Suara.com - Dulu, semua orang di Kashmir memintal benang di rumah masing-masing untuk membuat selendang pashmina cantik.
"Ibu saya, empat saudara saya, dan saya, kami semua bisa memintal dan menenun," kata Haseena Akhtar, perempuan warga Kashmir.
Keterampilan itu diajarkan turun temurun dan memberikan pekerjaan bagi para perempuan sehingga tidak tergantung kepada suaminya.
Namun ketika upah para penenun semakin murah, dan ada mesin tenun otomatis para perempuan pun meninggalkan pekerjaan itu. Haseena pun sudah 15 tahun tidak bekerja.