- Gunung berapi terbentuk dari pergerakan lempeng bumi yang menghasilkan magma naik ke permukaan bumi.
- Endapan material vulkanik yang keluar secara berulang kali menumpuk dan membentuk tubuh gunung berapi.
- Karakter letusan gunung berapi dibedakan menjadi tipe Hawaiian, Strombolian, Vulkanian, Pelean, dan Plinian.
Suara.com - Gunung berapi merupakan salah satu bentuk permukaan bumi yang terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang sangat lama.
Gunung berapi dapat terbentuk ketika material panas dari dalam bumi bergerak menuju permukaan.
Aktivitas gunung berapi juga dapat menghasilkan berbagai bentuk letusan dengan kekuatan yang berbeda-beda.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis magma, kandungan gas, serta kondisi saluran magma di dalam gunung.
Bagaimana proses terbentuknya gunung berapi dan apa saja tipe letusannya? Simak informasi berikut ini.
Proses Terbentuknya Gunung Berapi
Gunung berapi umumnya terbentuk di wilayah yang memiliki aktivitas pergerakan lempeng bumi. Lempeng bumi adalah bagian keras dari permukaan bumi yang terus bergerak secara perlahan.
Ketika dua lempeng bertemu dan salah satunya masuk ke bawah lempeng lainnya, bagian yang masuk ke dalam bumi dapat mengalami perubahan akibat suhu dan tekanan yang tinggi.
Proses tersebut dapat menghasilkan magma, yaitu batuan cair yang sangat panas.
Magma kemudian bergerak naik melalui celah atau retakan di dalam kerak bumi karena memiliki tekanan yang besar.
Jika magma berhasil mencapai permukaan, material tersebut keluar sebagai lava, abu vulkanik, batuan, dan gas.
Endapan material yang keluar berulang kali dapat menumpuk di sekitar lubang keluarnya magma hingga membentuk tubuh gunung berapi.
Selain akibat pertemuan lempeng, gunung berapi juga dapat terbentuk di wilayah tertentu yang memiliki aktivitas magma dari bagian dalam bumi.
Tipe Letusan Gunung Berapi
Setiap gunung berapi dapat menunjukkan karakter letusan yang berbeda.
Berdasarkan cara dan kekuatan keluarnya magma, beberapa tipe letusan gunung berapi yang umum dipelajari adalah sebagai berikut.
1. Tipe Hawaiian
Letusan ini cenderung tenang karena magma yang keluar cukup encer.
Lava dapat mengalir jauh dari pusat letusan dan biasanya menghasilkan sedikit material piroklastik.
2. Tipe Strombolian
Letusan Strombolian ditandai dengan ledakan-ledakan kecil hingga sedang yang terjadi secara berkala.
Letusan ini dapat melemparkan lava dan material vulkanik ke udara.
3. Tipe Vulkanian
Letusan Vulkanian memiliki ledakan yang lebih kuat dibandingkan tipe Strombolian.
Letusannya dapat menghasilkan abu tebal, batuan, dan gas vulkanik dalam jumlah cukup banyak.
4. Tipe Pelean
Tipe ini berkaitan dengan magma yang kental sehingga sulit mengalir. Tekanan gas yang terperangkap dapat menyebabkan terbentuknya awan panas atau aliran piroklastik yang bergerak cepat menuruni lereng.
5. Tipe Plinian
Letusan Plinian merupakan salah satu tipe letusan yang sangat besar dan eksplosif.
Material vulkanik dapat terlontar sangat tinggi ke atmosfer dan menghasilkan kolom abu yang besar.
Memahami proses terbentuknya gunung berapi membantu kita mengetahui bagaimana aktivitas dari dalam bumi dapat mengubah permukaan planet.
Pengetahuan tentang tipe letusan juga penting agar mudah mengenali karakter aktivitas gunung dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.