Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB
Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang
Kaki Gunung Fuji, Tempat Pertama untuk Menjajal International Roaming Smartfren. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • Pendaki Indonesia berusia 57 tahun meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Fuji, Jepang.

  • Korban diduga mengalami serangan jantung usai tertinggal dan ditinggalkan oleh rombongan turnya.

  • Kepolisian Jepang tengah menyelidiki dugaan kelalaian prosedur keselamatan yang diterapkan pengelola tur.

Suara.com - Warga negara Indonesia berusia 57 menghembuskan napas terakhir saat melakukan pendakian di Gunung Fuji, Jepang, pada Sabtu (29/08/2026). Tim medis menduga serangan jantung menjadi penyebab utama kematiannya yang ditemukan tak sadarkan diri di area stasiun ketujuh tersebut.

Insiden tragis ini terungkap setelah rombongan tur tempatnya bernaung memilih melanjutkan perjalanan tanpa menyadari keberadaannya yang tertinggal. Penemuan korban dalam posisi telungkup oleh sesama pendaki membuka tabir kelalaian pengelolaan rombongan wisata alam ekstrem tersebut.

Tragedi ini menjadi alarm keras terkait sistem pengawasan peserta tur pendakian di Gunung Fuji yang kerap mengabaikan mekanisme pengecekan anggota. Korban yang seharusnya mendapatkan penanganan medis cepat justru terisolasi di ketinggian hingga kondisi fisiknya memburuk secara drastis.

Dikutip dari NHK, rombongan pendaki lain mendapati tubuh korban sudah tidak bergerak di jalur pendakian sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Mereka segera melaporkan temuan darurat tersebut kepada pengelola pos pendakian terdekat untuk meminta bantuan evakuasi.

Petugas pondok gunung langsung bergerak menuju lokasi penemuan untuk mengevakuasi tubuh korban menuju stasiun kelima. Dari titik tersebut, ambulans melarikan korban ke rumah sakit terdekat di Kota Fujikawaguchiko sebelum tim dokter mengonfirmasi kematiannya.

Perjalanan bermula ketika korban tiba di stasiun kelima Gunung Fuji bersama rombongan turnya sekitar pukul 11.00 untuk beristirahat makan siang. Namun, ketika jadwal rehat selesai, korban tidak kunjung memunculkan diri di titik kumpul yang telah disepakati bersama pimpinan rombongan.

Alih-alih melakukan pencarian intensif, pemandu tur justru mengambil keputusan berisiko dengan terus melanjutkan pendakian menuju puncak. Keputusan meninggalkan anggota tur ini membuat korban terpisah seorang diri di tengah jalur pendakian Gunung Fuji yang berat.

Aparat kepolisian setempat menduga kuat korban mengalami gangguan kesehatan mendadak saat berusaha menyusul rombongan. Dugaan awal medis menyimpulkan serangan jantung menjadi pemicu utama kegagalan fungsi organ hingga korban kehilangan kesadaran.

Pihak kepolisian Jepang kini tengah mendalami prosedur keselamatan yang diterapkan oleh penyedia jasa tur pendakian tersebut. Evaluasi fokus pada alasan rombongan tetap bergerak naik meskipun ada satu peserta yang hilang dari daftar kumpul.

baca juga

Peristiwa ini menambah deretan catatan insiden keselamatan pendaki asing yang menaklukan jalur puncak tertinggi di Negeri Sakura. Faktor cuaca, ketahanan fisik, serta kedisiplinan pemandu tur menjadi sorotan utama dalam investigasi kasus ini.

Gunung Fuji merupakan destinasi favorit pendaki dunia yang memiliki medan terjal serta perubahan suhu ekstrem di setiap stasiunnya. Pendakian tanpa pengawasan ketat dari pemandu profesional sangat membahayakan keselamatan jiwa, terutama bagi pendaki berusia di atas 50 tahun.

Pemerintah lokal dan aparat Kepolisian Jepang berulang kali mengimbau pengelola tur untuk menerapkan sistem registrasi ulang di setiap poin perhentian. Prosedur ketat ini bertujuan mencegah terjadinya peserta tertinggal atau mengalami kegawatdaruratan medis tanpa terdeteksi.

Kasus meninggalnya warga negara Indonesia ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh wisatawan yang hendak mendaki Gunung Fuji. Kedisiplinan rombongan dan kesiapan fisik individu wajib menjadi prioritas utama sebelum melangkahkan kaki di jalur ekstrem tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

WNI Meninggal di Gunung Fuji Akibat Serangan Jantung Saat Tur

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:35 WIB

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

Warga Indonesia Meninggal Dunia di Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

Respons Kapolresta Sleman Buntut Tudingan Mobilisasi Massa Rans Carnival yang Diboikot Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Kerja Keras Saja Tidak Cukup! Alasan Mengapa Keluar dari Kemiskinan Bukan Sekadar Soal Usaha

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Bagaimana Cara Daftar Nikah Online? Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

×