- Petani mitra Sunpride di Kabupaten Blitar berhasil mengekspor produk melon ke Singapura pada 26 Agustus 2026.
- Pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha berkolaborasi memperkuat kapasitas produksi serta memperluas akses pasar hortikultura.
- Kolaborasi strategis tersebut bertujuan meningkatkan daya saing global dan memberikan nilai tambah bagi produk pertanian lokal.
Suara.com - Pengembangan sektor hortikultura di Kabupaten Blitar terus didorong melalui penguatan kapasitas petani, peningkatan kualitas produksi, hingga perluasan akses pasar.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing produk pertanian daerah.
Salah satu hasil dari penguatan ekosistem tersebut terlihat dari keberhasilan melon yang dibudidayakan petani mitra Sunpride di Kabupaten Blitar menembus pasar Singapura.
Pengiriman melon ke Singapura menjadi bagian dari kegiatan “Berbagi Energi untuk Negeri” yang digelar pada 26 Agustus 2026 dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional. Kegiatan tersebut turut diisi dengan panen melon bersama, pemeriksaan kesehatan petani, penyerahan peralatan pertanian, serta apresiasi kepada para petani.
Pengembangan hortikultura di Blitar tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi. Aspek kualitas hasil panen, penanganan pascapanen, serta kepastian akses pasar juga menjadi bagian penting dalam membangun rantai pertanian yang berkelanjutan.
Dalam kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berperan dalam mendukung terciptanya ekosistem pertanian yang kondusif. Sementara itu, pelaku usaha turut berkontribusi melalui pendampingan petani, pengembangan budidaya, hingga membuka akses distribusi dan pasar.
Great Giant Foods (GGF), melalui PT Sewu Segar Nusantara (SSN) yang dikenal dengan merek Sunpride, berperan dalam pengembangan akses pasar dan distribusi. Adapun PT Nusantara Segar Abadi (NSA) berfokus pada budidaya dan pemberdayaan petani.
Model tersebut menghubungkan sektor hulu dan hilir, sehingga peningkatan kapasitas petani dan kualitas produksi dapat berjalan beriringan dengan penguatan penanganan pascapanen serta akses ke pasar yang lebih luas.
CEO PT Sewu Segar Nusantara Cindyanto Kristian mengatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi fondasi penting agar produk hortikultura daerah mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga internasional.
“Kami percaya kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha menjadi pondasi penting agar produk hortikultura daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga semakin mampu bersaing di pasar global,” ujar Cindyanto.
Menjaga Kualitas dari Kebun
Bagi petani, akses menuju pasar ekspor juga menuntut konsistensi dalam menjaga kualitas hasil produksi.
Salah satunya dilakukan Edi Santoso, mitra petani sekaligus koordinator pemasok Sunpride di Blitar. Edi mengembangkan budidaya melon dan kemudian bergabung dalam kemitraan Sunpride. Ia juga mendampingi sejumlah petani lain di sekitarnya.
Menurut Edi, keberhasilan melon dari jaringan petani yang didampinginya menembus pasar Singapura menjadi kebanggaan sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas.
“Ketika melon dari kebun kami bisa dipasarkan hingga Singapura tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas dan berkembang bersama,” kata Edi.