Wiranto Kenang Sosok BJ Habibie di Era Soeharto

Yulita Futty | Stephanus Aranditio

Habibie dianggap Wiranto memiliki sikap yang sangat demokratis dan kuat mengingat Habibie merupakan presiden di masa peralihan dari orde baru ke reformasi.

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto tampak menghadiri rumah duka di Kawasan Patra Kuningan, Jakarta untuk melayat Presiden ke-3 RI BJ Habibie yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan insentif di RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019) 18.05 WIB.

Wiranto mengenang masa-masa saat dirinya menjadi panglima pada masa presiden kedua RI Soeharto. Saat itu Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998.

"Saya mengenal beliau lama sekali sejak saya ajudan presiden waktu tahun 90an beliau sudah menjadi menteri saya sering bertemu dengan beliau sering menunggu beliau saat menghadap presiden ya pada saat beliau menteri ristek dan teknologi saat itu," kata Wiranto di rumah duka.

Wiranto bercerita Habibie apda saat itu sangat berperan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia.

"Waktu itu pak harto sudah mencanangkan teknologi dari hilir nah yang membawa tekno ke hulu teknologi maju itu diserahkan ke pak Habibie dan beliau mampu artinya beliaulah sebenarnya perintis awal tekno indonesia untuk maju," ucapnya.

Setelah era Soeharto tumbang, Wiranto lantas menjadi panglima di era Habibie yang pada saat itu diangkat menjadi Presiden ketiga RI.

Sebagai Presiden, Habibie dianggap Wiranto memiliki sikap yang sangat demokratis dan kuat mengingat Habibie merupakan presiden di masa peralihan dari orde baru ke reformasi.

Video Editor: Suciati

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS