Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo: Siapa Foldable Paling Ringan?

Fabiola Febrinastri

Selasa, 29 September 2026 | 16:24 WIB
Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo: Siapa Foldable Paling Ringan?
(Dok: Samsung)

Suara.com - Pernah mengalami kan, zaman kemana-mana membawa buku catatan di dalam tas. Ketika ide datang dan harus mengeluarkan buku, artinya kita harus mencatat poin penting dan poin-poin itu harus kita pindahkan lagi ke layar komputer atau perangkat kerja.

Momen seperti ini pastinya sudah bakal ditinggalkan, karena tak lagi up to date. 

Kini era digital. Era ini menghadirkan smartphone foldable, yang pastinya jauh lebih ringan daripada buku catatan yang relatif berat dan memakan tempat di dalam tas.

Smartphone foldable kini semakin berkembang, karena menawarkan kemewahan layar besar dalam perangkat yang praktis dibawa. Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan bobot sangat ringan, yaitu 201 gram saja. Bobot ini membuatnya 53 gram lebih ringan daripada pendatang baru iPhone Duo, yang memiliki berat hingga 254 gram. Selisih bobotnya ini kira-kira setara dengan buku saku premium 50 halaman.

Perbedaan bobot 53 gram ini menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan pengguna ketika memilih smartphone foldable untuk penggunaan sehari-hari. Dari sisi ketebalan, Galaxy Z Fold8 memiliki ketebalan 4,5 mm saat dibuka dan 9,7 mm ketika dilipat, sementara iPhone Duo memiliki ketebalan 5,2 mm saat dibuka dan 11,3 mm ketika dilipat.

Selain bobot dan ketebalan, Galaxy Z Fold8 membawa form factor baru melalui Cover Screen 5,5 inci dengan rasio 10:16 dan Main Screen 7,6 inci dengan rasio 4:3. Kombinasi ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna, mulai dari mengakses media sosial saat perangkat tertutup hingga membaca dan menikmati konten video ketika perangkat dibuka.

Berapa Perbandingan Harga Galaxy Z Fold8 vs Iphone Duo di Indonesia?

Galaxy Z Fold8 sudah tersedia melalui Samsung.com/id dan Samsung Store di seluruh Indonesia.

Saat ini, Samsung menawarkan sejumlah promo dan benefit untuk pembelian Galaxy Z Fold8, mulai dari diskon Rp300.000 untuk pembelian pertama, Samsung Rewards hingga 30 September 2026, serta multi-buy offer. 

baca juga

Pengguna juga mendapatkan gratis Samsung Care+ Proteksi Layar selama satu tahun serta gratis langganan Google AI Pro selama enam bulan, termasuk penyimpanan cloud 5TB senilai Rp1,8 juta.

Selain itu, tersedia potongan hingga 30 persen untuk pembelian wearables dan aksesori tambahan dalam transaksi diumumkan. 

Samsung Galaxy Z Fold8 dibanderol mulai Rp28,499 juta (256GB), sementara iPhone Duo, sang foldable pertama Apple mulai dari US$1.999 (256GB) atau sekitar Rp35,3 juta rupiah. Namun, harga resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Berikut ini adalah tabel perbandingan harga yang bisa dijadikan acuan:

(Dok: Samsung)
(Dok: Samsung)

Catatan : Harga iPhone Duo merupakan harga resmi Amerika Serikat. Nilai dalam rupiah merupakan hasil konversi menggunakan kurs JISDOR BI Rp17.635/US$ pada 14 September 2026 dan bukan harga resmi Indonesia. Apple belum mencantumkan harga resmi iPhone Duo untuk pasar Indonesia. Kapasitas RAM iPhone Duo juga tidak dicantumkan dalam spesifikasi resmi Apple*.

Galaxy Z Fold8 tersedia dalam pilihan warna Lavender, Graphite, Cream, serta Pistachio yang eksklusif untuk pembelian melalui Samsung.com/id.

Ponsel Foldable Apa yang Paling Nyaman untuk Dipakai Sehari-hari?

Bobot menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika memilih smartphone foldable. Perangkat yang digunakan sepanjang hari perlu tetap praktis ketika dibawa maupun digunakan dalam berbagai kondisi.

Samsung menyebut Galaxy Z Fold8 sebagai Galaxy Z Fold yang lebih ringan. Perangkat ini memiliki ketebalan 4,5 mm saat dibuka dan 9,7 mm dalam kondisi terlipat. Sebagai pembanding, iPhone Duo memiliki bobot 254 gram dengan ketebalan 5,2 mm saat dibuka dan 11,3 mm saat dilipat. Dengan bobot 201 gram, Galaxy Z Fold8 memiliki selisih 53 gram lebih ringan dibandingkan iPhone Duo. 

