- Pecahan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari untuk menyatakan bagian dari suatu benda utuh, seperti setengah kue atau tiga perempat pizza.
- Pecahan biasa terdiri dari pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.
- Memahami cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya dapat membantu mengerjakan soal Matematika dengan lebih mudah.
Suara.com - Dari semua materi pelajaran Matematika, pecahan merupakan salah yang cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian dari sebuah benda utuh, seperti setengah kue atau tiga perempat bagian pizza.
Dalam Matematika, pecahan memiliki beberapa bentuk, di antaranya ada pecahan biasa dan pecahan campuran.
Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk menyatakan suatu nilai, tapi cara penulisannya berbeda.
Pecahan biasa ditulis dalam bentuk pembilang dan penyebut, sedangkan pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.
Memahami cara mengubah kedua bentuk pecahan ini penting agar lebih mudah mengerjakan berbagai soal matematika.
Lalu, bagaimana cara mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya? Simak langkah-langkah berikut agar lebih mudah memahami cara menghitungnya.

Cara Mengubah Pecahan Biasa ke Pecahan Campuran
Pecahan biasa yang memiliki pembilang lebih besar daripada penyebut disebut pecahan tidak wajar atau pecahan biasa tak murni.
Pecahan seperti ini dapat diubah menjadi pecahan campuran dengan cara membagi pembilang dengan penyebut.
Langkah-Langkahnya
- Bagilah pembilang dengan penyebut.
- Tulis hasil bagi sebagai bilangan bulat.
- Jika ada sisa, jadikan sisa tersebut sebagai pembilang pecahan.
- Gunakan penyebut yang sama seperti pecahan awal.
Dengan kata lain, hasil pembagian menjadi bilangan bulat, sisa pembagian menjadi pembilang, sedangkan penyebut tetap sama.
Contoh 1
Ubahlah 7/3 menjadi pecahan campuran.
7 ÷ 3 = 2 sisa 1
Angka 2 menjadi bilangan bulat.
Sisa 1 menjadi pembilang.
Penyebut tetap 3.
Jadi, 7/3 = 2 1/3.
Contoh 2
Ubahlah 11/4 menjadi pecahan campuran.
11 ÷ 4 = 2 sisa 3
Angka 2 menjadi bilangan bulat.
Sisa 3 menjadi pembilang.
Penyebut tetap 4.
Jadi, 11/4 = 2 3/4.
Contoh 3
Ubahlah 17/5 menjadi pecahan campuran.
17 ÷ 5 = 3 sisa 2
Angka 3 menjadi bilangan bulat.
Sisa 2 menjadi pembilang.
Penyebut tetap 5.
Jadi, 17/5 = 3 2/5.

Cara Mengubah Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa
Mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa dilakukan dengan mengubah bilangan bulat dan pecahan menjadi satu pecahan.
Caranya cukup sederhana, yaitu kalikan bilangan bulat dengan penyebut, kemudian tambahkan hasilnya dengan pembilang. Penyebutnya tetap sama.
Langkah-Langkahnya
- Kalikan bilangan bulat dengan penyebut.
- Tambahkan hasil perkalian tersebut dengan pembilang.
- Tulis hasilnya sebagai pembilang baru.
- Pertahankan penyebutnya.
Rumus sederhananya adalah:
(Bilangan bulat × Penyebut) + Pembilang = Pembilang baru
Sementara itu, penyebut tetap.
Contoh 1
Ubahlah 2 1/3 menjadi pecahan biasa.
2 × 3 = 6
6 + 1 = 7
Penyebut tetap 3.
Jadi, 2 1/3 = 7/3.
Contoh 2
Ubahlah 3 2/5 menjadi pecahan biasa.
3 × 5 = 15
15 + 2 = 17
Penyebut tetap 5.
Jadi, 3 2/5 = 17/5.
Contoh 3
Ubahlah 4 3/7 menjadi pecahan biasa.
4 × 7 = 28
28 + 3 = 31
Penyebut tetap 7.
Jadi, 4 3/7 = 31/7.
Cara Mudah Mengingatnya
Agar tidak tertukar, ada cara sederhana untuk mengingat kedua proses tersebut.
Saat mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran, gunakan pembagian pembilang dengan penyebut, sedangkan saat mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa, kalikan bilangan bulat dengan penyebut lalu tambahkan pembilang.
Contohnya, 17/5 dibagi menjadi 3 sisa 2 sehingga hasilnya 3 2/5. Sebaliknya, 3 2/5 dapat dikembalikan menjadi pecahan biasa dengan menghitung (3 × 5) + 2 = 17, sehingga hasilnya 17/5.
Dengan memahami pola tersebut, mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran maupun sebaliknya menjadi lebih mudah.
Kuncinya adalah memperhatikan pembilang, penyebut, hasil bagi, dan sisa pembagian agar tidak salah menuliskan hasil akhir.