- Karhutla dan kabut asap kembali menjadi perhatian di Kalimantan Tengah, termasuk terkait kegiatan belajar di sekolah saat kualitas udara buruk.
- Asap karhutla mengandung polutan yang dapat masuk jauh ke paru-paru.
- Anak-anak lebih rentan terhadap dampak kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama jika tetap beraktivitas di luar rumah saat udara tercemar.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian ketika kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai kegiatan belajar di sekolah ketika kualitas udara sedang buruk.
Perhatian publik semakin besar setelah pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah soal sekolah dan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi viral.
Dalam video yang beredar, sang Kepala Dinas menyinggung bahwa sekolah yang diliburkan dapat berdampak pada operasional dapur MBG dan kantin sekolah.
Di sisi lain, kabut asap karhutla bukan sekadar mengganggu jarak pandang atau membuat udara terasa pengap.
Asap mengandung berbagai gas dan partikel berukuran sangat kecil, termasuk PM2.5 yang dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam paru-paru.
Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Karena itu, jika kegiatan sekolah tetap berlangsung ketika udara tercemar, paparan anak terhadap polutan perlu menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
Kira-kira, apa saja dampak kabut asap karhutla bagi kesehatan anak jika mereka tetap beraktivitas di luar rumah, termasuk pergi ke sekolah?
Simak penjelannya berikut ini, dirangkum dari laman resmi RS Presmier Jatinegara dan Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
1. Mengiritasi Mata, Hidung, dan Tenggorokan
Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Anak yang terpapar dapat mengalami mata merah, gatal, berair, hidung tidak nyaman, atau tenggorokan terasa perih.
Keluhan tersebut dapat semakin terasa ketika konsentrasi polutan tinggi atau anak berada di luar ruangan dalam waktu lama.
2. Memicu Batuk dan Pilek
Partikel halus dalam kabut asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan berbagai keluhan. Batuk dan pilek termasuk gejala yang dapat muncul setelah seseorang terpapar kabut asap.