Perbedaan bobot dan dimensi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang menggunakan smartphone secara aktif sepanjang hari, karena perangkat yang lebih ringan dan lebih tipis dapat lebih mudah dibawa serta disimpan di dalam saku atau tas. Bagi konsumen yang mengutamakan mobilitas dan portabilitas saat memilih smartphone foldable, perbedaan tersebut memberikan pilihan perangkat yang lebih ringan untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Perbedaan ukuran, bobot, dan ketebalan dapat memengaruhi pengalaman konsumen saat membawa dan menggunakan smartphone dalam aktivitas sehari-hari. Galaxy Z Fold8 memiliki bobot dan dimensi yang berbeda dibandingkan iPhone Duo, sehingga konsumen dapat mempertimbangkan spesifikasi tersebut sesuai dengan kebutuhan penggunaan, terutama bagi mereka yang mengutamakan perangkat yang ringan, tipis, dan mudah dibawa.

Perbedaan bobot dan dimensi ini dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas ketika memilih smartphone foldable untuk penggunaan sehari-hari.

Fold Mana yang Lebih Slim? Galaxy Z Fold8 atau iPhone Duo?

Perbandingan ukuran layar, bobot, dan ketebalan Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo dapat dilihat sebagai berikut: 

(Dok: Samsung)
(Dok: Samsung)

Bagi pengguna yang mempertimbangkan portabilitas, kombinasi bobot dan ketebalan menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan konsumen saat membeli hape lipat.

Apa Keunggulan Form Factor Galaxy Z Fold8?

(Dok: Samsung)
(Dok: Samsung)

Galaxy Z Fold8 tidak hanya membawa bodi yang lebih tipis dan lebih ringan, tetapi juga menggunakan rasio layar berbeda pada kedua sisi perangkat.

Cover Screen berukuran 5,5 inci menggunakan rasio 10:16. Samsung merancang layar ini untuk aktivitas saat perangkat masih dalam kondisi tertutup, seperti berkirim pesan, mengakses media sosial, browsing, hingga menikmati video pendek.

Ketika dibuka, Galaxy Z Fold8 menghadirkan Main Screen berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3. Layar utama memberikan area tampilan lebih luas untuk membaca artikel, menikmati e-book, multitasking, hingga menonton video.

Yadi Prayitno, Head of Mobile Experience (MX) Business, Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan kombinasi rasio layar tersebut dibuat untuk kenyamanan pengguna saat melakukan berbagai kebutuhan.

"Hanya Samsung yang memadukan Cover Screen 10:16 dan Main Screen 4:3 untuk pengalaman media sosial, membaca, hingga menonton yang maksimal," kata Yadi Prayitno.

Dengan kombinasi tersebut, pengguna dapat menyesuaikan penggunaan layar berdasarkan aktivitas. Cover Screen dapat digunakan untuk kebutuhan singkat, sementara Main Screen memberikan area tampilan yang lebih luas ketika perangkat dibuka.

Ponsel Fold Apa yang Terbaik untuk Menonton Video di Layar Besar? 

Ukuran layar bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi pengalaman menonton pada smartphone foldable. Rasio layar juga berperan dalam menentukan bagaimana konten ditampilkan.

Galaxy Z Fold8 memiliki Main Screen 7,6 inci dengan rasio 4:3. Samsung menyebut rasio tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih imersif ketika pengguna menikmati film dan acara TV. Dalam orientasi landscape, layar utama juga dapat digunakan untuk menikmati konten dengan area tampilan yang lebih luas.

Selain rasio layar 4:3 pada Main Screen dan 10:16 pada Cover Screen, layar utama Galaxy Z Fold8 juga memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, Vision Booster, serta lapisan low-reflection. Fitur tersebut membantu menjaga visibilitas layar ketika perangkat digunakan dalam kondisi pencahayaan berbeda, termasuk di luar ruangan saat terik matahari.

Sementara itu, iPhone Duo memiliki layar dalam berukuran 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci. Apple mencantumkan resolusi masing-masing layar, tetapi tidak menyebut rasio aspek dalam spesifikasi teknisnya.

Karena itu, dari sisi rasio layar yang secara spesifik ditonjolkan untuk kebutuhan konten, Galaxy Z Fold8 menawarkan pendekatan berbeda melalui Cover Screen 10:16 dan Main Screen 4:3.

