- Benjamin Joe menyatakan bahwa pelaku usaha di Asia Pasifik kini menggunakan kecerdasan buatan untuk operasional bisnis.
- Sebanyak lima puluh persen konsumen di Asia Pasifik melakukan aktivitas belanja langsung melalui platform media sosial.
- Lebih dari sepuluh juta kreator menghubungkan akun Facebook dengan program afiliasi untuk memperoleh komisi penjualan produk.
Suara.com - Kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara perusahaan mencari pelanggan hingga melayani konsumen. Meta melihat AI kini bukan lagi teknologi yang sekadar diuji, tetapi sudah menjadi bagian penting dari operasional bisnis di Asia Pasifik.
Vice President Asia Pacific Meta, Benjamin Joe, mengatakan perubahan tersebut terlihat dari cara klien menggunakan AI.
“Mereka tidak lagi bereksperimen. Mereka tengah membangun sistem,” ujar Joe dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026).
Menurut Meta, pelaku usaha kini memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat iklan dan konten, menentukan target konsumen, hingga memberikan layanan pelanggan.
Bahkan, sekitar 9 juta usaha kecil telah menggunakan setidaknya satu fitur kreatif berbasis AI generatif Meta untuk membuat iklan.
Media Sosial Jadi Tempat Belanja
Perubahan juga terjadi pada perilaku konsumen. Media sosial di Asia Pasifik semakin berperan sebagai tempat menemukan sekaligus membeli produk.
Studi Meta dan Ipsos menunjukkan 50 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja melalui media sosial, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang mencapai 37 persen.
Sebanyak 80 persen konsumen di kawasan ini juga menonton livestream setiap pekan.
Artinya, perjalanan konsumen kini bisa dimulai dari sebuah video, berlanjut ke rekomendasi kreator, kemudian langsung berujung pada pembelian.
“Kami tidak sekadar membangun koleksi produk. Kami membangun ekosistem yang bisa membantu pengguna menemukan produk dan layanan dalam keseharian mereka,” kata Joe.
Kreator Makin Dekat dengan Transaksi
Dalam ekosistem tersebut, kreator memegang peran penting. Rekomendasi mereka menjadi salah satu faktor yang dipercaya konsumen Asia Pasifik.
Meta mencatat lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate dalam setahun terakhir.
Melalui affiliate, kreator bisa memperoleh komisi ketika produk yang mereka rekomendasikan menghasilkan penjualan.
Dalam sebulan terakhir, kreator memperoleh lebih dari 24 juta dolar AS komisi melalui unggahan affiliate, termasuk Reels di Facebook.

Meta juga menghadirkan fitur tag produk, sehingga kreator dapat menampilkan produk langsung di unggahan tanpa harus mengandalkan metode “link di bio”.
Chatbot AI Mulai Layani Pelanggan
AI juga mulai mengambil peran setelah konsumen tertarik membeli.
Meta Business Agent memungkinkan bisnis menggunakan agen AI untuk menjawab pertanyaan, melakukan tindak lanjut, hingga membantu menangani pesanan pelanggan selama 24 jam.
Teknologi ini telah digunakan sekitar 1 juta bisnis secara global melalui WhatsApp dan Messenger dan akan diperluas ke Instagram.
Bagi pelaku usaha kecil, perkembangan ini dapat memangkas pekerjaan layanan pelanggan yang selama ini membutuhkan tenaga manusia secara terus-menerus.
Meta kini melihat masa depan bisnis digital bukan lagi sekadar soal memasang iklan di media sosial. AI mulai menghubungkan seluruh perjalanan konsumen, dari menemukan produk, melihat rekomendasi kreator, bertanya, hingga membeli.
“Mulai dari seorang wirausahawan, pelaku usaha kecil, agensi, hingga tim marketing di dalam perusahaan bisa memiliki akses ke tools berbasis AI yang sama untuk menemukan pelanggan, mendorong penjualan, dan mengembangkan bisnis,” ujar Joe.