Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Dythia Novianty

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:19 WIB
Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria dalam OJK Digination Day 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026). [Komdigi]
baca 10 detik
  • Wamen Komdigi Nezar Patria menyatakan agentic AI kini dapat mengambil keputusan dan bertransaksi secara mandiri di sektor keuangan.
  • Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan regulasi khusus dan peta jalan untuk mengantisipasi risiko serta menetapkan batas kewenangan sistem AI.
  • Talenta masa depan wajib memahami manajemen risiko dan etika guna memastikan teknologi kecerdasan buatan tetap berpihak pada manusia.

Suara.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memasuki fase baru di sektor keuangan. Teknologi ini tak lagi hanya digunakan untuk membantu manusia menganalisis data atau memberikan rekomendasi.

Perkembangan agentic AI memungkinkan sistem kecerdasan buatan mengambil keputusan secara lebih mandiri, bahkan menjalankan transaksi berdasarkan kewenangan yang diberikan kepadanya. 

Ketika keputusan tersebut menimbulkan kesalahan atau kerugian, muncul pertanyaan besar: siapa yang harus bertanggung jawab?

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengatakan perkembangan ini membawa risiko baru yang tidak bisa diabaikan. 

Regulasi dan tata kelola AI, menurutnya, perlu disiapkan sejak sekarang sebelum penggunaan teknologi dengan tingkat otonomi tinggi semakin meluas.

“Agentic AI apabila diberikan otoritas tertentu untuk decision making, dia bisa juga melakukan transaksi. Dan transaksi itu dilakukan antara agentic AI juga. AI dan AI berkomunikasi untuk memutuskan transaksi,” ujar Nezar dalam OJK Digination Day 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ilustrasi AI. [Unsplash]
Ilustrasi AI. [Unsplash]

Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan mendasar dalam perkembangan AI. Selama ini, AI umumnya masih berperan sebagai alat bantu. Sistem dapat memberikan analisis, rekomendasi, atau memproses data, tetapi manusia tetap berada di posisi pengambil keputusan akhir.

Situasinya berbeda ketika AI diberi kewenangan untuk menentukan tindakan dan langsung mengeksekusinya.

Risiko Berubah Ketika AI Mulai Bertindak Sendiri

baca juga

Nezar menilai, semakin besar otonomi yang diberikan kepada AI, semakin besar pula risiko yang harus diantisipasi.

Kesalahan sistem tak lagi berhenti pada rekomendasi yang keliru. Dalam sektor keuangan, keputusan yang diambil AI berpotensi langsung memengaruhi transaksi, layanan, data pribadi, hingga akses konsumen terhadap produk keuangan.

“Risikonya tentu besar juga sehingga mitigasi, regulasi, dalam soal ini harus kita siapkan juga mulai sekarang,” tegas Nezar.

Tantangan yang muncul bukan sekadar soal memastikan teknologi bekerja dengan benar. Pemerintah dan pelaku industri juga perlu menentukan batas kewenangan AI, sejauh mana manusia tetap melakukan pengawasan, serta mekanisme pertanggungjawaban ketika keputusan yang dihasilkan sistem menimbulkan kerugian.

Persoalan ini menjadi semakin kompleks ketika satu sistem AI dapat berinteraksi dengan sistem AI lain untuk mengambil atau mengeksekusi keputusan.

Dalam kondisi tersebut, jejak pengambilan keputusan menjadi aspek penting. Ketika terjadi masalah, perlu ada kejelasan mengenai bagaimana keputusan dibuat, sistem mana yang terlibat, siapa yang memberikan kewenangan, dan pihak mana yang bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Gratiskan Gemini AI Plus 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Cara Klaimnya

Google Gratiskan Gemini AI Plus 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Cara Klaimnya

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Apple Diam-Diam Siapkan Server AI Berbasis Chip M5, Ini Bocoran Wujudnya

Apple Diam-Diam Siapkan Server AI Berbasis Chip M5, Ini Bocoran Wujudnya

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:22 WIB

80,6 Persen Orang Indonesia Terhubung Internet, UMKM Ditantang Naik Kelas

80,6 Persen Orang Indonesia Terhubung Internet, UMKM Ditantang Naik Kelas

Tekno | Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI

Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:04 WIB

AI Mulai Masuk Industri Manufaktur, Integrasi Data Jadi Kunci Sebelum Terapkan Teknologi

AI Mulai Masuk Industri Manufaktur, Integrasi Data Jadi Kunci Sebelum Terapkan Teknologi

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:48 WIB

RAPBN 2027: Anggaran TKD Era Menkeu Purbaya Lebih Kecil Dibanding Sri Mulyani

RAPBN 2027: Anggaran TKD Era Menkeu Purbaya Lebih Kecil Dibanding Sri Mulyani

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

Pakar UGM soal Dua Tahun Prabowo-Gibran: Hak Publik Dapat Layanan Ideal Jauh dari Kenyataan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam

Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam

Batam | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

Menlu Malaysia: Jarak Pandang Buruk Lumpuhkan Pemadaman Udara Kebakaran Hutan Indonesia

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:46 WIB

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

6 Pensil Alis di Bawah Rp20 Ribu, Dilengkapi Sikat dan Rautan

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

Gibran dalam Sandera Koboi-koboi Senayan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa Dijadikan Moisturizer? Cek Manfaatnya Sesuai Klaim

Apakah Viva Skin Food Bisa Dijadikan Moisturizer? Cek Manfaatnya Sesuai Klaim

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

Sudah Parah! Malaysia Perkarakan Kabut Asap dari Indonesia ke Tingkat ASEAN

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Review Film The Uprising: Drama Sejarah Epik Paul Greengrass yang Memukau

Review Film The Uprising: Drama Sejarah Epik Paul Greengrass yang Memukau

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:30 WIB

×