- PT ITSEC Asia Tbk dan PT INTI berkolaborasi memperkuat pertahanan siber nasional berbasis kecerdasan buatan.
- Kemitraan strategis ini bertujuan mengembangkan kapabilitas Security Operations Center untuk sektor pemerintahan dan BUMN.
- Kedua perusahaan mendirikan ITSEC Cyber & AI Academy guna mencetak talenta ahli siber berkualitas.
Dalam peta jalan inovasi ini, ITSEC Cyber & AI Academy akan menyusun modul pelatihan yang mencakup workshop, seminar, hingga pengembangan kompetensi tingkat lanjut.
![Jajaran Direksi PT INTI dan PT ITSEC Asia. [Itsec Asia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/25/29644-jajaran-direksi-pt-inti-dan-pt-itsec-asia.jpg)
Tujuannya adalah memastikan staf di lingkungan instansi pemerintah memiliki kemampuan aplikatif, bukan sekadar sertifikasi di atas kertas.
Yulius C. Rusli, President Director ITSEC Cyber & AI Academy, menyoroti pentingnya relevansi kemampuan SDM dengan dinamika industri.
"Pengembangan talenta perlu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan tidak berhenti pada pembelajaran teoritis. Kami berharap kolaborasi dengan PT INTI dapat memperluas kesempatan bagi BUMN dan instansi pemerintahan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang cybersecurity dan AI," jelas Yulius.
Dampak Strategis bagi Kedaulatan Teknologi
Kerja sama antara pemain sektor swasta (CYBR) dan BUMN (PT INTI) ini mengirimkan pesan kuat mengenai arah kebijakan teknologi Indonesia: kemandirian.
Dengan membangun fasilitas SOC dan pusat pelatihan AI di dalam negeri, Indonesia secara bertahap mengurangi ketergantungan pada teknologi luar dan memperkuat kendali atas infrastruktur kritisnya sendiri.
Langkah ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi integrasi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di Asia Tenggara, di mana keamanan siber dan kecerdasan buatan menjadi dua pilar yang saling menguatkan demi menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.