Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Achmad Fauzi

Kamis, 23 April 2026 | 07:53 WIB
Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit
Ilustrasi Para Petani sawit perempuan yang tengah mengikuti pelatihan. [ist].
baca 10 detik
  • Perempuan petani sawit di berbagai daerah kini bertransformasi menjadi pengelola kebun mandiri melalui peningkatan keterampilan berbasis pengetahuan agronomi.
  • PT Triputra Agro Persada Tbk melalui program PERKASA memberikan pelatihan teknis pemupukan, panen, dan perawatan tanaman bagi para petani.
  • Penerapan ilmu hasil pelatihan secara konsisten terbukti meningkatkan produktivitas kebun serta kepercayaan diri perempuan dalam mengelola pertanian sawit.

Suara.com - Profesi petani sawit kekinian bukan untuk lelaki saja. Kini perempuan juga berminat untuk menanam bahan baku minyak goreng itu.

Namun dulu, karena kurangnya terampilan perempuan hanya asal-asalan dengan memanfaatkan kebiasaan turun-temurun, menanam kelapa sawit, sehingga hasilnya tidak maksimal.

Namun, kini mereka mulai bertransformasi menjadi pengelola kebun yang lebih mandiri, terampil, dan berbasis pengetahuan.

Di berbagai wilayah sentra sawit rakyat, perempuan semakin aktif terlibat dalam pengelolaan kebun. Mereka tidak hanya membantu, tetapi juga mengambil peran penting mulai dari memilih bibit, menentukan waktu pemupukan, hingga memastikan proses panen dilakukan dengan benar.

Ilustrasi kebun kelapa sawit tampak dari atas (Unsplash/James Lo)
Ilustrasi kebun kelapa sawit tampak dari atas (Unsplash/James Lo)

Transformasi ini muncul seiring meningkatnya kesadaran bahwa keberhasilan kebun tidak hanya ditentukan oleh tenaga, tetapi juga oleh pemahaman agronomi yang tepat.

Namun, perjalanan menuju perubahan tersebut tidak mudah. Banyak petani perempuan sebelumnya menghadapi keterbatasan akses informasi serta minimnya pendampingan teknis.

Hal ini yang dialami Ida Farida, petani sawit asal Desa Mendik, Paser, Kalimantan Timur. Ia mengaku sebelumnya memanen tandan buah segar (TBS) tanpa memahami tingkat kematangan yang ideal, sehingga hasil yang didapat tidak maksimal.

"Saya benar-benar baru mengetahui kalau sawit yang masih kecil itu tidak boleh dipotong dulu. Sebelumnya saya belum tahu, jadi asal panen saja. Sekarang jadi tahu ilmunya, jadi lebih paham mana yang sudah layak dipanen dan mana yang belum, supaya hasilnya juga bisa lebih bagus," ujarnya seperti dikutip, Kamis (23/4/2026).

Perubahan cara pandang tersebut mulai terjadi setelah Ida mengikuti pelatihan PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera) yang digagas oleh PT Triputra Agro Persada Tbk melalui unit usahanya.

baca juga

Melalui pelatihan berbasis praktik di lapangan, Ida tidak hanya memahami kriteria panen, tetapi juga aspek perawatan kebun yang sebelumnya kerap terabaikan.

"Saya juga baru tahu kalau pohon sawit yang sudah mati tidak boleh dibiarkan. Dulu saya biarkan saja karena tidak tahu. Setelah dijelaskan, ternyata itu bisa jadi sumber penyakit dan menular ke tanaman lain, jadi sekarang langsung ditebang," ungkapnya.

Program PERKASA sendiri dirancang dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik lapangan selama tiga hari. Pendekatan ini membuat para petani dapat langsung menerapkan ilmu yang didapat secara presisi di kebun mereka.

Syarifah, peserta pelatihan sekaligus Sekretaris Desa Sembuluh Dua, juga merasakan dampak serupa. Ia menyebut selama ini banyak petani, termasuk perempuan, mengelola kebun seadanya karena keterbatasan pengetahuan.

"Masyarakat sebelumnya tidak mengetahui bagaimana cara pemupukan, panen, dan perawatan tanaman yang benar sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. Setelah ikut pelatihan PERKASA kami jadi tahu waktu yang tepat, cara yang benar, dan alasan di balik setiap tindakan di kebun. PERKASA telah membuka wawasan kami dan membuat kami lebih yakin dalam mengelola kebun sendiri," ungkapnya.

Tak berhenti pada pelatihan, perusahaan juga melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan ilmu yang diberikan benar-benar diterapkan. Pendampingan berkelanjutan ini menjadi kunci agar perubahan tidak hanya sesaat, melainkan menjadi standar baru dalam bertani.

Selain itu, akses terhadap pengetahuan juga diperluas melalui layanan konsultasi agronomi hingga buku panduan yang disusun dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Transformasi ini menunjukkan bahwa ketika akses terhadap pengetahuan dibuka, petani perempuan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kepercayaan diri dalam mengelola kebun mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 10:23 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB

Terkini

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

×