Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!

Dythia Novianty

Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:10 WIB
Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!
Ilustrasi kereta api [Pexels/Firman Marek_Brew]
baca 10 detik
  • Kemenko IPK mengawal integrasi strategis antara operator KAI dan produsen INKA untuk memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional.
  • KAI memproyeksikan kebutuhan sekitar 156 rangkaian KRL baru hingga tahun 2040 yang diproduksi oleh industri dalam negeri.
  • Sinergi berbasis data operasional ini bertujuan menghemat devisa negara sekaligus meningkatkan inovasi manufaktur kereta api Indonesia.

Suara.com - Selama beberapa dekade, industri perkeretaapian Indonesia sering kali menghadapi tantangan sinkronisasi antara kebutuhan operasional yang dinamis dengan kapasitas manufaktur domestik.

Kesenjangan ini kerap memaksa pemerintah mengambil langkah impor sarana untuk memenuhi lonjakan penumpang, yang pada jangka panjang menghambat pertumbuhan inovasi rekayasa lokal.

Tanpa integrasi data yang presisi antara operator dan produsen, pengembangan teknologi kereta api nasional sulit mencapai efisiensi maksimal dan kemandirian penuh.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengawal langkah besar integrasi strategis antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Langkah ini bukan sekadar penggabungan administratif, melainkan penyatuan ekosistem teknologi yang bertujuan menyelaraskan desain rekayasa dengan realitas lapangan secara real-time.

Revolusi Ekosistem: Dari Operator ke Manufaktur Berbasis Data

Integrasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi INKA untuk memproduksi sarana yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan tantangan geografis Indonesia.

Dengan akses data langsung dari KAI sebagai operator, proses R&D (Penelitian dan Pengembangan) di INKA akan menjadi lebih akurat.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko IPK, Rustam Efendi, menegaskan bahwa penyatuan ini akan memperkokoh pondasi perkeretaapian nasional dari hulu ke hilir.

baca juga

"Sudah pasti (memperkuat ekosistem perkeretaapian). Integrasi KAI dan INKA itu bagian dari ekosistem yang sama. Harapannya lebih baik untuk perkeretaapian kita," ujar Rustam Efendi melansir dari laman Antara, Sabtu (25/07/2026).

Target Ambisius 2040: Digitalisasi dan Produksi Massal KRL

Salah satu poin krusial dalam integrasi ini adalah pemenuhan kebutuhan Kereta Rel Listrik (KRL). Berdasarkan proyeksi teknologi dan kebutuhan mobilitas perkotaan, KAI memperkirakan Indonesia memerlukan sekitar 156 rangkaian KRL baru hingga tahun 2040.

Proyek raksasa ini kini tidak lagi dipandang sebagai beban impor, melainkan peluang inovasi manufaktur dalam negeri.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, melihat integrasi ini sebagai jembatan untuk menciptakan perencanaan jangka panjang yang lebih terukur antara produsen dan pengguna.

"Integrasi KAI dan INKA membuka peluang besar bagi pengembangan industri manufaktur kereta api Indonesia. Kebutuhan sarana dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang semakin terhubung antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen," tegas Bobby Rasyidin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:54 WIB

KAI Modernisasi Kereta Makan, 17 Unit M1 Hasil Modifikasi Telah Beroperasi

KAI Modernisasi Kereta Makan, 17 Unit M1 Hasil Modifikasi Telah Beroperasi

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 05:55 WIB

KA Kertanegara Makin Favorit, Layani 168 Ribu Pelanggan hingga Mei 2026

KA Kertanegara Makin Favorit, Layani 168 Ribu Pelanggan hingga Mei 2026

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 05:55 WIB

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Volume Angkutan Retail KAI Capai 82.129 Ton hingga April 2026

Volume Angkutan Retail KAI Capai 82.129 Ton hingga April 2026

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 15:30 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×