Suara.com - Di Gunungkidul Yogyakarta, sebuah komunitas tak biasa tumbuh dan berakar. Mereka adalah anak-anak punk, kelompok yang kerap dipandang sebelah mata yang kini justru menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan lokal.
Melalui aktivitas bertani, mereka tidak hanya mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga membagikan hasil panen kepada warga sekitar. Sebagian hasil lainnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi rumah komunitas, membangun kehidupan yang lebih layak secara kolektif.
Liputan ini menggali bagaimana solidaritas, kerja kolektif, dan semangat berbagi mampu mengubah stigma menjadi kekuatan serta merekonstruksi lembaran baru dari komunitas punk di Indonesia.
Seperti apa kisahnya? Simak video di atas.
Creative/Video Editor: Zahwa/Susi/Vanya