Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
Industri tembakau. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Wamenaker ingatkan regulasi tembakau jangan picu PHK massal 6 juta pekerja
  • Pengalihan jutaan buruh tembakau sulit, negara dinilai belum siap mitigasi.
  • RTMM-SPSI minta pemerintah jaga industri tembakau sebagai aset ekonomi lokal.

Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan peringatan keras terkait rencana kebijakan yang berpotensi menekan industri hasil tembakau (IHT). Menurutnya, setiap regulasi yang menyasar sektor ini harus dihitung dengan sangat matang karena dampak sosial-ekonominya jauh lebih besar daripada yang dibayangkan, terutama ancaman gelombang PHK massal.

Afriansyah menegaskan bahwa IHT bukan sekadar sektor bisnis biasa, melainkan industri padat karya yang menjadi tulang punggung jutaan tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Ia pun memberikan sindiran menukik terkait mudahnya mematikan sebuah industri melalui aturan.

“Biaya untuk membunuh industri ini jauh lebih murah dibanding biaya untuk merehabilitasi orang-orang yang terdampak. Bahkan bisa jadi tidak pakai biaya—cukup satu dua regulasi saja,” ujar Afriansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia memaparkan data bahwa sedikitnya 6 juta orang menggantungkan hidup pada sektor ini. Jika kebijakan yang diambil terlalu agresif tanpa mempertimbangkan mitigasi, maka efek domino terhadap kesejahteraan keluarga pekerja tidak akan terhindarkan.

"Kalau 6 juta pekerja harus dialihkan ke sektor lain, negara siap belum? Jujur, saya melihat kita belum siap. Ini bukan pekerjaan mudah, apalagi skill mereka terbatas," tegasnya.

Lebih lanjut, Afriansyah mengingatkan bahwa proses upskilling maupun reskilling untuk jutaan orang membutuhkan biaya yang sangat tinggi dan waktu yang lama. Oleh karena itu, ia meminta adanya sinkronisasi lintas kementerian agar aspek kesehatan dan ketenagakerjaan bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan nasib buruh.

Senada dengan Wamenaker, Ketua Umum FSP RTMM-SPSI, Hendry Wardana, meminta pemerintah untuk tidak hanya sibuk mengejar investasi lapangan kerja baru, tetapi lalai menjaga lapangan kerja yang sudah ada.

Hendry menyebut IHT adalah simbol kemandirian ekonomi karena hampir 100 persen rantai produksinya berasal dari sektor domestik. Ia juga menyoroti kebijakan fiskal dan non-fiskal, termasuk rencana pembatasan kadar tar dan nikotin, yang dianggap bisa 'mencekik' industri sigaret kretek tangan (SKT) yang padat karya.

“Kalau industri rokok dan tembakau dicekik, itu sama saja mencekik 6 juta orang. Ini bukan angka kecil,” cetus Hendry.

baca juga

Menutup keterangannya, Wamenaker Afriansyah Noor meyakini bahwa Presiden pada akhirnya akan mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat kecil. "Yang penting bagaimana kebutuhan orang banyak tetap terjaga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 08:40 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×