Penonton Makin Pindah ke Streaming, Menkomdigi Minta KPI Tak Ketinggalan Zaman

Dythia Novianty

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:22 WIB
Penonton Makin Pindah ke Streaming, Menkomdigi Minta KPI Tak Ketinggalan Zaman
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. [Komdigi]
baca 10 detik
  • Menkomdigi Meutya Hafid mengukuhkan anggota KPI Pusat periode 2026–2029 di Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • KPI diminta memahami teknologi streaming dan perilaku audiens agar pengawasan penyiaran dapat beradaptasi dengan perubahan digital.
  • Meutya menargetkan indeks kualitas siaran mencapai 3,2 pada tahun 2026 serta meningkat menjadi 3,35 pada tahun 2029.

Suara.com - Perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi dan hiburan membuat industri penyiaran tidak lagi hanya bergantung pada televisi konvensional. Kehadiran layanan streaming dan konten lintas platform ikut mengubah cara penonton memilih tontonan.

Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta KPI mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus perubahan perilaku audiens.

Pesan tersebut disampaikan Meutya saat memimpin Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pengukuhan Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut Meutya, perubahan pola menonton masyarakat membuat pengawasan penyiaran tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan lama. KPI perlu memahami perkembangan layanan streaming, konten lintas platform hingga perubahan model bisnis media.

“Perubahan pola menonton masyarakat membawa konsekuensi pada peran KPI yang harus semakin tegas sekaligus adaptif,” ujar Meutya.

Ia menilai KPI tidak cukup hanya berperan sebagai pengawas. Lembaga tersebut juga perlu membangun dialog dengan industri agar regulasi tetap mampu memberikan kepastian tanpa menghambat inovasi.

Ilustrasi Streaming Film. (Unsplash)
Ilustrasi Streaming Film. (Unsplash)

KPI Diminta Pahami Teknologi dan Perilaku Penonton

Perkembangan platform digital membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan sumber informasi dan hiburan. Persaingan untuk merebut perhatian penonton pun semakin luas, tidak hanya terjadi di antara stasiun televisi.

Karena itu, Meutya meminta anggota KPI periode 2026–2029 memperdalam pemahaman mengenai teknologi dan perubahan perilaku audiens.

baca juga

“Pengawasan penyiaran perlu didukung pemahaman terhadap perkembangan teknologi, layanan streaming, konten lintas platform, serta perubahan model bisnis media,” katanya.

Di tengah perubahan tersebut, Meutya mengingatkan persaingan industri tidak boleh mengorbankan kualitas konten. Menurutnya, lembaga penyiaran justru perlu menjadikan informasi yang akurat, terverifikasi, berimbang, dan memiliki konteks sebagai pembeda.

“Jurnalisme berkualitas harus menjadi pembeda. Lembaga penyiaran harus hadir sebagai ruang yang membantu masyarakat memahami persoalan, bukan malah memperbanyak kegaduhan di tengah publik,” ujarnya.

Regulasi Harus Beradaptasi, Bukan Matikan Inovasi

Meutya juga mendorong KPI menjalankan pengawasan secara tegas, adil, transparan, tetapi tetap adaptif terhadap perkembangan ekosistem digital.

Menurutnya, pembinaan dan dialog dengan pelaku industri tetap dibutuhkan agar regulasi dapat menciptakan level playing field sekaligus memberi ruang bagi inovasi.

Tantangan KPI juga tidak berhenti pada persaingan antarplatform. Lembaga penyiaran tetap memiliki tanggung jawab publik, mulai dari perlindungan anak, keberagaman konten hingga pencegahan disinformasi dan manipulasi informasi.

 Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. [Komdigi]
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. [Komdigi]

Meutya menegaskan terdapat dua prinsip yang harus dijaga, yakni diversity of content atau keberagaman konten dan diversity of ownership atau keberagaman kepemilikan.

Ia menargetkan indeks kualitas siaran mencapai 3,2 pada 2026 dan meningkat menjadi 3,35 pada 2029.

“Di tengah banjir konten, tugas kita bukan sekadar memastikan masyarakat mendapatkan tontonan. Tugas kita adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan hiburan yang berkualitas,” pungkas Meutya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkomdigi Ubah Arah Infrastruktur Digital, Cloud dan Edge Computing Kini Jadi Prioritas

Menkomdigi Ubah Arah Infrastruktur Digital, Cloud dan Edge Computing Kini Jadi Prioritas

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:16 WIB

Kolaborasi Teknologi Streaming Ini Dorong Industri Konten Lokal

Kolaborasi Teknologi Streaming Ini Dorong Industri Konten Lokal

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:34 WIB

Sisa Kuota Wajib Aktif, Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca-Putusan MK

Sisa Kuota Wajib Aktif, Meutya Hafid Perintahkan Audit Regulasi Pasca-Putusan MK

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:19 WIB

Teknologi Biometrik Kemkomdigi Siap Putus Rantai Judi Online dan Mafia Scam Digital

Teknologi Biometrik Kemkomdigi Siap Putus Rantai Judi Online dan Mafia Scam Digital

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:52 WIB

Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:15 WIB

Terkini

7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui

7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute

Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara

Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura

Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026

Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah

Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:10 WIB

5 Cara Membersihkan Noda di Celana Jeans, Perhatikan agar Tidak Merusak Warna

5 Cara Membersihkan Noda di Celana Jeans, Perhatikan agar Tidak Merusak Warna

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo

Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo

Surakarta | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×