Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 07 September 2026 | 11:26 WIB
Waspada! Ini Dampak Serius Menghirup Abu Vulkanik Bagi Pernapasan
Erupsi Gunung Anak Krakatau (Dok PVMBG)
baca 10 detik
  • Material erupsi Gunung Anak Krakatau mencemari udara dan mengandung partikel silika yang berbahaya bagi organ pernapasan manusia.
  • Paparan abu vulkanik berukuran sangat halus tersebut dapat memicu iritasi saluran pernapasan hingga risiko penyakit silikosis parah.
  • BMKG Wilayah II memantau sebaran abu vulkanik pada 7 September 2026 yang bergerak menuju wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Orang yang telah memiliki gangguan pernapasan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut karena paparan abu dapat memperburuk keluhan pernapasan yang sudah ada.

Apabila muncul gangguan pernapasan yang berat atau kondisi kesehatan memburuk setelah terpapar abu, masyarakat perlu mencari pertolongan medis dan mengikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.

Sebaran Abu Vulkanik

Potensi paparan juga berkaitan dengan arah pergerakan abu vulkanik yang dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan aktivitas erupsi.

Berdasarkan pemantauan BMKG Wilayah II Jawa Barat pada Senin, 7 September 2026, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau bergerak menjauhi puncak gunung dan menyebar pada dua lapisan ketinggian.

Pada lapisan rendah hingga sekitar 15.000 kaki atau 4,57 kilometer, abu diperkirakan bergerak dengan pola Tenggara-Barat Laut dan berpotensi mencakup sebagian Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, serta wilayah perairan di sekitarnya.

BMKG juga memperkirakan abu pada lapisan tersebut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam.

Sementara itu, pada lapisan hingga 50.000 kaki atau 15,24 kilometer, abu bergerak ke arah Barat Daya-Barat dan mencakup kawasan Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Wilayah yang berpotensi terdampak pada lapisan rendah mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, serta kawasan Selat Sunda.

BMKG menyatakan kondisi sebaran berada dalam status No Change (NC), yang berarti belum terdapat perubahan signifikan pada luas maupun intensitas abu dibandingkan pengamatan sebelumnya.

baca juga

Karena arah dan konsentrasi abu dapat berubah, masyarakat sebaiknya mengikuti pembaruan dari BMKG serta instansi berwenang dan mengambil langkah perlindungan apabila abu mulai mencapai wilayah tempat tinggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan Belanda: Tutup Jendela dan Pintu Balkon Jika Terjadi Hujan Abu Gunung Anak Krakatau

Peringatan Belanda: Tutup Jendela dan Pintu Balkon Jika Terjadi Hujan Abu Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 11:05 WIB

Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!

Jakarta Terimbas Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Batuk dan Keluhkan Rumah Cepat Kotor!

News | Senin, 07 September 2026 | 11:01 WIB

Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Bebas Dehidrasi! 4 Calming Pad Panthenol Rahasia Wajah Lembap dan Sehat

Bebas Dehidrasi! 4 Calming Pad Panthenol Rahasia Wajah Lembap dan Sehat

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 07:20 WIB

Kebakaran Gunung Awu Meluas, Hillary Brigitta Bagikan 25 Ribu Masker dan Dorong Pemadaman dari Udara

Kebakaran Gunung Awu Meluas, Hillary Brigitta Bagikan 25 Ribu Masker dan Dorong Pemadaman dari Udara

Bekaci | Rabu, 09 September 2026 | 07:19 WIB

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Kerahkan 2 Drone Termal Hari Ini

5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Kerahkan 2 Drone Termal Hari Ini

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 07:10 WIB

Saat Paket Internet Tak Lagi Cuma Jual Gigabyte

Saat Paket Internet Tak Lagi Cuma Jual Gigabyte

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 07:05 WIB

4 Shio Paling Beruntung 9 September 2026, Hidup akan Terasa Lebih Tenang dan Mudah

4 Shio Paling Beruntung 9 September 2026, Hidup akan Terasa Lebih Tenang dan Mudah

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 06:45 WIB

Nilai, Profesi, dan Ambisi: Ketika Anak Kehilangan Hak Memilih

Nilai, Profesi, dan Ambisi: Ketika Anak Kehilangan Hak Memilih

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 06:40 WIB

Review Film By Any Means: Ketika Hukum Gagal, Kekerasan Layak Bicara?

Review Film By Any Means: Ketika Hukum Gagal, Kekerasan Layak Bicara?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 06:25 WIB

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

×