- Bunyi merupakan gelombang mekanik yang memerlukan zat padat, cair, atau gas sebagai medium perantara untuk merambat.
- Ruang hampa di luar angkasa tidak memiliki partikel materi yang cukup untuk meneruskan getaran bunyi dari sumber.
- Gelombang elektromagnetik seperti radio berbeda dari bunyi karena dapat merambat melalui ruang hampa tanpa memerlukan medium.
Suara.com - Pernahkah kamu melihat adegan film luar angkasa yang menampilkan ledakan pesawat atau tabrakan asteroid dengan suara keras? Jika mengikuti hukum fisika, sebenarnya bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa udara seperti luar angkasa.
Lantas, mengapa bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa udara?
Jawabannya berkaitan dengan cara bunyi bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Bunyi membutuhkan zat atau medium sebagai perantara untuk merambat.
Tanpa adanya medium, getaran yang menghasilkan bunyi tidak dapat diteruskan. Agar lebih mudah dipahami, simak penjelasannya berikut ini.
Bunyi adalah Gelombang Mekanik
Bunyi merupakan gelombang mekanik yang berasal dari getaran suatu benda. Ketika sebuah benda bergetar, getaran tersebut akan mendorong dan menarik partikel-partikel di sekitarnya.
Partikel kemudian meneruskan energi getaran kepada partikel lain hingga akhirnya mencapai telinga manusia.
Medium yang digunakan bunyi untuk merambat dapat berupa zat padat, cair, maupun gas. Misalnya, ketika seseorang berbicara, pita suara menghasilkan getaran yang diteruskan melalui partikel udara hingga suara tersebut sampai ke telinga orang lain.
Hal yang sama juga terjadi saat kamu mendengar suara dari dalam air atau ketika mengetuk dinding. Pada zat cair dan padat, partikel-partikelnya bahkan tersusun lebih rapat dibandingkan gas sehingga getaran bunyi dapat diteruskan dengan cara yang berbeda.
Karena itu, bunyi tidak hanya bisa merambat melalui udara. Namun, bunyi tetap membutuhkan adanya partikel atau materi yang dapat membawa getaran tersebut.
Mengapa Bunyi Tidak Bisa Merambat di Ruang Hampa Udara?
Ruang hampa adalah kondisi yang memiliki sangat sedikit atau hampir tidak memiliki partikel materi. Karena tidak ada partikel yang cukup untuk saling meneruskan getaran, energi bunyi tidak dapat berpindah dari sumber ke pendengar.
Inilah alasan bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa udara. Bayangkan bunyi seperti pesan yang disampaikan secara berantai.
Jika tidak ada orang yang berdiri di antara pengirim dan penerima untuk meneruskan pesan tersebut, pesan tidak akan sampai. Begitu pula dengan bunyi yang memerlukan partikel sebagai “penghubung” untuk membawa getaran.
Contohnya dapat ditemukan di luar angkasa yang sebagian besar merupakan ruang hampa.
Jika terjadi ledakan di luar pesawat ruang angkasa, seorang astronaut tidak akan mendengar suara ledakan tersebut secara langsung melalui ruang angkasa. Getaran bunyi tidak memiliki medium untuk merambat menuju astronaut.
Namun, astronaut masih dapat berkomunikasi menggunakan radio. Hal ini karena gelombang radio termasuk gelombang elektromagnetik yang tidak memerlukan medium untuk merambat dan dapat bergerak melalui ruang hampa.
Perbedaan Bunyi dan Gelombang Elektromagnetik
Memahami perbedaan jenis gelombang dapat membantu menjelaskan mengapa bunyi tidak dapat terdengar di ruang hampa.
Bunyi termasuk gelombang mekanik, sehingga keberadaannya bergantung pada medium seperti udara, air, atau benda padat.
Sementara itu, cahaya, gelombang radio, dan sinar-X termasuk gelombang elektromagnetik. Gelombang jenis ini tidak membutuhkan partikel sebagai perantara sehingga tetap dapat merambat di ruang hampa.
Jadi, bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa udara karena tidak ada medium atau partikel yang dapat meneruskan getaran.
Semakin mudah kita memahami cara kerja gelombang bunyi, semakin jelas pula alasan mengapa luar angkasa yang dipenuhi ruang hampa terasa sunyi, meskipun berbagai peristiwa besar bisa saja terjadi di sana.