Gunung Anak Krakatau Apakah Berbahaya? Ini 6 Ancaman yang Patut Diwaspadai

Ruth Meliana

Senin, 07 September 2026 | 17:27 WIB
Gunung Anak Krakatau Apakah Berbahaya? Ini 6 Ancaman yang Patut Diwaspadai
Gumpalan awan menyembur saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten. [ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki]
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi menerus selama 25 jam pada awal September 2026.
  • Erupsi tersebut menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah dan memicu penetapan status Level III Siaga.
  • Badan Geologi menyatakan ukuran gunung masih relatif kecil sehingga belum berpotensi memicu tsunami besar.

Masyarakat pesisir diimbau tetap tenang, tidak percaya isu-isu menyesatkan, dan mengikuti arahan BPBD setempat. Pemantauan deformasi (tiltmeter) dan morfologi terus dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda ketidakstabilan lebih dini.

4. Zona Bahaya dan Larangan Aktivitas Manusia

Rekomendasi resmi saat ini adalah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas sebagai zona terlarang bagi masyarakat, wisatawan, dan nelayan.

Masuk ke area ini sangat berbahaya karena lontaran material pijar dan gas beracun bisa terjadi tanpa peringatan. Beberapa laporan sebelumnya menyebut radius lebih luas saat aktivitas puncak, tetapi evaluasi terkini mempertahankan 3 km.

Pelanggaran terhadap zona ini, seperti yang sempat dilakukan wisatawan di bulan-bulan sebelumnya, meningkatkan risiko korban jiwa yang sebenarnya bisa dihindari.

5. Pemantauan Intensif sebagai Kunci Mitigasi

Keberadaan Pos Pengamatan Gunung Api, jaringan seismograf, kamera, tiltmeter, dan dukungan satelit (VAAC Darwin, BMKG) membuat Anak Krakatau termasuk salah satu gunung yang paling diawasi di Indonesia.

Data real-time memungkinkan evaluasi berkala dan penyesuaian status. Meski potensi letusan susulan masih tinggi, sistem peringatan dini yang lebih baik dibandingkan 2018 memberikan ruang bagi mitigasi yang efektif.

Masyarakat diimbau memantau informasi resmi dari MAGMA Indonesia, PVMBG, dan BPBD.

6. Dampak Jangka Panjang terhadap Lingkungan dan Ekonomi

Selain bahaya langsung, erupsi berulang mengubah morfologi pulau, memengaruhi ekosistem laut sekitar, dan mengganggu sektor pariwisata serta perikanan di Selat Sunda. Abu vulkanik juga bisa merusak tanaman dan infrastruktur.

Namun, dari sisi ilmiah, gunung ini menjadi laboratorium hidup bagi penelitian vulkanologi global karena usianya yang muda dan pertumbuhan yang cepat.

baca juga

Secara keseluruhan, Gunung Anak Krakatau memang berbahaya, terutama bagi siapa pun yang mendekati zona aktif dan bagi wilayah yang terdampak abu atau potensi gelombang sekunder. Namun, dengan status Level III yang dikelola ketat, pemantauan 24 jam, dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi rekomendasi, risikonya dapat diminimalkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara Lindungi Kulit dan Tubuh dari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

3 Cara Lindungi Kulit dan Tubuh dari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:32 WIB

270 Ribu Orang Batal Terbang Gegara Erupsi Gunung Anak Krakatau

270 Ribu Orang Batal Terbang Gegara Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:21 WIB

Imbas Abu Anak Krakatau, Stok Masker di Jakarta Selatan Perlahan Ludes dan Harga Mulai Naik

Imbas Abu Anak Krakatau, Stok Masker di Jakarta Selatan Perlahan Ludes dan Harga Mulai Naik

News | Senin, 07 September 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×