Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya

Husna Rahmayunita

Senin, 07 September 2026 | 10:54 WIB
Cara Cek Status Gunung Api di Indonesia Aktif atau Tidak, Ini Link Resminya
Gunung Anak Krakatau erupsi. (BNPB)
baca 10 detik
  • Cara cek status gunung api di Indonesia dapat dilakukan dengan mudah.

  • Akses situs MAGMA Indonesia untuk cara cek status gunung api terkini.

  • Pahami empat tingkatan warna cara cek status gunung api di Indonesia.

Suara.com - Cara cek status gunung api di Indonesia penting diketahui masyarakat, terutama untuk memantau aktivitas vulkanik sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi.

Perhatian terhadap aktivitas gunung api kembali meningkat setelah sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu berdekatan.

Pada Minggu, 6 September 2026, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara dilaporkan mengalami erupsi.

Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian karena abu vulkaniknya dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api dapat berubah, sehingga masyarakat khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, perlu mengikuti informasi resmi secara berkala.

Lantas, bagaimana cara mengetahui gunung api sedang aktif atau tidak dan berada pada level berapa?

Status gunung api Anak Krakatau yang dipantau via MAGMA Indonesia. [bidikan layar]
Status gunung api Anak Krakatau yang dipantau via MAGMA Indonesia. [bidikan layar]

Masyarakat dapat memantau aktivitas dan status gunung api melalui MAGMA Indonesia. Platform ini dikembangkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

MAGMA (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) menyediakan informasi kebencanaan geologi, termasuk aktivitas gunung api, gerakan tanah, gempa bumi, dan tsunami.

Data pada MAGMA Indonesia diperbarui secara berkala dan dapat menjadi rujukan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kondisi gunung api serta rekomendasi terkait potensi bahaya.

baca juga

Cara Cek Status Gunung Api via MAGMA Indonesia

Untuk mengetahui status gunung api, ikuti langkah berikut:

1. Buka situs resmi MAGMA Indonesia melalui https://magma.vsi.esdm.go.id/ menggunakan browser di HP, tablet, atau komputer.
2. Setelah halaman terbuka, pengguna akan melihat peta interaktif yang menunjukkan persebaran gunung api di Indonesia.
3. Pilih ikon gunung api.
4. Masukkan nama gunung api dan periode informasi yang ingin dilihat.
5. Klik tombol pencarian untuk menampilkan informasi mengenai status dan aktivitas gunung tersebut.

Arti Warna Status Gunung Api

Status aktivitas gunung api dibagi menjadi empat tingkatan yang ditandai dengan visual warna yang berbeda.

  • Hijau – Level I (Normal): aktivitas gunung api berada pada kondisi normal.
  • Kuning – Level II (Waspada): terdapat peningkatan aktivitas vulkanik sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
  • Oranye – Level III (Siaga): aktivitas vulkanik meningkat dan terdapat potensi bahaya yang lebih besar.
  • Merah – Level IV (Awas): aktivitas gunung api berada pada tingkat tertinggi dan masyarakat perlu mengikuti rekomendasi serta arahan resmi terkait mitigasi bencana.

Peta MAGMA Indonesia juga dapat diperbesar dan dijelajahi secara interaktif. Dengan fitur tersebut, masyarakat dapat lebih mudah memantau kondisi gunung api di berbagai wilayah Indonesia.

Kendati begitu, informasi status gunung api dapat berubah sesuai perkembangan aktivitas vulkanik terbaru.

Karena itu, masyarakat sebaiknya selalu mengutamakan informasi resmi dari PVMBG, Badan Geologi, dan instansi berwenang serta mengikuti rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah

Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah

News | Senin, 07 September 2026 | 10:45 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam

News | Minggu, 06 September 2026 | 21:13 WIB

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Terkini

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

4 Pelembap Calendula Jaga Kelembapan Kulit Kering dan Redakan Kemerahan

4 Pelembap Calendula Jaga Kelembapan Kulit Kering dan Redakan Kemerahan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

7 Tips Mencegah Garis Rambut atau Hairline Mundur, Hentikan Kebiasaan Mengikat Terlalu Kencang

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:10 WIB

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

7 Cara Mengatasi Makeup Luntur Terkena Keringat, Riasan Kembali Rapi dan Flawless

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:01 WIB

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Review Sacrifice: Satir Kaum Superkaya dan Ambisi Selamatkan Bumi

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:37 WIB

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

RI Tak Mau Cuma Jadi Pasar Teknologi Global, Chip dan AI Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Cara Mengubah Tumpukan Data Menjadi Keputusan Bisnis yang Menguntungkan

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:44 WIB

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon

Sport | Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:43 WIB

×