Galaxy Z Fold8 menggunakan Armor Aluminum frame sehingga menjadi lebih ringan dan kuat, menurut pengujian Tlaboratorium Samsung mampu menahan hingga 500.000 siklus lipatan, dengan baseline resmi bergaransi di angka 200.000 lipatan. 

Ketahanan ini turut didukung material Flex Titanium yang membuat lekukan layar (crease) lebih rata, sehingga memberikan pengalaman menonton, bermain gim, membaca, hingga menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari yang lebih nyaman. Samsung juga telah melakukan lebih dari 100 pengujian keandalan (reliability validation tests) untuk memastikan daya tahan perangkat. Dengan demikian, keandalan Galaxy Z Fold8 tidak hanya diukur dari satu aspek, tetapi mencakup keseluruhan sistem perlindungan pada bodi dan engsel perangkat, sekaligus menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih optimal berkat tampilan layar yang semakin mulus.

Hal ini merupakan hasil pengembangan generasi kedelapan dari lini Galaxy Z Fold yang telah dirintis Samsung sejak 2019. Sementara iPhone Duo hadir sebagai produk foldable pertama dari Apple yang baru memulai pengalamannya di kategori hape lipat dan mendapat sambutan hangat saat diumumkan bulan September tahun ini. Pengalaman delapan generasi ini turut memengaruhi kematangan desain, hinge, hingga stabilitas software pada Galaxy Z Fold8.

Bagaimana Kamera Galaxy Z Fold8 untuk Membuat Konten?

Galaxy Z Fold8 membawa kamera utama 50MP dan kamera Ultra-Wide 50MP dengan f/1.9. Samsung juga menghadirkan sejumlah fitur untuk mendukung kebutuhan fotografi dan videografi, termasuk My FanCam untuk pengguna yang ingin merekam penampilan artis saat konser.

My FanCam dapat melacak subjek yang dipilih dan menyesuaikan framing secara otomatis. Fitur ini dapat membantu pengguna mendapatkan rekaman dengan subjek tetap berada dalam komposisi ketika merekam dari posisi penonton.

Untuk kebutuhan videografi, Galaxy Z Fold8 mendukung perekaman video hingga 8K 30 fps dan 4K 60 fps. Samsung juga menghadirkan LOG Video, Cinematic LUT, dan APV HDR untuk mendukung proses pembuatan serta penyuntingan konten.

Empat pilihan Cinematic LUT yang tersedia mencakup Blockbuster, Coming-of-age, Romance, dan Thriller. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk memberikan karakter visual berbeda pada hasil video.

Sebagai perbandingan, iPhone Duo mengandalkan kamera Fusion Main 48 MP dan Fusion Ultra Wide 48 MP tanpa kamera telephoto terpisah. Dengan konfigurasi kamera yang setara resolusinya pada Galaxy Z Fold8 serta fitur pendukung seperti My FanCam, Samsung menghadirkan pengalaman fotografi dan videografi yang lebih lengkap untuk perangkat foldable.

Selain fitur produksi konten, Galaxy Z Fold8 juga dibekali Galaxy AI yang aktif sepenuhnya, seperti Circle to Search, Gemini Live, dan Live Translate, yang memungkinkan pengguna mencari informasi, menerjemahkan, hingga meringkas konten secara real-time langsung dari perangkat.

Bagaimana Kemampuan Multitasking Galaxy Z Fold8 dibandingkan iPhone Duo?

Layar besar pada smartphone foldable memberikan ruang lebih untuk menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan. Galaxy Z Fold8 mendukung hingga tiga aplikasi berjalan secara bersamaan melalui fitur split-screen, dilengkapi jendela yang dapat disesuaikan ukurannya serta App Pair untuk membuka kombinasi aplikasi favorit secara instan.

Sementara itu, iPhone Duo menghadirkan Split View yang memungkinkan dua aplikasi berjalan berdampingan, termasuk membuka dua jendela dari aplikasi yang sama dalam satu tampilan.

Dengan dukungan hingga tiga aplikasi sekaligus, Galaxy Z Fold8 menawarkan fleksibilitas lebih untuk kebutuhan produktivitas dibandingkan iPhone Duo yang membatasi tampilan pada dua aplikasi.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Galaxy Z Fold8?

Sebelum memilih smartphone foldable, pengguna tetap perlu menyesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan masing-masing.

