- Aturan cosinus merupakan perluasan teorema Pythagoras yang berfungsi menentukan panjang sisi atau sudut pada segitiga sembarang.
- Rumus aturan cosinus menghubungkan kuadrat panjang suatu sisi dengan nilai cosinus sudut apit pada segitiga.
- Penerapan rumus pada segitiga ABC menghasilkan panjang sisi b sebesar 5,56 sentimeter.
Suara.com - Materi trigonometri dalam pelajaran matematika sering kali dianggap membingungkan saat siswa dihadapkan pada bangun segitiga sembarang.
Jika pada segitiga siku-siku kita dengan mudah menggunakan Teorema Pythagoras, beda ceritanya jika segitiga yang dihadapi tidak memiliki sudut sembilan puluh derajat.
Di sinilah aturan cosinus mengambil peran penting sebagai solusi matematis yang sangat andal.
Secara konsep, aturan cosinus merupakan aturan geometri yang menjelaskan hubungan antara kuadrat panjang sisi dengan nilai cosinus dari salah satu sudut pada segitiga.
Prinsip ini menjadi perluasan dari teorema Pythagoras, di mana teorema Pythagoras sebenarnya adalah bentuk khusus dari aturan cosinus ketika sudut yang diapit bernilai siku-siku.
Aturan ini sangat efektif digunakan untuk menentukan unsur-unsur yang belum diketahui pada segitiga sembarang, terutama ketika dua panjang sisi dan satu sudut yang diapitnya telah diketahui di dalam soal.
Memahami Komponen dan Rumus Utama Aturan Cosinus

Untuk menggunakan rumus ini, kita perlu mengenal simbolisasi standar pada segitiga sembarang ABC.
Panjang sisi di hadapan sudut A dinamakan sisi a, panjang sisi di hadapan sudut B dinamakan sisi b, dan panjang sisi di hadapan sudut C dinamakan sisi c.
Terdapat tiga bentuk variasi rumus aturan cosinus untuk mencari panjang sisi segitiga, tergantung sisi mana yang ingin dihitung nilainya:
1. Untuk mencari panjang sisi a:
a kuadrat = b kuadrat + c kuadrat - 2bc cos A
Atau jika dituliskan dalam bentuk akar: a = akar dari (b kuadrat + c kuadrat - 2bc cos A).
2. Untuk mencari panjang sisi b:
b kuadrat = a kuadrat + c kuadrat - 2ac cos B
Atau jika dituliskan dalam bentuk akar: b = akar dari (a kuadrat + c kuadrat - 2ac cos B).
3. Untuk mencari panjang sisi c:
c kuadrat = a kuadrat + b kuadrat - 2ab cos C
Atau jika dituliskan dalam bentuk akar: c = akar dari (a kuadrat + b kuadrat - 2ab cos C).
Penerapan Langkah demi Langkah melalui Contoh Soal
Agar penerapan rumus ini semakin gamblang, mari kita bedah dua contoh soal berikut beserta langkah pembahasannya secara runtut.
Contoh Soal Pertama:
Diketahui sebuah segitiga ABC memiliki panjang sisi a sebesar 5 sentimeter, panjang sisi c sebesar 6 sentimeter, dan besar sudut B yang diapit oleh kedua sisi tersebut adalah 60 derajat. Tentukanlah berapa panjang sisi b dari segitiga tersebut!
Pembahasan:
Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi data yang diberikan di dalam soal:
- Sisi a = 5 sentimeter
- Sisi c = 6 sentimeter
- Sudut B = 60 derajat
Karena kita ingin mencari nilai panjang sisi b dan sudut yang diketahui adalah sudut B, gunakan rumus aturan cosinus kedua:
b kuadrat = a kuadrat + c kuadrat - 2ac cos B.
Masukkan angka-angka yang diketahui ke dalam persamaan:
b kuadrat = 5 kuadrat + 6 kuadrat - 2 x 5 x 6 x cos 60 derajat.
Ingat bahwa nilai dari cos 60 derajat adalah 0,5. Maka persamaannya menjadi:
b kuadrat = 25 + 36 - 60 x 0,5.
b kuadrat = 61 - 30.
b kuadrat = 31.
Untuk mendapatkan panjang sisi b, tarik nilai akar kuadrat dari 31:
b = akar dari 31, atau sekitar 5,56 sentimeter.
Dengan demikian, panjang sisi b dari segitiga tersebut adalah 5,56 sentimeter.
Contoh Soal Kedua:
Sebuah segitiga PQR memiliki panjang sisi p = 4 sentimeter, sisi r = 6 sentimeter, serta besar sudut Q = 60 derajat. Berapakah panjang sisi q?
Pembahasan:
Gunakan rumus aturan cosinus untuk sisi q:
q kuadrat = p kuadrat + r kuadrat - 2pr cos Q.
q kuadrat = 4 kuadrat + 6 kuadrat - 2 x 4 x 6 x cos 60 derajat.
q kuadrat = 16 + 36 - 48 x 0,5.
q kuadrat = 52 - 24.
q kuadrat = 28.
q = akar dari 28 = akar dari (4 x 7) = 2 akar 7 sentimeter.
Jadi, panjang sisi q adalah sebesar 2 akar 7 sentimeter.
Trik utama agar tidak keliru saat mengerjakan soal aturan cosinus adalah selalu memastikan bahwa sudut yang digunakan merupakan sudut apit (sudut yang berada tepat di antara dua sisi yang diketahui). Selain itu, pastikan Anda telah memahami nilai cosinus dari sudut-sudut istimewa agar proses perhitungan dapat diselesaikan secara cepat.