Suara.com - Deepfake kini bukan cuma soal video palsu. Di Singapura, teknologi ini disebut mulai dimanfaatkan untuk menipu warga dengan mengatasnamakan Perdana Menteri Singapura.
Director and Chief Legal & Regulatory Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengungkapkan modus tersebut dilakukan melalui panggilan video menggunakan wajah dan suara PM Singapura yang dibuat sangat mirip.
Korban kemudian diajak berdonasi dengan berbagai alasan, mulai dari membantu orang tua hingga mendukung kesehatan dan kemajuan Singapura.
Selengkapnya bisa dilihat dalam DeepTalk Podcast hanya di YouTube Suaradotcom.