Kelebihan Galaxy Z Fold8:

- Bobot ringan 201 gram.
- Lebih tipis dibandingkan iPhone Duo saat dibuka maupun dilipat.
- Cover Screen 5,5 inci dengan rasio 10:16.
- Main Screen 7,6 inci dengan rasio 4:3.
- Layar utama mendukung kebutuhan membaca, multitasking, dan menonton.
- Kamera Ultra-Wide 50 MP.
- Fitur My FanCam untuk merekam momen konser.
- Mendukung perekaman video hingga 8K 30 fps.
- Mendukung hingga 3 aplikasi berjalan bersamaan melalui split-screen.
- Mendukung SIM fisik dan eSIM, berbeda dengan iPhone Duo yang hanya mengandalkan dual eSIM.

Hal yang perlu dipertimbangkan:

- Ukuran layar utama 7,6 inci perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
- Pengguna perlu memilih case yang kompatibel dengan dimensi Galaxy Z Fold8.
- Harga perangkat berada di segmen smartphone premium.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Case Galaxy Z Fold8?

Perubahan dimensi pada Galaxy Z Fold8 membuat pemilihan case menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pengguna sebaiknya memilih aksesori yang kompatibel dengan perangkat agar tidak mengganggu mekanisme lipatan, tombol, kamera, maupun port.

Samsung juga menyediakan aksesori dengan desain yang mendukung penggunaan Galaxy Z Fold8, termasuk opsi dengan penyangga bawaan yang dapat disesuaikan hingga 90 derajat.

Memilih aksesori yang sesuai dengan dimensi perangkat juga membantu mempertahankan karakter ramping Galaxy Z Fold8 saat digunakan sehari-hari.

Galaxy Z Fold8 atau iPhone Duo, Mana yang Lebih Ringan?

Perbandingan bobot dan dimensi menunjukkan Galaxy Z Fold8 memiliki bobot 201 gram, sedangkan iPhone Duo berbobot 254 gram. Dengan selisih 53 gram, Galaxy Z Fold8 lebih ringan.

Galaxy Z Fold8 juga lebih tipis ketika dibuka maupun dilipat. Di sisi lain, kedua perangkat memiliki layar dalam berukuran 7,6 inci, tetapi Samsung menawarkan diferensiasi melalui rasio Cover Screen 10:16 dan Main Screen 4:3.

Bagi pengguna yang mempertimbangkan smartphone foldable dari sisi bobot, ketebalan, serta fleksibilitas penggunaan layar, Galaxy Z Fold8 menawarkan form factor yang dirancang untuk berpindah dari aktivitas singkat di layar luar ke pengalaman yang lebih luas pada layar utama. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Harga iPhone 15 & 16 Naik, Samsung Galaxy S26 FE Jadi Pilihan Paling Worth to Buy Buat Gaming!

Harga iPhone 15 & 16 Naik, Samsung Galaxy S26 FE Jadi Pilihan Paling Worth to Buy Buat Gaming!

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 09:39 WIB

Galaxy A08 Rp2 Jutaan Bawa AI dan Update 6 Tahun, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Galaxy A08 Rp2 Jutaan Bawa AI dan Update 6 Tahun, Baterai 6.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 17:13 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Bawa Kamera AI yang Bikin Rekaman Makin Fleksibel

Samsung Galaxy S26 FE Bawa Kamera AI yang Bikin Rekaman Makin Fleksibel

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 15:26 WIB

AC Samsung Makin Pintar, Bisa Baca Kualitas Udara hingga Atur Listrik

AC Samsung Makin Pintar, Bisa Baca Kualitas Udara hingga Atur Listrik

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:09 WIB

Baru Pakai Galaxy Watch Ultra 2? Ini Cara Mengaktifkan Fitur-fitur Utamanya

Baru Pakai Galaxy Watch Ultra 2? Ini Cara Mengaktifkan Fitur-fitur Utamanya

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:12 WIB

Terkini

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Tersangka Korupsi MBG

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

ASUS ExpertBook P3 G1 Hadir, Laptop Bisnis Intel Core Ultra Mulai Rp14 Jutaan

ASUS ExpertBook P3 G1 Hadir, Laptop Bisnis Intel Core Ultra Mulai Rp14 Jutaan

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

Wonderland Hadir di Jambi, Pilihan Rekreasi Keluarga di Tengah Kawasan Hijau

Wonderland Hadir di Jambi, Pilihan Rekreasi Keluarga di Tengah Kawasan Hijau

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:44 WIB

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Rupiah Balik Rp18.000, Warga Mulai Ramai-Ramai Jual Dolar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 17:40 WIB

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

×