Suara.com - Kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur menjadi tempat langganan banjir. Setiap tahunnya, warga di sana akrab dengan genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.
Awal tahun 2020, tepatnya pada Rabu (1/1/2020), ketinggian air di RT02/RW04 Kelurahan Cipinang Melayu mencapai atap rumah. Hingga saat ini, banjir tak kunjung surut.
Seorang warga bernama Agus (43) bercerita soal banjir yang menerjang pemukiman rumahnya. Hujan yang turun sejak Selasa (31/12/2019) kemarin sore merendam sebagian harta benda miliknya.
"Setiap tahun banjir. Selain tahun 2007, sekarang ini banjir paling besar. Rumah saya dua lantai, ketinggian air hampir setengah rumah saya," kata Agus saat berbincang dengan Suara.com di lokasi kejadian.
Hujan deras berujung banjir sudah akrab dengan Agus sekeluarga. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya yang sudah uzur -Yustin dan Anton, kini berusia 70 tahun.
"Tahun 2002, 2005, 2007 saya masih berani keluar rumah. Tahun ini air tinggi sekali. Banyak yang tidak bisa diselamatkan. Tempat tidur tidak bisa diangkat. Kursi, lemari, dan perabotan elektronik terendam air," sambungnya.
Video Editor: Fatikha Rizky Asteria N