- Bentuk-bentuk geometri dua dimensi sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
- Saat memperhatikan atap rumah, permukaan samping perahu, atau hiasan tempat tinggal, kita sedang melihat penerapan nyata dari bangun datar berbentuk trapesium dan belah ketupat.
Suara.com - Dalam ilmu matematika, bangun datar didefinisikan sebagai bentuk dua dimensi dari bangun-bangun yang memiliki permukaan datar pada ukuran luas, panjang, lebar, dan kelilingnya.
Di antara kelompok bangun segi empat, trapesium dan belah ketupat memiliki keunikan fisik dan rumus perhitungan yang sangat menarik untuk dipelajari.
Sebelum mengulas rumus perhitungannya, penting bagi kita untuk memahami beberapa istilah teknis dasar agar pembahasan ini terasa lebih sederhana.
Istilah pertama adalah sisi sejajar, yaitu dua garis berhadapan yang memiliki arah konstan sehingga tidak akan pernah berpotongan meskipun diperpanjang.
Istilah kedua adalah diagonal, yaitu garis lurus melintang yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan.
Istilah ketiga adalah kongruen, yaitu istilah untuk menggambarkan dua bangun yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama persis.
Menghitung Luas Trapesium
![Ilustrasi rumus mencari tinggi trapesium. [Dibuat dengan AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/90117-ilustrasi-rumus-mencari-tinggi-trapesium.jpg)
Trapesium secara umum didefinisikan sebagai jenis bangun segi empat yang hanya memiliki sepasang sisi sejajar yang saling berhadapan.
Bangun datar ini terbagi menjadi tiga jenis utama, yakni trapesium sama kaki, trapesium siku-siku, dan trapesium sembarang.
Komponen utama trapesium terdiri dari dua sisi sejajar yang biasanya disimbolkan dengan a dan b, serta tinggi (t) yaitu jarak berupa garis tegak lurus yang menghubungkan kedua sisi sejajar tersebut.
Rumus untuk menghitung luas trapesium diperoleh dengan mengalikan setengah dari jumlah panjang sisi-sisi sejajarnya dengan tingginya.
Secara matematis, rumusnya dituliskan sebagai:
Luas Trapesium = 1/2 x (a + b) x t.
Contoh Soal Trapesium:
Sebuah permukaan atap rumah berbentuk trapesium memiliki panjang sisi-sisi sejajar masing-masing 10 meter dan 14 meter. Jika tinggi trapesium tersebut adalah 6 meter, berapakah luas permukaan atap rumah tersebut?
Pembahasan:
Diketahui:
- Sisi sejajar a = 10 meter
- Sisi sejajar b = 14 meter
- Tinggi t = 6 meter
Masukkan data tersebut ke dalam rumus luas trapesium:
Luas = 1/2 x (a + b) x t
Luas = 1/2 x (10 + 14) x 6
Luas = 1/2 x 24 x 6
Luas = 12 x 6 = 72 meter persegi.
Jadi, luas permukaan atap rumah berbentuk trapesium tersebut adalah 72 meter persegi.
Menghitung Luas Belah Ketupat

Berbeda dengan trapesium, belah ketupat merupakan bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh empat buah rusuk yang seluruhnya memiliki ukuran sama panjang.
Sisi-sisi yang saling berhadapan pada belah ketupat sejajar, dan dua pasang sudut yang saling berhadapan memiliki besar yang sama.
Belah ketupat juga dapat dibangun dari gabungan dua buah segitiga sama kaki yang kongruen pada bagian alasnya.
Belah ketupat memiliki dua garis diagonal, yaitu diagonal 1 (d1) dan diagonal 2 (d2), yang saling berpotongan tegak lurus serta membagi dua sama panjang.
Rumus untuk menghitung luas belah ketupat adalah setengah dari hasil perkalian panjang kedua diagonalnya.
Persamaan matematikanya dituliskan sebagai:
Luas Belah Ketupat = 1/2 x d1 x d2.
Contoh Soal Belah Ketupat:
Sebuah belah ketupat ABCD memiliki panjang diagonal AC sebesar 12 sentimeter dan panjang diagonal BD sebesar 16 sentimeter. Hitunglah luas dari belah ketupat tersebut!
Pembahasan:
Diketahui:
- Diagonal 1 (d1) = 12 sentimeter
- Diagonal 2 (d2) = 16 sentimeter
Gunakan rumus luas belah ketupat:
Luas = 1/2 x d1 x d2
Luas = 1/2 x 12 x 16
Luas = 6 x 16 = 96 sentimeter persegi.
Dengan demikian, luas belah ketupat tersebut adalah 96 sentimeter persegi.
Melalui pemahaman karakteristik sisi sejajar dan garis diagonal ini, Anda dapat menyelesaikan berbagai variasi persoalan luas bangun segi empat secara akurat.