- Presiden Direktur HP Indonesia Juliana Cen menyatakan pada 1 September 2026 bahwa laptop kini menuntut kemampuan serbaguna.
- Data HP mencatat 70 persen Gen Z Indonesia memiliki side hustle dan 94 persen pekerja menggunakan kecerdasan buatan.
- HP meluncurkan lini laptop OmniBook dengan harga mulai Rp10,899 juta hingga Rp30,999 juta untuk mendukung aktivitas harian.
Salah satu perubahan yang menarik bukan hanya kemampuan menjalankan aplikasi AI, tetapi bagaimana AI mulai digunakan untuk mengubah cara pengguna berinteraksi dengan laptop.
Pada HP OmniBook X Flip 14, misalnya, terdapat fitur Look to Move yang memungkinkan pengguna mengendalikan kursor atau memindahkan jendela menggunakan gerakan kepala.
Ada pula Screen Shift dan Task Group yang dirancang untuk membantu pengguna mengatur tampilan serta pekerjaan ketika menjalankan beberapa aktivitas sekaligus.
Beberapa model OmniBook juga dilengkapi fitur seperti Presence Sensing, Onlooker Detection, dan Posture Detection. Artinya, AI pada laptop mulai bergerak dari sekadar “bisa menjalankan AI” menjadi kemampuan perangkat untuk memahami konteks penggunaan.
Perubahan ini penting karena persaingan AI PC tidak akan berhenti pada siapa yang memiliki spesifikasi paling tinggi.
![Jajaran HP Omnibook AI, Jakarta, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Rahma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/67322-jajaran-hp-omnibook-ai.jpg)
Pertarungan berikutnya adalah siapa yang mampu membuat AI benar-benar berguna tanpa membuat pengguna harus mempelajari cara kerja teknologi yang rumit.
Dari Kerja Kantoran hingga Bikin Konten
HP juga melihat perkembangan AI dari sisi produktivitas dan kreativitas.
Intel Core Ultra Series 3 yang digunakan pada lini OmniBook membawa kemampuan pemrosesan AI sekaligus efisiensi daya dan kemampuan grafis untuk kebutuhan profesional.
Dukungan ekosistem aplikasi juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi seperti Adobe Premiere Pro, Adobe Photoshop, DaVinci Resolve, dan Blender untuk berbagai pekerjaan kreatif.
Dengan begitu, laptop tidak lagi hanya menjadi terminal untuk membuka dokumen atau menjalankan aplikasi kantor. Perangkat mulai berfungsi sebagai pusat berbagai aktivitas digital.
Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha mengatakan AI semakin menjadi bagian dari pekerjaan, aktivitas kreatif, dan kolaborasi.
Karena itu, pengguna menginginkan kemampuan AI tanpa harus mengorbankan performa maupun mobilitas.
HP Pecah OmniBook untuk Berbagai Pengguna
Perubahan fungsi laptop juga terlihat dari cara HP membagi portofolio OmniBook. OmniBook 3 ditujukan untuk pelajar dan keluarga. Di atasnya ada OmniBook 5 yang menyasar penggunaan umum hingga aktivitas kreatif.
![Jajaran HP Omnibook AI, Jakarta, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Rahma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/96111-jajaran-hp-omnibook-ai.jpg)
Sementara OmniBook X dan OmniBook Ultra diarahkan untuk pengguna profesional dan kreator yang membutuhkan kemampuan lebih tinggi.
Untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas, HP menyediakan OmniBook X Flip 14 dengan desain 4-in-1 yang dapat digunakan sebagai laptop, tablet, maupun dalam mode tent dan stand.
Ada pula OmniBook 7 yang menyasar profesional dengan mobilitas tinggi, bisnis kecil, serta pengguna yang membutuhkan performa lebih besar.
Harga lini tersebut di Indonesia dimulai dari Rp10,899 juta untuk OmniBook 3. OmniBook X dibanderol mulai Rp18,5 juta, OmniBook 5 mulai Rp19,999 juta, OmniBook 7 mulai Rp21,499 juta, dan OmniBook Ultra mulai Rp30,999 juta.
Era Baru Laptop Bukan Lagi Soal Spesifikasi
Masuknya AI ke laptop pada akhirnya mengubah parameter persaingan industri PC.
Dulu, konsumen lebih banyak membandingkan prosesor, RAM, kapasitas penyimpanan, ukuran layar, dan daya tahan baterai. Kini, kemampuan AI mulai ikut menentukan nilai sebuah perangkat.
Tetapi tantangan terbesar justru ada pada manfaatnya. AI yang hanya menjadi jargon tidak banyak berarti bagi pengguna.
Sebaliknya, fitur yang mampu memangkas pekerjaan berulang, membantu mengatur aktivitas, atau membuat interaksi dengan laptop lebih sederhana berpotensi mengubah kebiasaan penggunaan PC.