosistem digital Telkomsel,” ujar Kemas M Fadhli dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2026).
Inovasi Narasi: "Data-Driven Storytelling"
Dari sisi konten, iQIYI membawa keahlian mereka dalam mengelola algoritma penonton global ke dalam produksi lokal. Bunga di Tepi Jurang yang diproduksi bersama Leo Pictures, menghadirkan dinamika karakter yang dirancang untuk membangun koneksi emosional yang kuat, sebuah elemen penting dalam menjaga engagement pengguna di platform digital.
Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, melihat proyek ini sebagai upaya untuk meningkatkan standar kualitas produksi seri di Asia Tenggara.
"Series ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus mengembangkan original Indonesian storytelling yang berkualitas serta mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton," ungkap Dinesh Ratnam.
Aksesibilitas Multi-Platform dan Kolaborasi Lintas Generasi
Teknologi distribusi yang diusung memungkinkan seri ini tersedia secara simultan di aplikasi mobile, Smart TV, hingga platform berbasis web per 31 Juli 2026.
Fleksibilitas ini didukung oleh performa akting lintas generasi, mulai dari pemeran utama Claresta Taufan hingga aktor legendaris Anjasmara, yang bertujuan menarik berbagai segmen demografi pengguna internet di Indonesia.
Claresta Taufan, yang memerankan tokoh utama Andini, berharap inovasi dalam karakterisasi ini dapat diterima oleh audiens digital yang kritis.
![Kolaborasi MAXStream TV dan iQIYI. [Telkomsel]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/25/66088-maxstream-tv-dan-iqiyi.jpg)
"Andini adalah karakter yang sangat manusiawi dan penuh perjuangan. Saya berharap perjalanan hidupnya dapat memberikan inspirasi sekaligus membuat penonton bisa ikut merasakan setiap emosi yang ia lalui," kata Claresta.
Langkah MAXStream TV dan iQIYI ini menegaskan bahwa masa depan industri kreatif nasional sangat bergantung pada kolaborasi teknologi.